Berita Terkini
Trending Tags

Baru Raih Adipura, Magetan Malah Banjir ! Saluran Irigasi Penuh Sampah Jadi Biang Kerok

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
  • visibility 135
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Magetan diterjang banjir akibat saluran irigasi tersumbat, (3/3/2026), Foto : Kusnanto

Sinergia | Magetan – Kabupaten Magetan belum lama ini meraih penghargaan sebagai daerah dengan predikat Adipura “Menuju Kota Bersih”. Namun malah dikejutkan banjir luapan pada Selasa (3/3/2026) petang. Ironisnya, banjir terjadi akibat saluran irigasi yang tersumbat sampah, sehingga air meluap ke jalan dan permukiman warga.

Hujan deras mengguyur Magetan sejak pukul 17.00 hingga 20.00 WIB lebih. Sekitar pukul 18.00 WIB, luapan air mulai tampak di sejumlah titik di Kecamatan Magetan dan Kecamatan Ngariboyo. 

Berdasarkan laporan BPBD Magetan, banjir terpantau di enam lokasi, mulai dari Jalan Kemasan di belakang SMKN 2 Magetan, kawasan Jalan Magetan–Gorang Gareng, Perempatan Ngariboyo, hingga Jalan Diponegoro Kelurahan Selosari. Satu rumah warga di Dukuh Panasan, Desa Mojopurno, tercatat mengalami dampak langsung dari tingginya genangan air.

Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Magetan, Eka Wahyudi, menegaskan bahwa faktor utama banjir bukan semata curah hujan tinggi. Ia menjelaskan bahwa petugas menemukan endapan sampah yang menghalangi aliran air di beberapa titik.

“Hujan memang deras, tetapi persoalan utamanya bukan itu. Kami lihat sendiri saluran irigasi dipenuhi sampah. Aliran air tersumbat dan akhirnya meluap ke jalan serta rumah warga,” ujarnya. 

Eka juga menambahkan bahwa kondisi ini seharusnya menjadi evaluasi penting bagi masyarakat dan pemerintah daerah. Menurutnya, penghargaan “Menuju Kota Bersih” bukan sekadar pencapaian seremonial, tetapi harus dibuktikan dengan perilaku warga sehari-hari. 

Image Not Found
BPBD sebut faktor utama drainase yang tak terawat, (3/3/2026), Foto : Kusnanto

“Kalau Magetan ingin tetap layak disebut kota bersih, kebiasaan membuang sampah sembarangan harus benar-benar diubah,” tegasnya.

Salah satu warga Kelurahan Selosari, Sigit Prayitno, mengaku kaget karena air naik begitu cepat setelah hujan turun sekitar satu jam. Ia memaparkan bahwa genangan itu jarang terjadi sebelumnya. 

“Biasanya air langsung mengalir, tapi tadi seperti tidak ada jalan keluarnya. Setelah dicek, ternyata salurannya penuh sampah plastik. Jelas saja airnya naik,” ungkapnya.

Laporan banjir pertama diterima Pusdalops BPBD sekitar pukul 18.50 WIB. Tim Reaksi Cepat bersama TNI, Polri, PMI, perangkat desa, serta warga sekitar bergerak cepat membuka saluran irigasi yang tersumbat.

Upaya tersebut membuat aliran air kembali normal, dan sekitar pukul 20.49 WIB, seluruh titik banjir dinyatakan surut.

BPBD mengimbau masyarakat untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan, terutama saluran air yang menjadi jalur pembuangan utama saat hujan intens. Eka menegaskan bahwa menjaga kebersihan drainase bukan hanya tugas petugas, tetapi tanggung jawab bersama. 

“Kalau saluran bersih, air hujan bisa langsung terbuang. Kami harap kesadaran masyarakat lebih meningkat agar kejadian seperti ini tidak terulang,” pungkas Eka. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • H+3 Lebaran, Harga Sayuran hingga Daging di Ngawi Naik! Pasokan Tersendat

    H+3 Lebaran, Harga Sayuran hingga Daging di Ngawi Naik! Pasokan Tersendat

    • calendar_month Senin, 23 Mar 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 136
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi — Memasuki hari ketiga Lebaran Idulfitri 2026, harga sejumlah bahan pangan di pasar tradisional di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, mengalami kenaikan signifikan. Lonjakan harga terutama terjadi pada komoditas sayuran, cabai, hingga daging. Pantauan di Pasar Besar Ngawi pada Senin (23/3/2026) menunjukkan hampir seluruh harga sayuran merangkak naik. Daun seledri misalnya, kini dijual […]

    Bagikan
  • Puluhan Anak-Anak Seru-seruan “Sinau Tani” dan Panen Semangka

    Puluhan Anak-Anak Seru-seruan “Sinau Tani” dan Panen Semangka

    • calendar_month Senin, 6 Okt 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 61
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Di tengah panas matahari pagi, tawa puluhan anak-anak riuh terdengar dari lahan pertanian seluas seratus meter persegi di Desa Singgahan, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun. Dengan tangan kecil yang berlumur tanah, mereka belajar menanam cabai, membuat pupuk organik, hingga memetik buah semangka matang langsung dari kebun. Kegiatan ini bukan sekedar bermain […]

    Bagikan
  • Petani Kentang Plaosan Terjepit, Panen Melimpah Tak Terserap Pabrik

    Petani Kentang Plaosan Terjepit, Panen Melimpah Tak Terserap Pabrik

    • calendar_month Rabu, 17 Sep 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 74
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Panen kentang di Plaosan, Kabupaten Magetan, yang biasanya membawa harapan besar bagi petani, justru berubah menjadi beban. Supriyono, petani asal Desa Pacalan, hanya bisa pasrah melihat kentang di lahannya mulai membusuk karena tidak kunjung diambil oleh pabrik mitra. “Lahan hampir satu hektare saya terancam sia-sia. Pabrik cuma menyerap sekitar 40 persen […]

    Bagikan
  • Pemkot Madiun Percepat Standarisasi SLHS untuk Seluruh SPPG

    Pemkot Madiun Percepat Standarisasi SLHS untuk Seluruh SPPG

    • calendar_month Rabu, 15 Okt 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 54
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun terus mendorong percepatan standarisasi Surat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah diresmikan. Dari tujuh SPPG yang telah berdiri, empat di antaranya kini dalam proses pengurusan SLHS melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat. Wakil Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun, menyampaikan bahwa proses […]

    Bagikan
  • Berulang Kali Mangsa Ternak, Damkar Kabupaten Madiun Evakuasi Ular Piton 3 Meter

    Berulang Kali Mangsa Ternak, Damkar Kabupaten Madiun Evakuasi Ular Piton 3 Meter

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 178
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Seekor ular piton sepanjang kurang lebih tiga meter dievakuasi petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Madiun setelah berulang kali memangsa hewan ternak warga di Kelurahan Munggut, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, Sabtu (14/2/2026) pagi. Kemunculan ular tersebut membuat warga sekitar resah. Hewan melata itu ditemukan berada di dalam kandang ayam milik warga dan […]

    Bagikan
  • Hari Donor Darah Sedunia, PMI Kota Madiun Targetkan 100 Pendonor

    Hari Donor Darah Sedunia, PMI Kota Madiun Targetkan 100 Pendonor

    • calendar_month Sabtu, 14 Jun 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 58
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Dalam rangka memperingati Hari Donor Darah Sedunia, Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Kota Madiun menggelar kegiatan donor darah yang terbuka untuk umum. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk menambah stok darah, tetapi juga sebagai bentuk ajakan kepada masyarakat untuk peduli terhadap sesama. dr. Ulfa Kusuma Dewi selaku dokter UTD PMI […]

    Bagikan
expand_less