Berita Terkini
Trending Tags

Serabi Tradisional Ponorogo Tetap Bertahan di Tengah Gempuran Kuliner Modern

  • account_circle Ega Patria
  • calendar_month Sabtu, 24 Jan 2026
  • visibility 273
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
sentra serabi tradisional di Kerun Ayu, Desa Ploso Jenar, Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo. Foto : Ega-Sinergia

Sinergia | Ponorogo – Di tengah maraknya kuliner modern yang terus bermunculan, kue tradisional serabi Ponorogo masih bertahan dan tetap diminati masyarakat. Cita rasa khas yang gurih serta proses pembuatan yang masih mempertahankan cara tradisional menjadi daya tarik utama kuliner legendaris ini.

Salah satu sentra serabi tradisional berada di Kerun Ayu, Desa Ploso Jenar, Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo. Di tempat ini, serabi masih menjadi pilihan warga dari berbagai kalangan, baik untuk camilan harian maupun sajian berbuka puasa.

Endang Tatik, salah satu pembuat serabi mengaku telah menekuni usaha pembuatan serabi selama lebih dari 20 tahun. Usaha tersebut merupakan warisan keluarga yang terus dijaga hingga kini.

“Serabi Ponorogo berbeda dengan serabi dari daerah lain seperti Solo atau Bandung. Kalau di sana cenderung manis, serabi Ponorogo justru punya rasa gurih,” ujar Endang.

Image Not Found
pecinta kuliner menikmati serabi tradisional di Kerun Ayu, Desa Ploso Jenar, Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo. Foto : Ega-Sinergia

Menurut Endang, bahan yang digunakan untuk membuat serabi pun tergolong sederhana, yakni tepung beras, kelapa parut, dan garam. Dengan resep tradisional tersebut, ia mampu menghabiskan sekitar 20 liter adonan atau setara 40 adonan setiap harinya.

Proses memasak serabi juga masih menggunakan tungku kayu bakar. Cara ini diyakini dapat mempertahankan cita rasa khas sekaligus memperkuat nuansa tradisional dalam setiap sajian serabi yang dihasilkan.

Setelah matang, serabi dijual dengan harga Rp5.000 per porsi. Harga yang terjangkau dengan rasa yang otentik membuat serabi Ponorogo tetap digemari masyarakat.

Salah satu pengunjung, Mirda Naurinsya, mengaku menyukai serabi Ponorogo karena rasanya yang gurih serta teksturnya yang khas dibandingkan serabi dari daerah lain. “Rasanya gurih dan harganya cukup terjangkau. Apalagi teksturnya itu beda denga serapi dari daerah lain,” terangnya. Hingga kini, serabi Ponorogo tetap bertahan sebagai salah satu kuliner tradisional legendaris yang tak lekang oleh zaman, meski berada di tengah gempuran produk kuliner modern.(ega).

Bagikan
  • Penulis: Ega Patria

Rekomendasi Untuk Anda

  • Masuk Daerah Tertinggi ODGJ Pasung di Jatim, Dinsos Madiun Bantah : Itu Data Sudah Lama

    Masuk Daerah Tertinggi ODGJ Pasung di Jatim, Dinsos Madiun Bantah : Itu Data Sudah Lama

    • calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 280
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Dinas Sosial (Dinsos) Jawa Timur mencatat masih ada 252 orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang dipasung di berbagai wilayah di provinsi tersebut. Dari jumlah itu, Kabupaten Madiun menempati posisi kedua tertinggi dengan 24 kasus, setelah Kabupaten Sampang yang mencatat 27 kasus. Sementara Kabupaten Probolinggo berada di posisi ketiga dengan 19 kasus. […]

    Bagikan
  • Balon Udara Jatuh di Atap Rumah Warga Madiun, Lansia Panik, Warga Serbu Lokasi

    Balon Udara Jatuh di Atap Rumah Warga Madiun, Lansia Panik, Warga Serbu Lokasi

    • calendar_month Jumat, 6 Jun 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 122
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Tradisi menerbangkan balon udara tanpa awak dalam rangka Hari Raya Iduladha kembali menimbulkan keresahan warga. Insiden terbaru terjadi di Dusun Balungasri, Desa Sidorejo, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, Jumat (06/06/2025) pagi. Sebuah balon udara berukuran jumbo dilaporkan jatuh dan menimpa atap rumah milik seorang lansia bernama Suratun (68). Momen tersebut terekam […]

    Bagikan
  • Diduga Terpeleset, Remaja di Magetan Tenggelam ke Sungai, Pencarian Terkendala Arus Deras

    Diduga Terpeleset, Remaja di Magetan Tenggelam ke Sungai, Pencarian Terkendala Arus Deras

    • calendar_month Sabtu, 22 Nov 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 175
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Raditya Desta Nugroho (16) remaja asal Desa Pragak, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan meninggal dunia usai tenggelam di Sungai Gonggang di Desa Kediren, Kecamatan Lembeyan, Sabtu (22/11/2025) siang. Korban diduga terpeleset dan jatuh ke sungai. Insiden ini membuat warga sekitar terkejut mengingat lokasi sungai dikenal memiliki arus kuat serta kedalaman yang mencapai […]

    Bagikan
  • Hari Jadi Kab. Madiun ke-457, RSUD Caruban Fasilitasi Khitan Massal Gratis untuk 115 Anak

    Hari Jadi Kab. Madiun ke-457, RSUD Caruban Fasilitasi Khitan Massal Gratis untuk 115 Anak

    • calendar_month Senin, 7 Jul 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 170
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Caruban memfasilitasi khitan massal gratis bagi 115 anak dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-457 Kabupaten Madiun. Kegiatan sosial ini digelar pada Senin (07/07/2025) dan menjadi bagian dari rangkaian perayaan yang berlangsung sepanjang bulan Juli ini. Sebanyak 40 tenaga medis dikerahkan, termasuk dokter spesialis bedah dan […]

    Bagikan
  • Bupati Madiun, Hari Wur : Stok Bahan Pokok Aman, Harga Stabil

    Bupati Madiun, Hari Wur : Stok Bahan Pokok Aman, Harga Stabil

    • calendar_month Rabu, 12 Mar 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 96
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Bupati Madiun, Hari Wuryanto beserta jajaran Forkopimda Kabupaten Madiun dengan didampingi OPD Pemkab Madiun melakukan pengecekan stok dan harga bahan pokok pada Rabu (12/3/2025). Pengecekan dilakukan di 2 pasar tradisional yakni Pasar Pagotan dan Pasar Besar Caruban. Monitoring ini untuk memastikan ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat, termasuk harga yang terjangkau. […]

    Bagikan
  • Harga Cabai Rawit di Ngawi Menembus Rp120 Ribu per Kilogram, Warga Mengeluh Beban Belanja Saat Ramadan

    Harga Cabai Rawit di Ngawi Menembus Rp120 Ribu per Kilogram, Warga Mengeluh Beban Belanja Saat Ramadan

    • calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 234
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Harga cabai rawit di sejumlah pasar tradisional Kabupaten Ngawi melonjak tajam pada awal Ramadan. Di Pasar Besar Ngawi, komoditas ini kini dijual Rp120 ribu per kilogram, naik signifikan dari harga sebelumnya Rp95 ribu. Kenaikan tersebut membuat harga cabai setara dengan harga daging sapi yang juga berada di kisaran Rp120 ribu per […]

    Bagikan
expand_less