Berita Terkini
light_mode
Trending Tags

Kerajinan Kulit Ecoprint Asal Magetan Tembus Pasar Global, Omzet Puluhan Juta per Bulan

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
  • visibility 176
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Kerajinan Kulit Ecoprint Asal Magetan Tembus Pasar Global. Foto : Kusnanto-Sinergia

Sinergia | Magetan – Kabupaten Magetan tak hanya dikenal dengan panorama alamnya, tetapi juga memiliki potensi besar di sektor industri kreatif. Salah satunya datang dari kerajinan kulit bermotif ecoprint yang kini mulai mencuri perhatian pasar nasional hingga internasional.

Teknik ecoprint yang lazim diterapkan pada kain, di tangan pengrajin Magetan justru dikembangkan pada media kulit sapi dan domba. Metode pewarnaan ramah lingkungan ini memanfaatkan jejak alami dari daun, bunga, maupun batang tanaman melalui proses penguapan, sehingga menghasilkan motif yang unik, eksklusif, serta berbeda di setiap produk.

Salah satu pelaku usaha yang konsisten mengembangkan teknik tersebut adalah Tarni, pemilik galeri Tarnie’s Leather di Kelurahan Tawanganom, Kecamatan Magetan Kota. Dari rumah produksinya, berbagai produk kulit ecoprint dihasilkan, mulai dari dompet, tas, jaket, topi, sepatu, hingga sandal.

Meski sebagian proses dikerjakan mandiri, Tarni juga menggandeng pengrajin lokal lainnya di Magetan, baik pembuat dompet kulit maupun pengolah kulit mentah menjadi bahan ecoprint. Kolaborasi ini sekaligus memperluas dampak ekonomi bagi perajin setempat.

Minat masyarakat terhadap produk tersebut kian meningkat, terlebih menjelang Hari Raya Idul Fitri. Salah satu pengunjung, Shasta Ariani, mengaku terpikat setelah melihat langsung koleksi yang dipajang di galeri.

“Saya pilih sling bag HP dua ruang karena simpel. Rencananya dipakai sendiri, tapi nanti mau cari lagi buat hadiah ibu atau adik. Cocok juga buat persiapan Lebaran,” ujarnya.

Menurut Shasta, harga produk terbilang terjangkau dengan variasi model yang luas.

“Harganya variatif dan masih ramah di kantong. Modelnya selalu update, dipakai remaja sampai orang tua juga cocok. Jahitannya rapi dan kualitasnya bagus,” tambahnya.

Ia juga menyebut motif ecoprint menjadi alasan utama memilih produk tersebut.

“Setiap motif itu beda, limited edition. Saya suka yang unik-unik, makanya pilih ecoprint,” katanya.

Image Not Found
Kerajinan Kulit Ecoprint Asal Magetan Tembus Pasar Global. Foto : Kusnanto-Sinergia

Tarni menuturkan, usaha ini bermula dari eksperimennya menerapkan ecoprint pada kulit pada awal 2022. Awalnya, penjualan hanya dilakukan secara daring melalui media sosial.

“Dulu cuma jual online lewat Instagram dan Facebook. Lama-lama pembeli yang lewat Magetan atau Sarangan mampir, akhirnya saya buka galeri,” jelasnya.

Kini, hampir seluruh produknya tersedia dalam stok siap jual, mulai dari dompet hingga tas ransel dan jaket kulit. Harga produk pun bervariasi.

“Dompet mulai sekitar Rp150 ribu sampai Rp350 ribu. Tas dari Rp250 ribu, yang besar untuk laptop 14 inci masih di bawah Rp1 juta,” ungkap Tarni.

Sekitar 98 persen penjualan masih dilakukan secara online dengan jaringan reseller ke berbagai daerah seperti Jakarta, Bali, dan Yogyakarta. Bahkan, produknya telah merambah pasar luar negeri.

“Sudah kirim ke Malaysia, Hong Kong, Turki, New York, Prancis, sampai Swiss,” ujarnya.

Dari aktivitas tersebut, omzet bulanannya cukup signifikan. “Rata-rata di atas Rp35 juta per bulan. Kalau pesanan besar bisa sampai Rp60 juta, apalagi menjelang Ramadan dan Lebaran,” tambahnya.

Selain menonjolkan keindahan motif alami, Tarni terus berinovasi dengan mengombinasikan kulit ecoprint dengan anyaman rotan dan kain tenun.

“Ini supaya mengangkat nilai heritage Indonesia. Orang luar negeri suka motif alam dan produk handmade yang menunjukkan identitas budaya,” katanya.

Ke depan, ia juga berencana membuka cabang galeri baru di Jawa Tengah, tepatnya di kawasan Jalan Raya Semarang–Purwodadi, guna memperluas jangkauan pasar.

“Insya Allah bulan ini buka, perizinan sudah siap. Jadi masyarakat di Jawa Tengah bisa lebih mudah datang langsung,” pungkasnya.

Dengan kreativitas, kolaborasi, serta sentuhan kearifan lokal, kerajinan kulit ecoprint asal Magetan kini tak lagi sekadar produk daerah, tetapi telah menjelma menjadi komoditas kreatif yang mampu bersaing di panggung global.(Kusnanto).

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Kris/Byg

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polres Magetan Ungkap 157 Kasus Kriminal, Penyelesaian Perkara Capai 88 Persen

    Polres Magetan Ungkap 157 Kasus Kriminal, Penyelesaian Perkara Capai 88 Persen

    • calendar_month Selasa, 30 Des 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 12
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Polres Magetan menutup rangkaian kegiatan 2025 dengan menggelar konferensi pers rilis akhir tahun di Aula Pesat Gatra, Senin (29/12/2025). Kapolres Magetan AKBP Raden Erik Bangun Prakasa memimpin langsung kegiatan yang turut dihadiri para Pejabat Utama (PJU) Polres Magetan. Dalam pemaparan kinerja, Kapolres menyebut bahwa jajaran Satreskrim dan Polsek selama tahun 2025 […]

    Bagikan
  • PAD Pariwisata Magetan 2025 Tak Capai Target, Forum Rumah Kita Desak Audit Total Pengelolaan

    PAD Pariwisata Magetan 2025 Tak Capai Target, Forum Rumah Kita Desak Audit Total Pengelolaan

    • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 10
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kegagalan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata Kabupaten Magetan pada tahun 2025 mendapat sorotan tajam dari Forum Keterbukaan Informasi dan Transparansi Anggaran Rumah Kita. Di tengah meningkatnya jumlah wisatawan yang menembus lebih dari satu juta pengunjung, realisasi PAD justru tidak beranjak dari angka sebelumnya dan kembali gagal mencapai target. Situasi ini, […]

    Bagikan
  • Terjebak Di Dalam Sumur Sawah Sedalam 5 Meter, Kakek 66 Tahun Di Ngawi Ditemukan Selamat

    Terjebak Di Dalam Sumur Sawah Sedalam 5 Meter, Kakek 66 Tahun Di Ngawi Ditemukan Selamat

    • calendar_month Jumat, 16 Jan 2026
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 12
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Peristiwa penuh haru sekaligus menegangkan terjadi di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Seorang kakek berusia 66 tahun yang sempat dinyatakan hilang sejak Kamis (15/1/2026) sore, ditemukan selamat pada Jum’at (16/1/2026) pagi. Harjo Suwito terjebak semalaman di dasar sumur sawah sedalam sekitar lima meter. Warga yang menyaksikan evakuasi dibuat terkejut karena sebelumnya mengira […]

    Bagikan
  • Masjid Al Basyariyah Madiun Ramai Didatangi Jamaah di Penghujung Ramadan

    Masjid Al Basyariyah Madiun Ramai Didatangi Jamaah di Penghujung Ramadan

    • calendar_month Kamis, 27 Mar 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 3
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Setiap penghujung bulan Ramadan, ribuan umat Islam dari berbagai daerah menyempatkan berkunjung ke Masjid Al Basyariyah, Desa Sewulan, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, Kamis dinihari (27/3/2025).   Ribuan jamaah datang untuk menunaikan Sholat Lail dalam suasana hening dan penuh kekhusyukan. Begitu imam bersiap memulai ibadah, seluruh lampu di area masjid dipadamkan, menciptakan […]

    Bagikan
  • Tambang Ilegal di Jenangan Ponorogo Rusak Lahan dan Bantaran Sungai

    Tambang Ilegal di Jenangan Ponorogo Rusak Lahan dan Bantaran Sungai

    • calendar_month Sabtu, 13 Des 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 23
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Aktivitas pertambangan ilegal di Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, mulai dikeluhkan masyarakat. Selain merusak lahan perkebunan warga, aktivitas tersebut juga diduga mengganggu bantaran sungai akibat pengurukan yang dijadikan akses keluar masuk truk tambang. Hasil penelusuran di lapangan menunjukkan, area pertambangan ilegal berada di Desa Plalangan, Kecamatan Jenangan. Sejumlah titik lahan […]

    Bagikan
  • SPMB 2025 Segera Berakhir, SDN Wayut 01 Belum Dapat Murid

    SPMB 2025 Segera Berakhir, SDN Wayut 01 Belum Dapat Murid

    • calendar_month Senin, 16 Jun 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 7
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Empat hari sebelum penutupan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), SDN Wayut 01 Kabupaten Madiun belum menerima satu murid pun. Pihak sekolah hingga kini terus berupaya menarik minat masyarakat untuk menyekolahkan anak-anak mereka di sekolah tersebut. Kepala Sekolah Sri Hartatik mengatakan, berbagai strategi dilakukan, mulai dari memasang banner hingga mempercantik lingkungan […]

    Bagikan
expand_less