Berita Terkini
Trending Tags

Serabi Tradisional Ponorogo Tetap Bertahan di Tengah Gempuran Kuliner Modern

  • account_circle Ega Patria
  • calendar_month Sabtu, 24 Jan 2026
  • visibility 397
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
sentra serabi tradisional di Kerun Ayu, Desa Ploso Jenar, Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo. Foto : Ega-Sinergia

Sinergia | Ponorogo – Di tengah maraknya kuliner modern yang terus bermunculan, kue tradisional serabi Ponorogo masih bertahan dan tetap diminati masyarakat. Cita rasa khas yang gurih serta proses pembuatan yang masih mempertahankan cara tradisional menjadi daya tarik utama kuliner legendaris ini.

Salah satu sentra serabi tradisional berada di Kerun Ayu, Desa Ploso Jenar, Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo. Di tempat ini, serabi masih menjadi pilihan warga dari berbagai kalangan, baik untuk camilan harian maupun sajian berbuka puasa.

Endang Tatik, salah satu pembuat serabi mengaku telah menekuni usaha pembuatan serabi selama lebih dari 20 tahun. Usaha tersebut merupakan warisan keluarga yang terus dijaga hingga kini.

“Serabi Ponorogo berbeda dengan serabi dari daerah lain seperti Solo atau Bandung. Kalau di sana cenderung manis, serabi Ponorogo justru punya rasa gurih,” ujar Endang.

Image Not Found
pecinta kuliner menikmati serabi tradisional di Kerun Ayu, Desa Ploso Jenar, Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo. Foto : Ega-Sinergia

Menurut Endang, bahan yang digunakan untuk membuat serabi pun tergolong sederhana, yakni tepung beras, kelapa parut, dan garam. Dengan resep tradisional tersebut, ia mampu menghabiskan sekitar 20 liter adonan atau setara 40 adonan setiap harinya.

Proses memasak serabi juga masih menggunakan tungku kayu bakar. Cara ini diyakini dapat mempertahankan cita rasa khas sekaligus memperkuat nuansa tradisional dalam setiap sajian serabi yang dihasilkan.

Setelah matang, serabi dijual dengan harga Rp5.000 per porsi. Harga yang terjangkau dengan rasa yang otentik membuat serabi Ponorogo tetap digemari masyarakat.

Salah satu pengunjung, Mirda Naurinsya, mengaku menyukai serabi Ponorogo karena rasanya yang gurih serta teksturnya yang khas dibandingkan serabi dari daerah lain. “Rasanya gurih dan harganya cukup terjangkau. Apalagi teksturnya itu beda denga serapi dari daerah lain,” terangnya. Hingga kini, serabi Ponorogo tetap bertahan sebagai salah satu kuliner tradisional legendaris yang tak lekang oleh zaman, meski berada di tengah gempuran produk kuliner modern.(ega).

Bagikan
  • Penulis: Ega Patria

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bulog Intensifkan Penyaluran MinyaKita di Magetan, Pastikan Dijual Sesuai HET

    Bulog Intensifkan Penyaluran MinyaKita di Magetan, Pastikan Dijual Sesuai HET

    • calendar_month Senin, 6 Jul 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 199
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Libur sekolah yang biasanya menjadi momentum peningkatan kunjungan wisata belum sepenuhnya mampu mendongkrak jumlah wisatawan di kawasan Telaga Sarangan, Kabupaten Magetan. Hingga pertengahan masa liburan, jumlah pengunjung tercatat masih berada di bawah capaian periode yang sama tahun lalu. Berdasarkan data Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Magetan, jumlah wisatawan yang berkunjung […]

    Bagikan
  • Badai Hantam Maospati, Puluhan Rumah dan Masjid di Dukuh Sumber Rusak

    Badai Hantam Maospati, Puluhan Rumah dan Masjid di Dukuh Sumber Rusak

    • calendar_month Kamis, 25 Des 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 177
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Cuaca ekstrem melanda Kabupaten Magetan. Hujan deras yang berlangsung cukup lama disertai terpaan angin kencang menyebabkan kerusakan serius di Dukuh Sumber, Kelurahan Kraton, Kecamatan Maospati, pada Rabu (24/12/2025). Sejumlah rumah dan masjid dilaporkan mengalami kerusakan pada bagian atap. Suprianto (62), pemilik salah satu rumah yang terdampak, menceritakan bahwa hujan mulai turun […]

    Bagikan
  • Pemkot Madiun Targetkan Angka Harapan Hidup di Angka 80 Tahun

    Pemkot Madiun Targetkan Angka Harapan Hidup di Angka 80 Tahun

    • calendar_month Rabu, 28 Mei 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 164
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun bekerja sama dengan Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PP & PA) Kota Madiun menggelar kegiatan senam bersama dalam rangka memperingati Hari Lansia. Kegiatan ini diikuti oleh sebanyak 2.436 lansia dari seluruh wilayah Kota Madiun, Selasa (28/05/2025). Kegiatan ini juga turut dihadiri oleh Wali Kota […]

    Bagikan
  • TPA Baru Kabupaten Madiun Disepakati di Kawasan Alas Kamukti Makmur

    TPA Baru Kabupaten Madiun Disepakati di Kawasan Alas Kamukti Makmur

    • calendar_month Selasa, 22 Apr 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 275
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun — Lokasi baru Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kabupaten Madiun akhirnya disepakati. Lokasinya berada di kawasan hutan Alas Kamukti Makmur, Desa Blabakan, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur. Lahan seluas 24 hektare tersebut saat ini tengah dalam proses peninjauan oleh Cabang Dinas Kehutanan (CDK) Wilayah Madiun bersama Perhutani KPH Madiun. Peninjauan ini […]

    Bagikan
  • MRC Gelar Proclaro RockTrain di Madiun, Musik Rock Lintas Generasi Kembali Bergeliat

    MRC Gelar Proclaro RockTrain di Madiun, Musik Rock Lintas Generasi Kembali Bergeliat

    • calendar_month Minggu, 16 Agt 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 134
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun — Komunitas Madiun Rock City (MRC) menggelar event musik rock bertajuk Proclaro RockTrain di kawasan Bogowonto Culinary Center (BCC), Kota Madiun, Minggu (16/8/2026). Gelaran tersebut menjadi upaya menghidupkan kembali musik klasik rock sekaligus mempertemukan musisi lintas generasi. Proclaro merupakan singkatan dari Progresif Clasic Rock. Konsep RockTrain dipilih karena menyesuaikan identitas Kota Madiun sebagai […]

    Bagikan
  • Produksi Susu Magetan Merosot, Populasi Sapi Perah Turun Akibat PMK

    Produksi Susu Magetan Merosot, Populasi Sapi Perah Turun Akibat PMK

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 354
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Produksi susu sapi perah di Kabupaten Magetan terus menurun dalam beberapa tahun terakhir. Penurunan ini berkaitan erat dengan berkurangnya populasi ternak akibat serangan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang masih muncul hingga awal 2026. Selain jumlah ternak yang menyusut, sapi yang pernah terpapar PMK pun belum pulih sepenuhnya sehingga produktivitas susu […]

    Bagikan
expand_less