Berita Terkini
Trending Tags

Ironi Wacana Pengangkatan Staff SPPG menjadi PPPK, Guru di Madiun Bergaji Rp250 Ribu per Bulan

  • account_circle Tova Pradana
  • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
  • visibility 440
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Ilustrasi Guru Honorer dan Staff SPPG, Foto : Gemini Ai

Sinergia | Madiun – Di tengah rencana pemerintah pusat mengangkat puluhan ribu pegawai inti Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), ironi justru dirasakan tenaga pendidik di daerah. Seorang guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah dasar negeri Kabupaten Madiun mengaku hanya menerima upah Rp. 250 ribu per bulan.

Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional diketahui akan mengangkat sekitar 32.000 pegawai inti SPPG yang terdiri dari kepala SPPG, ahli gizi, dan akuntan menjadi PPPK guna mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara nasional.

Namun, kebijakan tersebut dinilai bertolak belakang dengan kondisi tenaga pendidik di sekolah negeri. MY, guru PAI berinisial yang meminta identitasnya dirahasiakan, mengungkapkan kisah pilunya setelah mengabdi sejak 2021.

“Sekarang bukan disebut guru honorer atau sukwan, tapi relawan. Gaji yang saya terima hanya Rp250 ribu per bulan,” ujar MY kepada wartawan, Senin (2/2/2026).

MY mengajar selama dua jam per hari atau setara empat jam pelajaran, dengan durasi 30 menit per jam pelajaran. Selain upah pokok tersebut, ia hanya menerima tambahan penghasilan jika terlibat dalam kegiatan di luar kelas.

“Ada tambahan kalau mendampingi siswa outbound, rekreasi, atau lomba,” katanya.

Pendapatan dari mengajar diakui tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup. Untuk menyambung hidup, MY terpaksa membuka usaha sampingan jual beli suku cadang sepeda motor serta menjadi pelatih hadrah. Ironisnya, MY bukan tenaga pendidik tanpa kualifikasi. 

Ia telah mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG) dan mengantongi Sertifikat Pendidik (Serdik). Meski demikian, statusnya hingga kini masih sebatas relawan tanpa kepastian pengangkatan.

“Saya ikhlas, niatnya ibadah. Apalagi saya berlatar belakang pondok pesantren,” ungkapnya.

Kondisi MY bukan kasus tunggal. Masih terdapat sejumlah tenaga pendidik relawan di sekolah negeri Kabupaten Madiun yang menerima upah jauh dari kata layak.

Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) SD Kabupaten Madiun, Suroso, mengakui persoalan tersebut. Menurutnya, banyak sekolah saat ini mengalami kekurangan guru.

“Mau bagaimana lagi, tenaga mereka sangat dibutuhkan. Anak-anak tetap harus belajar demi kemajuan bangsa,” kata Suroso saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon.

Terkait sumber upah para guru relawan, Suroso menyebut tidak ada anggaran khusus dari pemerintah. Gaji yang diterima para relawan berasal dari patungan para guru di masing-masing sekolah.

“Biasanya guru-guru patungan setiap bulan untuk membantu gaji relawan,” pungkasnya.

Situasi ini kembali memunculkan pertanyaan publik soal keadilan kebijakan pengangkatan ASN, khususnya di sektor pendidikan, di tengah kebutuhan guru yang mendesak di daerah. (Tov)

Bagikan
  • Penulis: Tova Pradana
  • Editor: Arrachmando

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kejari Magetan Musnahkan Barang Bukti 45 Perkara Inkrah, Didominasi Perkara Narkotika

    Kejari Magetan Musnahkan Barang Bukti 45 Perkara Inkrah, Didominasi Perkara Narkotika

    • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 142
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kejaksaan Negeri Magetan melaksanakan pemusnahan barang bukti dari puluhan perkara yang telah berkekuatan hukum tetap. Kegiatan dihadiri Wakapolres Magetan serta sejumlah perwakilan instansi terkait. Dalam pemusnahan periode kedua tahun 2025 yang mencakup putusan sejak Mei hingga November, Kejari memusnahkan barang bukti dari 45 perkara. Perkara tersebut meliputi 7 kasus Kamnegtibum, 11 […]

    Bagikan
  • Audit Belum Rampung, Kasus Dugaan Penyelewengan Dana Koperasi MSI Magetan Masuk Tahap Penyidikan

    Audit Belum Rampung, Kasus Dugaan Penyelewengan Dana Koperasi MSI Magetan Masuk Tahap Penyidikan

    • calendar_month Jumat, 31 Okt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 207
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kepolisian Resor (Polres) Magetan resmi menaikkan status penanganan dugaan penyelewengan dana nasabah Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPP) Mitra Sejahtera Indonesia (MSI) ke tahap penyidikan. Meski demikian, penetapan tersangka belum dapat dilakukan lantaran hasil audit kerugian keuangan masih belum diterima penyidik. Kasat Reskrim Polres Magetan, AKP Joko Santoso, menjelaskan bahwa […]

    Bagikan
  • KAI Madiun Running Fest 2026 Diikuti 1.500 Peserta dari 79 Kota, Bakal Digelar Lagi di 2027

    KAI Madiun Running Fest 2026 Diikuti 1.500 Peserta dari 79 Kota, Bakal Digelar Lagi di 2027

    • calendar_month Rabu, 16 Sep 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 105
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun — KAI Madiun Running Fest (KAI MRF) 2026 sukses digelar di Halaman GOR Wilis Kota Madiun, Minggu (13/9/2026). Event lari yang diselenggarakan Ikatan Alumni SMA Negeri 2 (IKASDA) Madiun tersebut diikuti sekitar 1.500 peserta dari 14 provinsi dan 79 kota/kabupaten di Indonesia. KAI MRF 2026 mengusung tagline “Sweat, Safe and Sustain” […]

    Bagikan
  • Siap Suplai Ikan MBG, DKPP Kota Madiun Tebar 7.000 Lebih Benih Ikan di Embung Pilangbango

    Siap Suplai Ikan MBG, DKPP Kota Madiun Tebar 7.000 Lebih Benih Ikan di Embung Pilangbango

    • calendar_month Kamis, 12 Feb 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 360
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Madiun melaksanakan tebar benih ikan di Embung Pilangbango di Kelurahan Pilangbango Kecamatan Kartoharjo pada Kamis (12/02/2026). Tercatat sebanyak 3.000 benih ikan gurame dan 4.145 benih ikan patin yang ditebar di Embung Pilangbango. Ini menjadi bagian upaya DKPP Kota Madiun dalam menciptakan ketahanan pangan, […]

    Bagikan
  • Tinggal Sendirian, Pria Lansia Ditemukan Tak Bernyawa di Kamar Mandi

    Tinggal Sendirian, Pria Lansia Ditemukan Tak Bernyawa di Kamar Mandi

    • calendar_month Selasa, 20 Mei 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 162
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Seorang pria lanjut usia ditemukan meninggal dunia di kamar mandi rumahnya di Jalan Barito Gang 43, Rt 09/Rw03, Kelurahan Pandean, Kecamatan Taman, Kota Madiun. Korban diketahui bernama Budiono (70), yang tinggal seorang diri dan memiliki riwayat penyakit jantung. Penemuan mayat tersebut terjadi pada Senin (19/05/2025) sekitar pukul 18.00 WIB. Ketua […]

    Bagikan
  • Rakor Forkopimcam Kartoharjo Jelang Perayaan Nataru 2024/2025

    Rakor Forkopimcam Kartoharjo Jelang Perayaan Nataru 2024/2025

    • calendar_month Jumat, 20 Des 2024
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 147
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Kartoharjo Kota Madiun menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) keamanan dan ketertiban dalam rangka persiapan Natal tahun 2024 dan Tahun Baru (Nataru) 2025. Kegiatan Rakor itu di gelar di ruang rapat kantor Kecamatan Kartoharjo Kota Madiun. Kegiatan ini diikuti oleh Danramil 0803/15 Kartoharjo Kodim Madiun, Kapolsek Kartoharjo, […]

    Bagikan
expand_less