Rabu, 21 Okt 2026
Trending Tags

Kejaksaan Tetapkan Ketua LKK Madiun Lor Tersangka Dugaan Penyimpangan Dana Penyertaan Modal

  • account_circle Kriswanto
  • calendar_month Jumat, 29 Agt 2025
  • visibility 148
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Tersangka Kasus dugaan penyelewengan dana Lembaga Keuangan Kelurahan (LKK) di gelandang, Foto : Surya – Sinergia

Sinergi | Kota Madiun – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Madiun menetapkan sekaligus menahan seorang tersangka dalam kasus dugaan penyelewengan dana Lembaga Keuangan Kelurahan (LKK), Jumat (29/08/2025).

Langkah hukum ini dilakukan setelah tim penyidik memeriksa lebih dari 20 orang saksi, melakukan penggeledahan di sejumlah lokasi, serta menyita berbagai dokumen dan barang bukti yang berkaitan dengan perkara tersebut.

Kasi Pidsus Kejari Kota Madiun, Arfan Halim, mengungkapkan bahwa tersangka yang dimaksud adalah Purnoko Ade alias Ipung, Ketua LKK Wijayakusuma di Kelurahan Madiun Lor. Berdasarkan hasil audit Inspektorat Kota Madiun, Ipung diduga menimbulkan kerugian keuangan negara mencapai Rp 620.298.603 juta.

“Penetapan ini dilakukan setelah bukti yang terkumpul dinilai cukup kuat, termasuk hasil gelar perkara. Tersangka resmi ditahan selama 20 hari, terhitung mulai 29 Agustus hingga 17 September 2025,” jelas Arfan.

Kasus ini bermula dari pengelolaan dana penyertaan modal yang diberikan oleh Disnaker-KUKM sejak 2019 hingga 2025. Modus yang digunakan, tersangka memberikan pinjaman kredit tanpa jaminan yang layak dan tidak sesuai dengan aturan wali kota.

“Seharusnya pinjaman diberikan kepada warga kurang mampu yang memiliki usaha mikro. Namun, realitanya dana justru disalurkan ke masyarakat umum yang tidak memenuhi kriteria,” tambah Arfan.

Tak hanya itu, proses analisa kredit juga diabaikan. Akibatnya, penyaluran dana tidak tepat sasaran dan memicu tingginya angka kredit macet.

“Seharusnya ada rancangan kerja dan rencana anggaran yang jelas. Namun, dokumen itu tidak pernah dibuat. Dampaknya, di beberapa periode pendapatan menurun, sementara biaya operasional justru membengkak,” terang Arfan.

Menurutnya, pengeluaran operasional yang tidak wajar itu dinilai sebagai tindakan melawan hukum dan menjadi salah satu dasar perhitungan kerugian negara oleh Inspektorat.

Surya Wibawa – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Kriswanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Angka Keluarga Miskin di Madiun Masih Tinggi, Masih Ada Keluarga Belum Nikmati Aliran Listrik

    Angka Keluarga Miskin di Madiun Masih Tinggi, Masih Ada Keluarga Belum Nikmati Aliran Listrik

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 410
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Prosentase penduduk miskin di Kabupaten Madiun tercatat menurun menjadi 10,40 persen pada Maret 2025 atau setara 71,59 ribu jiwa. Meski begitu jumlah tersebut masih tergolong tinggi sehingga diperlukan terobosan dalam upaya pengentasan kemiskinan pada 2026 hingga 2027. Data tersebut disampaikan dalam Forum Konsultasi Publik  Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah Kabupaten […]

    Bagikan
  • Kota Madiun Sabet Penghargaan Smart Branding Terbaik Kedua di ISNA 2025

    Kota Madiun Sabet Penghargaan Smart Branding Terbaik Kedua di ISNA 2025

    • calendar_month Senin, 10 Nov 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 238
    • 0Komentar

    Sinergia | Tangerang Selatan – Kota Madiun kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Dalam ajang Indonesia Smart Nation Awards (ISNA) 2025 yang digelar oleh PT Citi Asia Internasional (Citiasia), Kota Pecel berhasil meraih penghargaan Smart City kategori Smart Branding terbaik kedua. Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Wali Kota Madiun, Maidi, dalam acara puncak yang berlangsung […]

    Bagikan
  • Makin Semrawut, Pemkot Madiun Tertibkan Kabel Fiber Optik

    Makin Semrawut, Pemkot Madiun Tertibkan Kabel Fiber Optik

    • calendar_month Kamis, 11 Des 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 286
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Upaya penataan Kota Madiun terus dimasifkan. Salah satunya melalui penertiban jaringan kabel udara yang selama ini tampak semrawut di sejumlah ruas jalan. Diskominfo Kota Madiun bersama Dinas Perkim, Satpol PP, dan Dishub turun langsung melakukan penertiban kabel fiber optic yang dinilai mengganggu estetika kota. Kegiatan penertiban berlangsung di kawasan Tugu […]

    Bagikan
  • Pembangunan Rest Area Saradan Masih Tahap Kajian, KAI Daop 7 Madiun Tunggu Hasil Teknis

    Pembangunan Rest Area Saradan Masih Tahap Kajian, KAI Daop 7 Madiun Tunggu Hasil Teknis

    • calendar_month Sabtu, 11 Okt 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 169
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun memastikan rencana pembangunan rest area di kawasan perbatasan Madiun–Nganjuk, tepatnya di Desa Pajaran, Kecamatan Saradan, masih dalam tahap kajian teknis dan perencanaan. Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Rokhmad Makin Zainul, mengatakan proses awal pembangunan telah dimulai melalui survei lapangan […]

    Bagikan
  • Ratusan Napi Lapas Madiun Terima Remisi HUT ke-80 RI, 20 WBP Langsung Bebas

    Ratusan Napi Lapas Madiun Terima Remisi HUT ke-80 RI, 20 WBP Langsung Bebas

    • calendar_month Minggu, 17 Agt 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 210
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, ratusan warga binaan di Lapas Pemuda dan Lapas Kelas I Madiun memperoleh remisi, Minggu (17/08/2025). Tercatat sebanyak 848 orang menerima Remisi Umum (RU), sementara 909 lainnya mendapatkan Remisi Dasawarsa (RD). Dari jumlah tersebut, 20 orang langsung menghirup udara bebas setelah masa […]

    Bagikan
  • Monyet Legendaris Warung Puncak Gunung Lawu, Keluarga Mbok Yem Upayakan Temon Kembali

    Monyet Legendaris Warung Puncak Gunung Lawu, Keluarga Mbok Yem Upayakan Temon Kembali

    • calendar_month Kamis, 5 Jun 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 538
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Kepergian Mbok Yem, pemilik warung legendaris di puncak Gunung Lawu, meninggalkan sosok monyet jantan bernama Temon, hewan peliharaan yang setia menemani beliau selama bertahun-tahun. Kini, pasca wafatnya Mbok Yem pada 23 April 2025 lalu, keberadaan Temon justru menjadi sumber polemik. Monyet yang selama ini menjadi daya tarik para pendaki di […]

    Bagikan
expand_less