Warga Padas Tangkap Dua Anjing Liar Diduga Pemangsa Belasan Kambing
- account_circle Tova Pradana
- calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
- visibility 24
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Madiun – Warga Desa Padas, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, menangkap dua ekor anjing liar yang diduga menjadi pemangsa belasan kambing milik warga. Penangkapan dilakukan pada Selasa (27/1/2026), menyusul keresahan masyarakat akibat serangan hewan misterius yang terjadi dalam dua pekan terakhir.
Dua anjing berjenis kelamin betina tersebut ditangkap dalam kondisi hidup saat diduga hendak mencari mangsa kambing di dalam kandang warga. Demi menghindari risiko gigitan dan membahayakan keselamatan, warga mengikat kedua anjing itu sebelum membawanya ke rumah salah satu warga setempat untuk diamankan sementara.
Sebelumnya, warga di tiga desa—yakni Desa Padas, Desa Ngranget, dan Desa Segulung—mengeluhkan kemunculan hewan liar yang menyerang ternak kambing. Total sekitar 17 ekor kambing dilaporkan mengalami luka bekas gigitan, bahkan 10 ekor di antaranya mati dengan kondisi mengenaskan.
Bidang Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Wilayah I Madiun masih melakukan penelitian terhadap dua ekor anjing tersebut. Petugas akan memastikan apakah hewan itu merupakan anjing liar biasa, anjing domestik yang menjadi liar, atau anjing hutan jenis ajag.
Pengendali Ekosistem Hutan KSDA Wilayah I Madiun, Topo Budi, mengatakan bahwa berdasarkan pengamatan awal, kedua anjing tersebut diduga merupakan anjing domestik yang lama hidup di kawasan hutan sehingga memiliki sifat liar.

“Jejak kaki yang ditemukan di sekitar kandang warga juga mirip dengan jejak anjing lokal. Namun, kami masih perlu pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan jenisnya,” jelas Topo.
Sementara itu Camat Dagangan, Djoko Susilo, membenarkan adanya laporan kehilangan dan kematian ternak tersebut. Ia menyebut kejadian ini menimbulkan keresahan warga, khususnya para peternak kecil yang menggantungkan hidup dari ternak kambing.
“Serangan terjadi berulang dan membuat warga was was. Setelah dua anjing ini tertangkap, kami langsung berkoordinasi dengan pihak terkait untuk penanganan lebih lanjut,” ujar Djoko.
Setelah diamankan oleh warga, dua ekor anjing tersebut kemudian diserahkan dan dibawa ke Kantor BKSDA Wilayah I Madiun untuk penanganan dan observasi lanjutan. (Tov/Krs)
- Penulis: Tova Pradana

