Berita Terkini
light_mode
Trending Tags

Serabi Tradisional Ponorogo Tetap Bertahan di Tengah Gempuran Kuliner Modern

  • account_circle Ega Patria
  • calendar_month Sabtu, 24 Jan 2026
  • visibility 35
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
sentra serabi tradisional di Kerun Ayu, Desa Ploso Jenar, Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo. Foto : Ega-Sinergia

Sinergia | Ponorogo – Di tengah maraknya kuliner modern yang terus bermunculan, kue tradisional serabi Ponorogo masih bertahan dan tetap diminati masyarakat. Cita rasa khas yang gurih serta proses pembuatan yang masih mempertahankan cara tradisional menjadi daya tarik utama kuliner legendaris ini.

Salah satu sentra serabi tradisional berada di Kerun Ayu, Desa Ploso Jenar, Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo. Di tempat ini, serabi masih menjadi pilihan warga dari berbagai kalangan, baik untuk camilan harian maupun sajian berbuka puasa.

Endang Tatik, salah satu pembuat serabi mengaku telah menekuni usaha pembuatan serabi selama lebih dari 20 tahun. Usaha tersebut merupakan warisan keluarga yang terus dijaga hingga kini.

“Serabi Ponorogo berbeda dengan serabi dari daerah lain seperti Solo atau Bandung. Kalau di sana cenderung manis, serabi Ponorogo justru punya rasa gurih,” ujar Endang.

Image Not Found
pecinta kuliner menikmati serabi tradisional di Kerun Ayu, Desa Ploso Jenar, Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo. Foto : Ega-Sinergia

Menurut Endang, bahan yang digunakan untuk membuat serabi pun tergolong sederhana, yakni tepung beras, kelapa parut, dan garam. Dengan resep tradisional tersebut, ia mampu menghabiskan sekitar 20 liter adonan atau setara 40 adonan setiap harinya.

Proses memasak serabi juga masih menggunakan tungku kayu bakar. Cara ini diyakini dapat mempertahankan cita rasa khas sekaligus memperkuat nuansa tradisional dalam setiap sajian serabi yang dihasilkan.

Setelah matang, serabi dijual dengan harga Rp5.000 per porsi. Harga yang terjangkau dengan rasa yang otentik membuat serabi Ponorogo tetap digemari masyarakat.

Salah satu pengunjung, Mirda Naurinsya, mengaku menyukai serabi Ponorogo karena rasanya yang gurih serta teksturnya yang khas dibandingkan serabi dari daerah lain. “Rasanya gurih dan harganya cukup terjangkau. Apalagi teksturnya itu beda denga serapi dari daerah lain,” terangnya. Hingga kini, serabi Ponorogo tetap bertahan sebagai salah satu kuliner tradisional legendaris yang tak lekang oleh zaman, meski berada di tengah gempuran produk kuliner modern.(ega).

Bagikan
  • Penulis: Ega Patria

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkab Magetan Tingkatkan Kapasitas 235 Pengurus Koperasi Merah Putih Menuju Indonesia Emas 2045

    Pemkab Magetan Tingkatkan Kapasitas 235 Pengurus Koperasi Merah Putih Menuju Indonesia Emas 2045

    • calendar_month Senin, 3 Nov 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 14
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Pemerintah Kabupaten Magetan memberikan pelatihan peningkatan kapasitas bagi ratusan pengurus Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Kegiatan yang berlangsung mulai Senin (3/11/2025) ini mengusung tema “SDM dan Talenta Unggul Menuju Indonesia Emas 2045”. Pelatihan dilaksanakan secara bertahap selama 15 hari dan dibagi menjadi lima angkatan. Setiap angkatan diikuti oleh 100 […]

    Bagikan
  • Kejaksaan Buka Pasar Murah, 1.000 Sembako Murah Ludes

    Kejaksaan Buka Pasar Murah, 1.000 Sembako Murah Ludes

    • calendar_month Rabu, 19 Mar 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 5
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Madiun menggelar pasar murah yang diserbu oleh warga pada Rabu (19/03/2025). Dalam pasar murah di halaman kantor Kejari Kota Madiun ini disediakan sekitar 1.000 paket sembako murah. Terdiri dari minyak goreng dan beras. Dede Sutisna, Kepala Kejari Kota Madiun mengungkapkan pasar murah ini bagian dari kegiatan […]

    Bagikan
  • DPRD Magetan Minta Relokasi Pedagang Pasar Sayur Tidak Tergesa-gesa

    DPRD Magetan Minta Relokasi Pedagang Pasar Sayur Tidak Tergesa-gesa

    • calendar_month 55 menit yang lalu
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 4
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Magetan meminta Pemerintah Kabupaten Magetan berhati-hati dalam mengambil keputusan terkait rencana penataan dan relokasi pedagang Pasar Sayur Magetan. Dewan menilai, penataan pasar memang diperlukan, namun harus dilakukan tanpa mengganggu keberlangsungan ekonomi pedagang kecil. Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Magetan, Ritha, menyatakan bahwa keputusan Pemkab menunda […]

    Bagikan
  • Peserta KB MOW Curhat Kepada Bupati Madiun, Capek Punya Anak 4

    Peserta KB MOW Curhat Kepada Bupati Madiun, Capek Punya Anak 4

    • calendar_month Rabu, 21 Mei 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 4
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab Madiun – Seorang ibu rumah tangga bernama Dewi Triawati warga Desa Kare Kec Kare Kab Madiun mencurahkan uneg uneg kepada Bupati Madiun, Hari Wuryanto. Wanita berumur 42 tahun ini mengaku capek sudah memiliki 4 anak dan berniat mengikuti KB. “Saya sudah punya anak 4 Bapak. Sudah Capek,” ujar Dewi Triawati tersenyum malu. […]

    Bagikan
  • Soal Distribusi Beras SPHP, Bulog : Proses Administrasi dan Verifikasi Outlet

    Soal Distribusi Beras SPHP, Bulog : Proses Administrasi dan Verifikasi Outlet

    • calendar_month Senin, 28 Jul 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 8
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Perum Bulog Cabang Madiun mengakui distribusi beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di wilayah selatan Kabupaten Madiun belum merata. Hal ini disebabkan oleh proses administrasi dan verifikasi outlet pasar yang belum rampung. “Hingga hari ini, total beras SPHP yang sudah kami salurkan sebanyak 15.500 kilogram, tersebar di enam outlet […]

    Bagikan
  • 48 Personel Polres Magetan Terima Tanda Kehormatan Pengabdian Satya Lencana

    48 Personel Polres Magetan Terima Tanda Kehormatan Pengabdian Satya Lencana

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 13
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan — Sebanyak 48 personel Polres Magetan menerima Tanda Kehormatan Pengabdian Satya Lencana dari Pemerintah Republik Indonesia. Penganugerahan yang digelar di halaman Polres Magetan itu menjadi penanda perjalanan panjang puluhan anggota kepolisian yang selama bertahun-tahun berada di garda terdepan pelayanan publik dan penegakan hukum. Upacara dipimpin Wakapolres Magetan Kompol Dodik Wibowo, dan dihadiri […]

    Bagikan
expand_less