
Sinergia | Bangkalan – PT Pupuk Indonesia (Persero) mulai menyalurkan pupuk bersubsidi kepada petani di Jawa Timur sejak hari pertama 2026. Sejumlah petani tercatat telah melakukan penebusan pupuk hanya beberapa menit setelah pergantian tahun, menandai kesiapan distribusi pupuk subsidi sejak awal tahun.
Petani yang berhasil menebus pupuk bersubsidi pada 1 Januari 2026 berasal dari sejumlah daerah, di antaranya Kabupaten Bangkalan, Bondowoso, dan Jember. Penebusan dilakukan menyusul komitmen pemerintah untuk memastikan ketersediaan pupuk subsidi sejak awal tahun dengan mekanisme yang lebih sederhana.
General Manager (GM) 3 PT Pupuk Indonesia, Taufiek, mengatakan penebusan pupuk di awal tahun berjalan lancar tanpa kendala berarti. Ia menegaskan, kesiapan sistem dan jaringan kios resmi memungkinkan petani langsung memanfaatkan pupuk untuk kegiatan tanam.
“Penebusan dilakukan oleh petani dari beberapa daerah di Jawa Timur. Alhamdulillah prosesnya lancar, tidak ada kendala. Petani bahkan bisa langsung melakukan pemupukan pada hari yang sama,” ujar Taufiek dalam keterangannya, Jumat (2/1/2026).
Menurut Taufiek, proses penebusan pupuk subsidi kini semakin mudah. Petani yang terdaftar cukup mendatangi kios resmi dengan membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP). Penebusan dilakukan sesuai alokasi yang tercatat, dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) terbaru yang telah diturunkan sekitar 20 persen.

Pada 2026, pemerintah mengalokasikan pupuk bersubsidi untuk sektor pertanian dan perikanan. Untuk sektor pertanian, alokasi mencapai 9,55 juta ton jumlah yang sama seperti tahun sebelumnya. Sementara itu, alokasi pupuk bersubsidi untuk pembudidaya ikan ditetapkan sebesar 295.676 ton.
Pupuk subsidi sektor pertanian hanya dapat ditebus oleh petani yang terdaftar dalam Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK) Kementerian Pertanian. Adapun pembudidaya ikan wajib terdaftar dalam Elektronik Rencana Penyediaan dan Penyaluran Subsidi Pupuk (e-RPSP) Kementerian Kelautan dan Perikanan.
“Kami menyambut baik penebusan pupuk di awal tahun 2026. Ini penting untuk mendukung target swasembada pangan nasional,” kata Taufiek.
Salah satu petani yang merasakan kemudahan penebusan adalah Ahmad Bakar, petani asal Kecamatan Tamanan, Kabupaten Bondowoso. Ia menebus pupuk Urea bersubsidi di Kios Putra Tunggal.
“Penebusannya sangat mudah lewat iPubers. Saya cukup membawa KTP dan bisa langsung menebus alokasi Urea untuk tanaman saya,” ujar Ahmad. ( Tim Liputan – Sinergia).