Kebakaran Warung Kopi Diduga Dipicu Puntung Rokok, Dua Orang Alami Luka Bakar Serius
- account_circle Kusnanto
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 25
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Ngawi – Sebuah warung kopi yang juga menjual bensin eceran di Desa Sambirobyong, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi, terbakar pada Selasa malam (17/2/2026) sekitar pukul 22.17 WIB. Insiden ini mengakibatkan dua orang mengalami luka bakar dan harus dilarikan ke rumah sakit.
Setelah menerima laporan kebakaran, tim Damkar Kabupaten Ngawi segera menuju lokasi. Namun, setibanya di sana, api telah lebih dulu dipadamkan warga menggunakan alat seadanya. Petugas hanya mendapati satu unit sepeda motor milik pelanggan pengisi bensin yang hangus terbakar serta bagian jendela rumah di belakang warung yang ikut terdampak.
Kasi Penyelamatan Damkar Kabupaten Ngawi, Rochmat Angga Permadi, mengatakan bahwa unitnya bergerak cepat ke lokasi begitu laporan diterima.
“Kami langsung menuju TKP setelah ada laporan. Saat tiba, api sudah padam dan sempat mengenai bagian rumah di belakang warung. Dua orang menjadi korban,” ujarnya.

Korban terdiri dari pemilik warung, Kasan (54), dan seorang pengunjung bernama Adit (28). Keduanya mengalami luka bakar dan dibawa ke RSUD dr. Soeroto Ngawi untuk mendapatkan perawatan. Adit disebut mengalami luka bakar mencapai 70 persen.
Menurut keterangan saksi mata, Dwi Doni Widyantoro, kebakaran terjadi saat pemilik warung sedang mengisi bensin eceran dari sepeda motor ke dalam botol, sementara beberapa pengunjung berada di sekitar lokasi.
Diduga puntung rokok yang dibuang sembarangan oleh pengunjung memicu api, yang kemudian menyambar uap bensin dan menimbulkan dua kali ledakan kecil.
“Waktu itu pemilik warung lagi ngisi bensin. Di dekat situ ada anak-anak yang merokok. Tahu-tahu api langsung muncul dan membesar. Diduga karena puntung rokok,” tuturnya.
Kasus kebakaran yang menyebabkan dua orang terluka ini kini dalam penanganan Polsek Geneng untuk penyelidikan lebih lanjut. (Nan)



- Penulis: Kusnanto
- Editor: Kris


