Berita Terkini
Trending Tags

Progres Pembangunan KDKMP Magetan Terus Meningkat, Pencapaian Tertinggi Dalam Pemetaan Lahan

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
  • visibility 58
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Koperasi Merah Putih Desa Cepoko, Foto : Kusnanto-Sinergia

Sinergia | Magetan — Program pembangunan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Magetan menunjukkan perkembangan signifikan. Hingga 26 Januari 2026, Kodim 0804/Magetan mencatat sudah 162 titik desa/kelurahan masuk dalam progres pembangunan, meningkat dari 151 titik pada pekan sebelumnya.

Dandim 0804/Magetan, Letkol Inf Hasan Dasuki, menjelaskan bahwa sejumlah lokasi masih menjalani verifikasi lanjutan seperti penyesuaian lahan, keberadaan bangunan lama, hingga pemerataan area.

“Alhamdulillah minggu ketiga ini sudah bertambah menjadi 162 lokasi. Semuanya sedang berproses dan terus dilakukan pengecekan kelayakan,” ujar Hasan.

Dari ratusan titik tersebut, satu lokasi dinyatakan siap dilaunching sebagai tahap awal. Meski begitu, Kodim menargetkan percepatan pembangunan pada beberapa lokasi lain agar dapat menyusul.

“Tahap pertama masih satu titik. Namun kami berharap minggu ini bisa bertambah lagi. Target awal Februari minimal ada lebih dari sepuluh titik yang selesai seratus persen,” jelas Hasan.

Untuk mengejar target tersebut, pengerjaan dilakukan dengan penambahan tenaga tukang, peningkatan jam kerja melalui lembur terkendali, serta penggunaan teknisi sesuai spesifikasi—misalnya teknisi khusus untuk pemasangan atap.

Beberapa desa sebelumnya sempat mengalami polemik terkait lokasi pembangunan. Namun persoalan itu kini dinyatakan rampung melalui koordinasi lintas pihak.

“Permasalahan dapat diatasi berkat kolaborasi pemerintah daerah dan masyarakat. Pemindahan titik juga berjalan tertib,” tegas Hasan.

Ia menilai harmonisasi sosial dan tingginya dukungan warga membuat progres Magetan berjalan lebih cepat dibanding daerah lain.

Tingginya progres Magetan sempat dianggap sebagai “pencapaian tertinggi”, namun Hasan meluruskan bahwa yang dimaksud adalah pencapaian pemetaan lahan, bukan pembangunan fisik.

“Yang sudah terpetakan mencapai 95 persen atau 220 titik. Sedangkan pembangunan fisiknya baru 68 persen. Dua hal ini berbeda karena pembangunan tak bisa dimulai tanpa lokasi yang sudah diverifikasi,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa birokrasi verifikasi tidak bisa dipangkas sembarangan. Setelah pemetaan mencapai 95 persen, pembangunan akan dikejar hingga persentasenya menyamai jumlah lokasi yang telah dipetakan.

Dengan percepatan yang terus dilakukan, Hasan memproyeksikan tahap pembangunan KDKMP Magetan dapat tuntas maksimal dalam 90 hari ke depan, atau sekitar bulan April 2026.

“Semoga progres terus meningkat agar pemanfaatan fasilitas bisa segera dirasakan masyarakat,” pungkasnya.(Kus/Krs).

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lagi, Petani di Madiun Tewas Tersengat Jebakan Tikus Listrik

    Lagi, Petani di Madiun Tewas Tersengat Jebakan Tikus Listrik

    • calendar_month Sabtu, 10 Mei 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 35
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Sarno (61) warga Desa Garon, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, ditemukan tewas di area persawahan setelah tersengat aliran listrik dari jebakan tikus. Peristiwa nahas itu terjadi pada Sabtu (10/5/2025) sekitar pukul 05.30 WIB. Saat itu, korban diduga terpeleset ketika hendak menanam padi di sawah milik warga bernama Supriyono. Menurut […]

    Bagikan
  • Tambang Ilegal di Jenangan Ponorogo Rusak Lahan dan Bantaran Sungai

    Tambang Ilegal di Jenangan Ponorogo Rusak Lahan dan Bantaran Sungai

    • calendar_month Sabtu, 13 Des 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 139
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Aktivitas pertambangan ilegal di Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, mulai dikeluhkan masyarakat. Selain merusak lahan perkebunan warga, aktivitas tersebut juga diduga mengganggu bantaran sungai akibat pengurukan yang dijadikan akses keluar masuk truk tambang. Hasil penelusuran di lapangan menunjukkan, area pertambangan ilegal berada di Desa Plalangan, Kecamatan Jenangan. Sejumlah titik lahan […]

    Bagikan
  • Okupansi Penumpang Baru 36 Persen di Angkutan Lebaran 2026, Ini Stimulus KAI Daop 7 Madiun

    Okupansi Penumpang Baru 36 Persen di Angkutan Lebaran 2026, Ini Stimulus KAI Daop 7 Madiun

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 96
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Bagi anda yang ingin mudik tidak perlu khawatir kehabisan tiket kereta api (KA), khususnya yang berada di wilayah KAI Daerah Operasional (Daop) 7 Madiun.  Berdasarkan data yang dihimpun pada Senin, 23 Februari 2026, pantauan okupansi penumpang di wilayah Daop 7 Madiun untuk masa Angkutan Lebaran (11 Maret – 1 April […]

    Bagikan
  • Plt Wali Kota Madiun Minta Target Pembangunan Tidak Melenceng dari Rencana

    Plt Wali Kota Madiun Minta Target Pembangunan Tidak Melenceng dari Rencana

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 91
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun memberikan peringatan keras kepada aparatur sipil negara (ASN) di lingkup Pemerintah Kota Madiun. Salah satunya terkait pemahaman terhadap arah pembangunan daerah hingga tingkat paling bawah. Hal itu ditegaskan, Bagus dalam Apel Kerja Pejabat dan ASN di halaman Balai Kota Madiun pada […]

    Bagikan
  • BPBD Magetan Petakan Titik Rawan Bencana, Fokus Pengawasan di Wilayah Dataran Tinggi

    BPBD Magetan Petakan Titik Rawan Bencana, Fokus Pengawasan di Wilayah Dataran Tinggi

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 36
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magetan memperkuat mitigasi bencana hidrometeorologi seiring meningkatnya intensitas hujan. Pemantauan difokuskan pada kawasan dataran tinggi yang memiliki potensi longsor lebih besar. Plt Kepala Pelaksana BPBD Magetan, Cahaya Wijaya, menjelaskan bahwa wilayah rawan bencana kini terbagi menjadi dua zona besar, yaitu daerah bawah dengan risiko banjir, […]

    Bagikan
  • Lagi, Kota Madiun Boyong Penghargaan ProKlim 2025

    Lagi, Kota Madiun Boyong Penghargaan ProKlim 2025

    • calendar_month Senin, 1 Des 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 27
    • 0Komentar

    Sinergia | Jakarta – Awal Desember 2025, Kota Madiun memborong penghargaan tingkat nasional. Tidak tanggung-tanggung, 3 RW di Kota Pecel mendapatkan penghargaan Program Komunitas untuk Iklim (ProKlim) tahun 2025. Lebih dari itu, Wali Kota Madiun Maidi juga mendapatkan apresiasi pembina ProKlim. Penghargaan diberikan Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup RI Hanif Faisol Nurofiq di […]

    Bagikan
expand_less