Berita Terkini
light_mode
Trending Tags

Kajari Magetan Berganti, Penanganan Kasus Strategis Masih Menggantung

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
  • visibility 28
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Pelaksana Tugas (Plt) Kajari, Farhan Zunaedi, Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Pergantian pucuk pimpinan Kejaksaan Negeri Magetan kembali terjadi sebelum publik benar-benar mengetahui arah penegakan hukum di daerah ini. Dezi Setiapurnama dipindah ke Kejaksaan Agung hanya dalam hitungan bulan, dan kursinya kini ditempati Pelaksana Tugas (Plt) Kajari, Farhan Zunaedi. Rotasi yang terbilang cepat ini justru menambah daftar tanya publik, terutama terkait kasus dugaan penyimpangan dana pokir DPRD yang sejak awal belum menunjukkan progres berarti.

Menanggapi pergantian mendadak tersebut, Farhan menekankan bahwa mutasi tidak perlu dibaca sebagai sinyal apa pun di luar kebutuhan organisasi.

“Perpindahan ini memang bagian dari tour of duty. Pak Dezi ditarik ke Kejaksaan Agung karena dibutuhkan di sana,” ujar Farhan, menjelaskan bahwa rotasi tersebut semata-mata urusan internal lembaga.

Ia menegaskan bahwa dirinya hanya menjalankan perintah pimpinan. Farhan sebelumnya menjabat Koordinator di Kejaksaan Tinggi Jawa Timur sebelum ditugaskan mengisi sementara posisi Kajari Magetan.

“Saya ditunjuk untuk mengisi posisi Plt Kajari sebagai bagian dari kebutuhan institusi. Penugasannya juga bersifat sementara,” imbuhnya.

Meski demikian, bagi publik, alasan “kebutuhan organisasi” saja tidak cukup menjawab kegelisahan mengenai kinerja penegakan hukum di Magetan.

Di tengah pertanyaan soal nasib penyelidikan dugaan penyimpangan pokir DPRD, Farhan mengakui belum bisa memberi garis besar. Ia menyebut masih fokus melakukan pemetaan internal dan belum siap memberi pernyataan substantif.

“Saya masih mempelajari proses yang sudah berjalan di pidana khusus, intelijen, maupun bidang lainnya. Jadi saya belum bisa memberikan penjelasan detail hari ini,” ucapnya.

Keterangan itu menyiratkan bahwa publik perlu kembali menunggu. Padahal kasus pokir telah lama menjadi sorotan karena menyentuh kepentingan politik daerah.

Farhan menambahkan bahwa ia membutuhkan waktu memahami langkah-langkah sebelumnya sebelum menentukan kebijakan lanjutan.

“Harus saya lihat dulu apa saja yang sudah ditangani teman-teman. Baru setelah itu saya bisa menentukan langkah berikutnya,” jelasnya.

Walaupun belum bicara banyak soal kasus, Farhan menyampaikan komitmen mengenai profesionalitas penegakan hukum.

“Penanganan perkara di Magetan akan dilakukan seobjektif mungkin, tanpa intervensi pihak mana pun,” tegasnya.

Selain menata internal, Farhan mengaku membutuhkan dukungan masyarakat agar penegakan hukum di Magetan dapat berjalan lebih solid. Ia meminta ruang untuk memahami kondisi internal sebelum mengambil keputusan strategis. “Mohon waktu untuk saya memperkuat soliditas internal terlebih dahulu. Setelah itu tentu akan kami sampaikan arah kebijakan lebih jelas kepada masyarakat,” katanya.(Kus/Krs).

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sekitar 20 Persen Masyarakat Kab Madiun Belum Tersentuh Layanan BPJS

    Sekitar 20 Persen Masyarakat Kab Madiun Belum Tersentuh Layanan BPJS

    • calendar_month Selasa, 20 Mei 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 10
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab Madiun – Meski kabupaten Madiun menyandang status Universal Health Coverage (UHC). Namun tidak serta merta masyarakat setempat bisa mendapatkan pelayanan BPJS kesehatan. Ternyata ada 20 persen dari jumlah masyarakat tersebut keikutsertaan dalam BPJS kesehatan bisa di aktifkan dan non-aktifkan untuk menekan budget anggaran. Hal ini baru diketahui, setelah anggota dewan dari gabungan […]

    Bagikan
  • Tiga Dari Belasan PSK di Madiun Terindikasi HIV, Satu Positif Sifilis

    Tiga Dari Belasan PSK di Madiun Terindikasi HIV, Satu Positif Sifilis

    • calendar_month Senin, 22 Sep 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 16
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun — Sedikitnya tiga dari belasan pekerja seks komersial (PSK) yang diamankan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Madiun terindikasi positif HIV. Satu di antaranya juga dinyatakan mengidap sifilis atau raja singa. Pemeriksaan dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun usai razia Satpol PP pada Senin (22/09/2025). Seluruh PSK yang diamankan di […]

    Bagikan
  • Antisipasi Keracunan Makanan, Sekolah Perketat Pengawasan Menu MBG

    Antisipasi Keracunan Makanan, Sekolah Perketat Pengawasan Menu MBG

    • calendar_month Sabtu, 20 Sep 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 14
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini dirasakan ribuan siswa di Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan. Meski mendapat sambutan meriah, sekolah tidak lengah terhadap potensi masalah kesehatan. Di SMPN 1 Parang, langkah antisipasi dilakukan dengan membentuk tim khusus untuk mengawasi kelayakan makanan sebelum dibagikan. Kepala SMPN 1 Parang, Suparno, menuturkan bahwa pemeriksaan rutin […]

    Bagikan
  • Tersangkut Truk, Dahan Pohon Trembesi Besar Ambruk Tutup Jalan Ring Road, Lalu Lintas Macet

    Tersangkut Truk, Dahan Pohon Trembesi Besar Ambruk Tutup Jalan Ring Road, Lalu Lintas Macet

    • calendar_month Kamis, 27 Nov 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 15
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Sebuah dahan pohon trembesi berukuran besar di tepi Jalan Ring Road Madiun, Kelurahan Sogaten, Kecamatan Manguharjo, roboh pada Kamis (27/11/2025). Dahan itu tumbang setelah salah satu bagiannya tersangkut truk yang melintas. Sopir truk, Muhammad Soleh menuturkan dirinya hendak ke gudang ekspedisi J&T di Jalan Basuki Rahmat Kota Madiun. Namun dirinya […]

    Bagikan
  • Target Investasi Rp3 Triliun pada 2026, DPRD Madiun Minta Perizinan Tak Berbelit

    Target Investasi Rp3 Triliun pada 2026, DPRD Madiun Minta Perizinan Tak Berbelit

    • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 19
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun menargetkan realisasi investasi sebesar Rp3 triliun pada tahun 2026. Target tersebut dinilai realistis, bahkan berpeluang terlampaui, jika iklim investasi mampu dikelola secara ramah dan berorientasi pada kemudahan berusaha. Komisi A DPRD Kabupaten Madiun menilai daerahnya memiliki modal strategis untuk menarik penanam modal. Ketua Komisi A, Purwadi, menyebut keberadaan […]

    Bagikan
  • Mengisi Celah Pendidikan Formal, PKBM Daarul Ahkaam Rawat Akses Belajar Warga Madiun

    Mengisi Celah Pendidikan Formal, PKBM Daarul Ahkaam Rawat Akses Belajar Warga Madiun

    • calendar_month Senin, 8 Des 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 13
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Daarul Ahkaam menjadi salah satu ruang penting bagi warga yang selama ini berada di luar jangkauan pendidikan formal. Berdiri sejak 2003, lembaga pendidikan non-formal yang berlokasi di Desa Uteran, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Jawa Timur ini kini menampung hampir 250 warga belajar melalui program kesetaraan […]

    Bagikan
expand_less