Berita Terkini
Trending Tags

Sumur Petani Berbusa, Limbah Dapur Program Gizi Diduga Jadi Penyebab

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Selasa, 4 Nov 2025
  • visibility 229
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Petugas memeriksa saluran air yang diduga tercemar limbah dapur di Ngawi, Foto : Kusnanto – Sinergia

Sinergia | Ngawi – Warga Desa Jambangan, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, digegerkan munculnya fenomena tak biasa. Air sumur pertanian yang selama ini digunakan mengairi sawah tiba-tiba berubah warna, berbusa, dan mengeluarkan bau tak sedap. Dugaan sementara, sumber masalah berasal dari pembuangan limbah dapur Satuan Layanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang mengalir ke saluran irigasi.

Dalam dua pekan terakhir, sebuah video yang beredar memperlihatkan aliran limbah cair menuju parit sawah menjadi viral di media sosial. Peristiwa itu sontak menimbulkan keresahan di kalangan petani yang bergantung pada sumber air tersebut.

Wibiseno (35), petani sekaligus pemilik sumur di kawasan itu, mengungkapkan bahwa kondisi air mulai menunjukan perubahan sejak dapur SPPG beroperasi pada awal Oktober 2025 lalu.

“Sejak saluran irigasi dipakai untuk pembuangan air dari dapur MBG, sumur saya jadi berbusa dan baunya tidak enak. Tanaman padi pun tumbuhnya tidak normal,” tuturnya.

Meski mengetahui air tersebut mengindikasikan telah tercemar, Wibiseno mengaku tak memiliki alternatif lain untuk mengairi lahannya. “Kalau nggak pakai air itu, sawah bisa kering. Tapi jelas hasil panennya bakal menurun,” tambahnya.

Dikonfirmasi mengenai hal ini, pihak mitra dapur SPPG dari Yayasan Kesejahteraan Sosial Al-Azhar tidak menampik adanya masalah dalam pengelolaan limbah dapur.

“Memang sempat ada kendala dalam pengolahan limbah cair. Sekarang kami sedang memperbaikinya dan sudah tidak lagi membuang ke saluran irigasi,” jelas Rubait Burhan Hudaya, petugas dapur SPPG tersebut.

Rubait menambahkan, pihaknya terbuka jika pemerintah ingin melakukan uji laboratorium terhadap air limbah guna memastikan dampaknya terhadap lingkungan sekitar SPPG.

Laporan warga yang diresahkan dengan hal tersebut segera direspons oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Ngawi. Tim dari dua instansi ini bersama anggota Komisi VI DPR RI turun langsung meninjau lokasi dapur SPPG yang diduga menjadi sumber pencemaran.

Dari hasil pengecekan, DLH menemukan bahwa Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di dapur tersebut belum memenuhi standar yang dipersyaratkan.

“Dari hasil monitoring, IPAL di dapur SPPG itu memang belum layak secara lingkungan,” ujar Kepala DLH Ngawi, Dodi Aprilasetia.

Sementara itu, anggota Komisi VI DPR RI, Budi Sulistyono (Kanang), menilai persoalan ini muncul karena lemahnya pengawasan dalam operasional dapur program gizi tersebut.

“Mereka hanya fokus agar dapur bisa berjalan, tapi lupa mengatur sistem limbahnya. Mulai sekarang, tidak boleh ada lagi pembuangan limbah dapur ke saluran irigasi pertanian,” tegas Kanang.

DLH mencatat, dari total 33 dapur SPPG yang tersebar di Kabupaten Ngawi, hanya empat yang sudah memiliki Surat Pernyataan Kesanggupan Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan (SKPPL).

Sebagai tindak lanjut, pihak pengelola dapur berjanji akan membangun fasilitas IPAL sesuai ketentuan agar kasus pencemaran serupa tidak kembali terjadi di wilayah tersebut.(Kusn/Krs)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Elemen Masyarakat Magetan Kompak Deklarasi Jaga Keamanan Bersama TNI-Polri

    Elemen Masyarakat Magetan Kompak Deklarasi Jaga Keamanan Bersama TNI-Polri

    • calendar_month Senin, 1 Sep 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 174
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Ribuan pendekar perguruan silat, anggota Banser, hingga kader PP Muhammadiyah di Kabupaten Magetan menggelar deklarasi kebersamaan untuk mendukung TNI-Polri menjaga stabilitas wilayah. Deklarasi ini berlangsung bersamaan dengan Apel Siaga Gabungan pengamanan aksi “Rakyat Magetan Bersuara” yang digelar PC PMII Magetan di sekitar Gedung DPRD dan Polres Magetan, Senin (01/09/2025). Apel tersebut […]

    Bagikan
  • Khofifah Tunjuk Bagus Panuntun Sebagai Plt Wali Kota Madiun

    Khofifah Tunjuk Bagus Panuntun Sebagai Plt Wali Kota Madiun

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 199
    • 0Komentar

    Sinergia | Surabaya – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menunjuk F. Bagus Panuntun sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun. Langkah itu usai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Wali Kota Madiun, Maidi sebagai tersangka dugaan korupsi beserta 2 tersangka lainnya. Penunjukan Plt Wali Kota Madiun tersebut tertuang dalam Surat Perintah Gubernur Jawa Timur Nomor 100.1.4.2/2312/011.2/2026, […]

    Bagikan
  • Ratusan Rumah di Kecamatan Wungu Terendam Banjir, Akses Jalan Terputus

    Ratusan Rumah di Kecamatan Wungu Terendam Banjir, Akses Jalan Terputus

    • calendar_month Minggu, 16 Mar 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 180
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab Madiun – Banjir merendam ratusan rumah di Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, pada Sabtu (15/3/2025) malam. Selain menggenangi permukiman, banjir juga menyebabkan terputusnya akses jalan alternatif dari Madiun menuju Surabaya. Seperti banjir di Desa Mojorayung sekitar pukul 19.30 WIB akibat hujan deras yang turun sejak pukul 17.00 WIB. Ketinggian air di […]

    Bagikan
  • 38 SPPG Beroperasi di Madiun, 109.000 Penerima Sudah Terima MBG

    38 SPPG Beroperasi di Madiun, 109.000 Penerima Sudah Terima MBG

    • calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 373
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi di Kabupaten Madiun dipastikan bertambah. Itu setelah SPPG 2 dan 3 Polres Madiun diresmikan oleh Kapolres Madiun dan Bupati Madiun pada Jum’at (13/02/2026). SPPG 2 Polres berada di Desa/Kecamatan Pilangkenceng dan SPPG 3 bertempat di Desa Sogo Kecamatan Balerejo. Bupati Madiun, Hari Wuryanto mengungkapkan bahwa hingga kini […]

    Bagikan
  • Kejar-kejaran Dini Hari! Pencuri Besi Trotoar di Magetan Dibekuk Polisi Usai Kabur hingga Madiun

    Kejar-kejaran Dini Hari! Pencuri Besi Trotoar di Magetan Dibekuk Polisi Usai Kabur hingga Madiun

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 263
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Aksi pencurian besi penutup trotoar di kawasan Twin Road, Desa Sugihwaras, Kecamatan Maospati, Kabupaten Magetan, berakhir dramatis. Dua pelaku berhasil diringkus aparat kepolisian setelah terlibat kejar-kejaran hingga wilayah Kabupaten Madiun, Sabtu (28/3/2026) dini hari. Penangkapan bermula dari pantauan kamera CCTV yang kembali merekam pergerakan sebuah truk kuning mencurigakan sekitar pukul 01.00 […]

    Bagikan
  • 224 Sekolah di Magetan Rusak, Pemkab Hanya Tangani 20 Titik pada 2026

    224 Sekolah di Magetan Rusak, Pemkab Hanya Tangani 20 Titik pada 2026

    • calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 554
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Pemerintah Kabupaten Magetan hanya mampu memperbaiki 20 titik sekolah rusak pada tahun anggaran 2026. Padahal Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Dikpora) Magetan mencatat ada 224 lembaga pendidikan yang membutuhkan perbaikan. Kondisi ini menegaskan bahwa keterbatasan anggaran masih menjadi persoalan utama dalam pemenuhan sarana pendidikan di daerah. Pejabat PPID Dikpora, Aulia Ahmad […]

    Bagikan
expand_less