
Sinergia | Magetan – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-53 PDI Perjuangan dimanfaatkan DPC PDI Perjuangan Kabupaten Magetan sebagai momentum besar untuk membangun ulang kepercayaan publik sekaligus melakukan pembenahan struktural. Serangkaian kegiatan digelar di kantor DPC pada Sabtu (10/1/2026), diawali agenda yang sebenarnya direncanakan berupa upacara bendera.
Namun hujan yang mengguyur kawasan setempat membuat perubahan rencana. Sebagai gantinya, acara dimulai dengan ritual tumpengan sebagai simbol rasa syukur. Wakil Ketua Pemenangan, Joko Suyono, menjelaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan telah sesuai dengan jadwal hasil rapat pleno yang dipimpin Ketua DPC baru, Diana Sasa.
Menurutnya, momen HUT sekaligus menjadi tanda dimulainya reorganisasi kepengurusan periode lima tahunan. Ia menegaskan bahwa kepengurusan baru di bawah komando Diana Sasa kini mulai bekerja dan membuka ruang komunikasi dengan publik.
“Kami ingin memastikan bahwa struktur baru ini bergerak dengan solid, dan perlu saya luruskan bahwa saya bertugas sebagai ketua panitia, bukan ketua DPC,” ujar Joko.

Foto : Kusnanto -Sinergia
Sebagai bagian dari struktur kepengurusan baru, DPC menargetkan strategi politik yang lebih inklusif, khususnya dengan menggandeng generasi muda. “Kami ingin menjangkau semua elemen, terutama Gen Z dan generasi milenial. Mereka perlu mendapatkan pemahaman bahwa regenerasi itu penting. Tidak semua posisi akan dihuni orang yang sama selamanya, maka roda kaderisasi harus berputar,” ungkap Joko.
Ia menambahkan bahwa partai menyiapkan kader-kader muda agar mampu menjadi sosok yang progresif dan revolusioner. “Harapan kami, generasi muda dapat tumbuh menjadi kader ideologis yang mampu menjawab tantangan zaman,” tambahnya.
Salah satu pembahasan utama dalam konsolidasi adalah merosotnya perolehan kursi DPRD Magetan dalam beberapa periode pemilu. Joko mengakui dinamika tersebut menjadi catatan penting bagi partai. Ia memaparkan riwayat perolehan kursi yang terus menurun.
“Kami pernah berada di posisi yang sangat kuat dengan 21 kursi. Setelah itu turun menjadi 17, kemudian 11, lalu 8. Kemarin sempat mencoba naik lagi menjadi 10 kursi, tapi sebelum periode ini jumlahnya tinggal 6,” terang Joko.
DPC berkomitmen bekerja lebih keras untuk merebut kembali kursi yang hilang. “Kami belajar dari perjalanan ini. Semua dinamika menjadi bahan evaluasi. Kami akan berjuang melalui gotong royong seluruh kader dan dukungan masyarakat yang sejalan dengan kami,” tegasnya.(Nan/Krs).