Progres Pembangunan KDKMP Magetan Terus Meningkat, Pencapaian Tertinggi Dalam Pemetaan Lahan
- account_circle Kusnanto
- calendar_month Senin, 26 Jan 2026
- visibility 23
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Magetan — Program pembangunan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Magetan menunjukkan perkembangan signifikan. Hingga 26 Januari 2026, Kodim 0804/Magetan mencatat sudah 162 titik desa/kelurahan masuk dalam progres pembangunan, meningkat dari 151 titik pada pekan sebelumnya.
Dandim 0804/Magetan, Letkol Inf Hasan Dasuki, menjelaskan bahwa sejumlah lokasi masih menjalani verifikasi lanjutan seperti penyesuaian lahan, keberadaan bangunan lama, hingga pemerataan area.
“Alhamdulillah minggu ketiga ini sudah bertambah menjadi 162 lokasi. Semuanya sedang berproses dan terus dilakukan pengecekan kelayakan,” ujar Hasan.
Dari ratusan titik tersebut, satu lokasi dinyatakan siap dilaunching sebagai tahap awal. Meski begitu, Kodim menargetkan percepatan pembangunan pada beberapa lokasi lain agar dapat menyusul.
“Tahap pertama masih satu titik. Namun kami berharap minggu ini bisa bertambah lagi. Target awal Februari minimal ada lebih dari sepuluh titik yang selesai seratus persen,” jelas Hasan.
Untuk mengejar target tersebut, pengerjaan dilakukan dengan penambahan tenaga tukang, peningkatan jam kerja melalui lembur terkendali, serta penggunaan teknisi sesuai spesifikasi—misalnya teknisi khusus untuk pemasangan atap.
Beberapa desa sebelumnya sempat mengalami polemik terkait lokasi pembangunan. Namun persoalan itu kini dinyatakan rampung melalui koordinasi lintas pihak.
“Permasalahan dapat diatasi berkat kolaborasi pemerintah daerah dan masyarakat. Pemindahan titik juga berjalan tertib,” tegas Hasan.
Ia menilai harmonisasi sosial dan tingginya dukungan warga membuat progres Magetan berjalan lebih cepat dibanding daerah lain.
Tingginya progres Magetan sempat dianggap sebagai “pencapaian tertinggi”, namun Hasan meluruskan bahwa yang dimaksud adalah pencapaian pemetaan lahan, bukan pembangunan fisik.
“Yang sudah terpetakan mencapai 95 persen atau 220 titik. Sedangkan pembangunan fisiknya baru 68 persen. Dua hal ini berbeda karena pembangunan tak bisa dimulai tanpa lokasi yang sudah diverifikasi,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa birokrasi verifikasi tidak bisa dipangkas sembarangan. Setelah pemetaan mencapai 95 persen, pembangunan akan dikejar hingga persentasenya menyamai jumlah lokasi yang telah dipetakan.
Dengan percepatan yang terus dilakukan, Hasan memproyeksikan tahap pembangunan KDKMP Magetan dapat tuntas maksimal dalam 90 hari ke depan, atau sekitar bulan April 2026.
“Semoga progres terus meningkat agar pemanfaatan fasilitas bisa segera dirasakan masyarakat,” pungkasnya.(Kus/Krs).
- Penulis: Kusnanto

