KA BIAS Makin Diminati! 180 Ribu Penumpang Terangkut, Pilihan Cerdas ke Bandara di Awal 2026
- account_circle Kriswanto
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 39
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Kota Madiun – Mobilitas masyarakat di wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah kini semakin praktis. Layanan Kereta Api Bandara Internasional Adi Soemarmo (KA BIAS) yang dioperasikan oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun mencatat lonjakan penumpang yang cukup signifikan pada awal tahun 2026.
Sepanjang Triwulan I (Januari–Maret 2026), KA BIAS berhasil melayani sebanyak 180.810 pelanggan. Angka ini naik sekitar 31 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yang hanya mencapai 138.372 pelanggan. Peningkatan ini menjadi sinyal kuat bahwa masyarakat mulai beralih ke moda transportasi yang lebih terintegrasi dan efisien.
Layanan KA BIAS sendiri menghubungkan wilayah Madiun dengan Bandara Internasional Adi Soemarmo, menjadikannya solusi praktis bagi penumpang pesawat maupun masyarakat umum. Dengan sistem perjalanan yang terjadwal, penumpang dapat menikmati koneksi yang lebih lancar antara transportasi darat dan udara.
Manager Humas Daop 7 Madiun, Tohari, menjelaskan bahwa fokus utama layanan ini adalah menghadirkan pengalaman perjalanan tanpa hambatan.
“KA BIAS dirancang untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat, baik yang akan terbang maupun yang baru tiba di bandara. Semuanya bisa terkoneksi dengan nyaman dan terjangkau,” ujarnya.
Tak hanya itu, strategi pengembangan layanan juga terus dilakukan. Salah satunya dengan memperpanjang rute hingga Stasiun Caruban sejak peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-80 pada 2025. Langkah ini membuka akses lebih luas bagi warga Kabupaten Madiun dan sekitarnya untuk menikmati layanan kereta bandara tanpa harus menghadapi kemacetan jalan raya.
“Ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong transportasi berkelanjutan. Jadi penggunaan transportasi umum terus meningkat. Serta juga menjadi langkah pengurangan emisi karbon di jalur Madiun–Solo pun semakin besar,” pungkas Tohari.
Melihat tren positif ini, KAI optimistis integrasi antarmoda akan terus berkembang. KA BIAS bukan sekadar layanan transportasi, tetapi juga bagian dari perubahan gaya hidup masyarakat menuju mobilitas yang lebih efisien, hemat, dan ramah lingkungan. (Krs)
- Penulis: Kriswanto
- Editor: Diez





