
Sinergia | Ponorogo — Tim Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis) Polda Jawa Timur diterjunkan untuk menyelidiki penyebab kebakaran gudang farmasi RSUD dr Harjono Ponorogo yang terjadi pada Minggu (4/1/2026) petang. Pemeriksaan dilakukan pada Senin (5/1/2026) siang sekitar pukul 12.00 WIB.
Tim Inafis melakukan identifikasi secara menyeluruh di gedung gudang farmasi berlantai dua yang berada di lingkungan rumah sakit terbesar di Kabupaten Ponorogo tersebut. Dari hasil pemeriksaan sementara, kebakaran mengakibatkan kerusakan pada sekitar 25 hingga 30 persen ruangan di lantai satu dan dua.
Sejumlah berkas dokumen, resep, serta sebagian obat-obatan dilaporkan hangus terbakar. Namun demikian, sekitar 90 persen stok obat-obatan masih dalam kondisi aman sehingga pelayanan kesehatan kepada masyarakat tidak terganggu.
Kasatreskrim Polres Ponorogo, AKP Imam Mujali, mengatakan bahwa penyebab kebakaran sementara diduga akibat korsleting listrik. Meski demikian, kepolisian masih melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab pasti peristiwa tersebut.
“Sementara masih disimpulkan akibat korsleting listrik,tapi perlu pendalaman kembali, nanti kita kembangkan lagi, sedangkan yang terbakar tempat obat obatan,” ujar AKP Imam Mujali.
Hingga saat ini, aktivitas pelayanan di RSUD dr Harjono Ponorogo tetap berjalan normal. Pihak rumah sakit bersama kepolisian terus berkoordinasi untuk memastikan keamanan serta kelangsungan distribusi obat bagi pasien.(ega).