Jambore MTB 2026 di Magetan Gerakkan Ekonomi Hingga Rp2,1 Miliar
- account_circle Kusnanto
- calendar_month Senin, 9 Feb 2026
- visibility 51
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Magetan – Gelaran Jambore MTB 2026 yang berlangsung di Kabupaten Magetan tidak hanya menjadi ajang silaturahmi para komunitas sepeda gunung, tetapi juga memicu perputaran uang dalam jumlah besar. Kegiatan yang digelar di C1000 Bike Park, Cemoro Sewu, Kecamatan Plaosan, Minggu (8/2/2026), tercatat menghadirkan 2.100 peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
Besarnya jumlah peserta tersebut menjadi potensi ekonomi tersendiri bagi Magetan, terutama bagi sektor UMKM, kuliner, penyedia akomodasi, dan jasa pendukung.
Perwakilan panitia, Agus Sukri, menjelaskan bahwa tiap peserta umumnya membelanjakan uang untuk kebutuhan transportasi, makan-minum, penginapan, hingga membeli produk lokal. Dari perhitungan kasar, perputaran uang diprediksi mencapai miliaran rupiah.
“Dengan jumlah peserta 2.100 orang, rata-rata pengeluaran mereka sekitar satu juta rupiah. Artinya, ada sekitar Rp2,1 miliar yang berputar di Magetan dari aktivitas ini,” ungkap Agus.
Ia menambahkan bahwa penyelenggaraan Jambore MTB memang selalu diarahkan ke daerah yang memiliki potensi wisata, sehingga efek ekonominya bisa terasa oleh masyarakat setempat.
“Konsep kami, lokasi start harus berada di kawasan wisata. Dengan begitu, kegiatan ini tidak hanya menjadi event olahraga, tetapi juga mendukung promosi dan ekonomi daerah,” jelasnya.

Bupati Magetan, Nanik Endang Rusminiarti, menyebut bahwa dampak ekonomi adalah salah satu alasan penting mengapa Magetan terus membuka diri menjadi tuan rumah kegiatan berskala nasional. Selain itu, peserta berkesempatan melihat langsung keindahan alam Magetan yang dapat mendorong kunjungan wisata lanjutan.
“Kami berterima kasih kepada panitia yang memilih Magetan sebagai lokasi Jambore MTB keempat. Peserta datang dari berbagai daerah, bahkan luar pulau, sehingga membawa manfaat besar bagi pergerakan ekonomi masyarakat,” kata Bupati Nanik.
Ia berharap momentum tersebut juga menjadi ajang promosi wisata yang berkelanjutan.
“Ketika mereka kembali ke daerahnya, kami berharap cerita dan pengalaman mereka selama di Magetan dapat menarik lebih banyak wisatawan untuk datang,” tambahnya.
Selain potensi ekonomi, para peserta juga dimanjakan dengan jalur ekstrem Gunung Lawu. Trek sepanjang 25 kilometer dimulai dari Pintu Masuk C1000 Bike Park dan berakhir di Kebun Refugia, yang sekaligus menghubungkan peserta dengan berbagai titik wisata.
Dukungan panorama alam itu menjadi salah satu alasan mengapa Magetan dipilih sebagai lokasi yang tetap diminati hingga saat ini.(Kusnanto).
- Penulis: Kusnanto
- Editor: Kris

