Berita Terkini
Trending Tags

Kerajinan Kulit Ecoprint Asal Magetan Tembus Pasar Global, Omzet Puluhan Juta per Bulan

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
  • visibility 570
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Kerajinan Kulit Ecoprint Asal Magetan Tembus Pasar Global. Foto : Kusnanto-Sinergia

Sinergia | Magetan – Kabupaten Magetan tak hanya dikenal dengan panorama alamnya, tetapi juga memiliki potensi besar di sektor industri kreatif. Salah satunya datang dari kerajinan kulit bermotif ecoprint yang kini mulai mencuri perhatian pasar nasional hingga internasional.

Teknik ecoprint yang lazim diterapkan pada kain, di tangan pengrajin Magetan justru dikembangkan pada media kulit sapi dan domba. Metode pewarnaan ramah lingkungan ini memanfaatkan jejak alami dari daun, bunga, maupun batang tanaman melalui proses penguapan, sehingga menghasilkan motif yang unik, eksklusif, serta berbeda di setiap produk.

Salah satu pelaku usaha yang konsisten mengembangkan teknik tersebut adalah Tarni, pemilik galeri Tarnie’s Leather di Kelurahan Tawanganom, Kecamatan Magetan Kota. Dari rumah produksinya, berbagai produk kulit ecoprint dihasilkan, mulai dari dompet, tas, jaket, topi, sepatu, hingga sandal.

Meski sebagian proses dikerjakan mandiri, Tarni juga menggandeng pengrajin lokal lainnya di Magetan, baik pembuat dompet kulit maupun pengolah kulit mentah menjadi bahan ecoprint. Kolaborasi ini sekaligus memperluas dampak ekonomi bagi perajin setempat.

Minat masyarakat terhadap produk tersebut kian meningkat, terlebih menjelang Hari Raya Idul Fitri. Salah satu pengunjung, Shasta Ariani, mengaku terpikat setelah melihat langsung koleksi yang dipajang di galeri.

“Saya pilih sling bag HP dua ruang karena simpel. Rencananya dipakai sendiri, tapi nanti mau cari lagi buat hadiah ibu atau adik. Cocok juga buat persiapan Lebaran,” ujarnya.

Menurut Shasta, harga produk terbilang terjangkau dengan variasi model yang luas.

“Harganya variatif dan masih ramah di kantong. Modelnya selalu update, dipakai remaja sampai orang tua juga cocok. Jahitannya rapi dan kualitasnya bagus,” tambahnya.

Ia juga menyebut motif ecoprint menjadi alasan utama memilih produk tersebut.

“Setiap motif itu beda, limited edition. Saya suka yang unik-unik, makanya pilih ecoprint,” katanya.

Image Not Found
Kerajinan Kulit Ecoprint Asal Magetan Tembus Pasar Global. Foto : Kusnanto-Sinergia

Tarni menuturkan, usaha ini bermula dari eksperimennya menerapkan ecoprint pada kulit pada awal 2022. Awalnya, penjualan hanya dilakukan secara daring melalui media sosial.

“Dulu cuma jual online lewat Instagram dan Facebook. Lama-lama pembeli yang lewat Magetan atau Sarangan mampir, akhirnya saya buka galeri,” jelasnya.

Kini, hampir seluruh produknya tersedia dalam stok siap jual, mulai dari dompet hingga tas ransel dan jaket kulit. Harga produk pun bervariasi.

“Dompet mulai sekitar Rp150 ribu sampai Rp350 ribu. Tas dari Rp250 ribu, yang besar untuk laptop 14 inci masih di bawah Rp1 juta,” ungkap Tarni.

Sekitar 98 persen penjualan masih dilakukan secara online dengan jaringan reseller ke berbagai daerah seperti Jakarta, Bali, dan Yogyakarta. Bahkan, produknya telah merambah pasar luar negeri.

“Sudah kirim ke Malaysia, Hong Kong, Turki, New York, Prancis, sampai Swiss,” ujarnya.

Dari aktivitas tersebut, omzet bulanannya cukup signifikan. “Rata-rata di atas Rp35 juta per bulan. Kalau pesanan besar bisa sampai Rp60 juta, apalagi menjelang Ramadan dan Lebaran,” tambahnya.

Selain menonjolkan keindahan motif alami, Tarni terus berinovasi dengan mengombinasikan kulit ecoprint dengan anyaman rotan dan kain tenun.

“Ini supaya mengangkat nilai heritage Indonesia. Orang luar negeri suka motif alam dan produk handmade yang menunjukkan identitas budaya,” katanya.

Ke depan, ia juga berencana membuka cabang galeri baru di Jawa Tengah, tepatnya di kawasan Jalan Raya Semarang–Purwodadi, guna memperluas jangkauan pasar.

“Insya Allah bulan ini buka, perizinan sudah siap. Jadi masyarakat di Jawa Tengah bisa lebih mudah datang langsung,” pungkasnya.

Dengan kreativitas, kolaborasi, serta sentuhan kearifan lokal, kerajinan kulit ecoprint asal Magetan kini tak lagi sekadar produk daerah, tetapi telah menjelma menjadi komoditas kreatif yang mampu bersaing di panggung global.(Kusnanto).

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Kris/Byg

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pria Magetan Tega Gauli Adik Tiri Puluhan Kali, Aksinya Direkam!

    Pria Magetan Tega Gauli Adik Tiri Puluhan Kali, Aksinya Direkam!

    • calendar_month Selasa, 2 Des 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 259
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Jajaran Satreskrim Polres Magetan berhasil mengamankan DN (24), seorang pria yang tega menyetubuhi adik tirinya sendiri, LJ (18), puluhan kali selama empat tahun terakhir. Kasus ini mencuat setelah video pengakuan korban viral di media sosial. “Pelaku telah melakukan aksi bejatnya sejak tahun 2021, dengan pengakuan lebih dari 20 kali persetubuhan,” ungkap […]

    Bagikan
  • Arum Sari Florist Banjir Pesanan Karangan Bunga Jelang Pelantikan Kepala Daerah

    Arum Sari Florist Banjir Pesanan Karangan Bunga Jelang Pelantikan Kepala Daerah

    • calendar_month Jumat, 7 Feb 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 222
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pelantikan serentak bagi Kepala Daerah terpilih yang tidak bersengketa di Mahkamah Konstitusi (MK) telah ditetapkan tanggal 20 Februari 2025. Termasuk bagi daerah yang terdapat gugatan di MK namun telah memiliki ketetapan MK dengan hasil dismissal atau tidak dilanjutkan ke persidangan pembuktian, maka bisa mengusulkan mengikuti pelantikan serentak pada tanggal 20 […]

    Bagikan
  • Dua Pekerja di Madiun Tewas Tersetrum Saat Perbaiki Kabel Pompa Sawah 

    Dua Pekerja di Madiun Tewas Tersetrum Saat Perbaiki Kabel Pompa Sawah 

    • calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 332
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Dua pekerja bajak sawah di Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, meninggal dunia akibat tersengat aliran listrik saat hendak memperbaiki sambungan kabel pompa submersible, Sabtu (21/2/2026). Peristiwa nahas itu menimpa Yoni Asmoro (45) dan Puji Utomo (47) warga setempat. Keduanya tewas di lokasi kejadian setelah tersetrum kabel yang diduga masih bertegangan […]

    Bagikan
  • Pemkot Madiun Siapkan Lahan 6 Hektar untuk Sekolah Rakyat, Tunggu Persetujuan Kemensos RI

    Pemkot Madiun Siapkan Lahan 6 Hektar untuk Sekolah Rakyat, Tunggu Persetujuan Kemensos RI

    • calendar_month Kamis, 23 Jul 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 98
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun mengusulkan lahan seluas sekitar 6 hektare di kawasan Jalan Tirta Raya Kelurahan Nambangan Lor Kecamatan Manguharjo sebagai lokasi pembangunan gedung Sekolah Rakyat. Usulan tersebut disampaikan setelah dua lokasi yang sebelumnya diajukan dinilai belum memenuhi persyaratan dari Kementerian Sosial (Kemensos). Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun, F. Bagus […]

    Bagikan
  • Kemenag Ponorogo Genjot Pembuatan Paspor Jemaah Haji 2026, 226 Orang Terlayani Hingga Akhir September

    Kemenag Ponorogo Genjot Pembuatan Paspor Jemaah Haji 2026, 226 Orang Terlayani Hingga Akhir September

    • calendar_month Rabu, 1 Okt 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 139
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Ponorogo intensif melakukan verifikasi dan fasilitasi pembuatan paspor bagi calon jemaah haji 2026. Hingga akhir September, tercatat 226 jemaah telah dibantu pembuatan paspor dalam dua gelombang kegiatan yang digelar di wilayah setempat. “Bulan lalu kami melakukan verifikasi terhadap kesediaan jemaah. Untuk menindaklanjuti, sampai akhir September kami […]

    Bagikan
  • Diduga Mengantuk, Mobil Brio Tabrak Bus Harapan Jaya di Ponorogo

    Diduga Mengantuk, Mobil Brio Tabrak Bus Harapan Jaya di Ponorogo

    • calendar_month Rabu, 17 Jun 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 259
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Kecelakaan adu banteng antara mobil Honda Brio dan Bus PO Harapan Jaya terjadi di jalur Ponorogo-Trenggalek, tepatnya di Desa Madusari, Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo, Rabu (17/6/2026) sore. Akibat kecelakaan tersebut, pengemudi Honda Brio bernama Unan Dhika Dewi, 33 tahun, warga Desa Sragi, Kecamatan Sukorejo, Ponorogo, mengalami luka serius dan harus dilarikan […]

    Bagikan
expand_less