Selasa, 20 Okt 2026
Trending Tags

Sumur Petani Berbusa, Limbah Dapur Program Gizi Diduga Jadi Penyebab

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Selasa, 4 Nov 2025
  • visibility 283
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Petugas memeriksa saluran air yang diduga tercemar limbah dapur di Ngawi, Foto : Kusnanto – Sinergia

Sinergia | Ngawi – Warga Desa Jambangan, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, digegerkan munculnya fenomena tak biasa. Air sumur pertanian yang selama ini digunakan mengairi sawah tiba-tiba berubah warna, berbusa, dan mengeluarkan bau tak sedap. Dugaan sementara, sumber masalah berasal dari pembuangan limbah dapur Satuan Layanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang mengalir ke saluran irigasi.

Dalam dua pekan terakhir, sebuah video yang beredar memperlihatkan aliran limbah cair menuju parit sawah menjadi viral di media sosial. Peristiwa itu sontak menimbulkan keresahan di kalangan petani yang bergantung pada sumber air tersebut.

Wibiseno (35), petani sekaligus pemilik sumur di kawasan itu, mengungkapkan bahwa kondisi air mulai menunjukan perubahan sejak dapur SPPG beroperasi pada awal Oktober 2025 lalu.

“Sejak saluran irigasi dipakai untuk pembuangan air dari dapur MBG, sumur saya jadi berbusa dan baunya tidak enak. Tanaman padi pun tumbuhnya tidak normal,” tuturnya.

Meski mengetahui air tersebut mengindikasikan telah tercemar, Wibiseno mengaku tak memiliki alternatif lain untuk mengairi lahannya. “Kalau nggak pakai air itu, sawah bisa kering. Tapi jelas hasil panennya bakal menurun,” tambahnya.

Dikonfirmasi mengenai hal ini, pihak mitra dapur SPPG dari Yayasan Kesejahteraan Sosial Al-Azhar tidak menampik adanya masalah dalam pengelolaan limbah dapur.

“Memang sempat ada kendala dalam pengolahan limbah cair. Sekarang kami sedang memperbaikinya dan sudah tidak lagi membuang ke saluran irigasi,” jelas Rubait Burhan Hudaya, petugas dapur SPPG tersebut.

Rubait menambahkan, pihaknya terbuka jika pemerintah ingin melakukan uji laboratorium terhadap air limbah guna memastikan dampaknya terhadap lingkungan sekitar SPPG.

Laporan warga yang diresahkan dengan hal tersebut segera direspons oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Ngawi. Tim dari dua instansi ini bersama anggota Komisi VI DPR RI turun langsung meninjau lokasi dapur SPPG yang diduga menjadi sumber pencemaran.

Dari hasil pengecekan, DLH menemukan bahwa Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di dapur tersebut belum memenuhi standar yang dipersyaratkan.

“Dari hasil monitoring, IPAL di dapur SPPG itu memang belum layak secara lingkungan,” ujar Kepala DLH Ngawi, Dodi Aprilasetia.

Sementara itu, anggota Komisi VI DPR RI, Budi Sulistyono (Kanang), menilai persoalan ini muncul karena lemahnya pengawasan dalam operasional dapur program gizi tersebut.

“Mereka hanya fokus agar dapur bisa berjalan, tapi lupa mengatur sistem limbahnya. Mulai sekarang, tidak boleh ada lagi pembuangan limbah dapur ke saluran irigasi pertanian,” tegas Kanang.

DLH mencatat, dari total 33 dapur SPPG yang tersebar di Kabupaten Ngawi, hanya empat yang sudah memiliki Surat Pernyataan Kesanggupan Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan (SKPPL).

Sebagai tindak lanjut, pihak pengelola dapur berjanji akan membangun fasilitas IPAL sesuai ketentuan agar kasus pencemaran serupa tidak kembali terjadi di wilayah tersebut.(Kusn/Krs)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kemenag Ponorogo Bentuk Tim Investigasi, Izin Pondok Pesantren Milik JYD Terancam Dicabut

    Kemenag Ponorogo Bentuk Tim Investigasi, Izin Pondok Pesantren Milik JYD Terancam Dicabut

    • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 191
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo — Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Ponorogo membentuk tim investigasi menyusul penetapan Kiai JYD (55) sebagai tersangka kasus dugaan pencabulan terhadap 11 santri laki-laki. Tim tersebut ditugaskan menelusuri legalitas hingga perizinan operasional Pondok Pesantren Tahfidzul Quran Raden Wijaya. Hasil investigasi nantinya akan menjadi bahan pertimbangan untuk memberikan rekomendasi pencabutan izin operasional pondok […]

    Bagikan
  • Wali Kota Madiun Kebut Pembangunan 6 Dapur Umum untuk Program MBG

    Wali Kota Madiun Kebut Pembangunan 6 Dapur Umum untuk Program MBG

    • calendar_month Selasa, 25 Mar 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 295
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun segera merealisasikan 6 dapur untuk kebutuhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam mensukseskan program Makan Bergizi Gratis (MBG). 6 dapur umum tersebut direncanakan dibangun di 3 titik lokasi diantaranya Kelurahan Banjarejo Kecamatan Taman, Kelurahan Kanigoro Kecamatan Kartoharjo serta Kelurahan Nambangan Lor Kecamatan Manguharjo. Wali Kota Madiun, Maidi […]

    Bagikan
  • Pemkot Madiun Siapkan Konsep Baru HUT ke-108, Ada Festival Drumband Militer hingga Video Mapping

    Pemkot Madiun Siapkan Konsep Baru HUT ke-108, Ada Festival Drumband Militer hingga Video Mapping

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 459
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun mulai mematangkan persiapan peringatan Hari Jadi Kota Madiun ke-108 melalui audiensi antara Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) bersama Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun, Jumat (27/3/2026). Dalam pertemuan tersebut, berbagai konsep kegiatan disiapkan dengan menyesuaikan kebijakan efisiensi anggaran yang diimbau pemerintah pusat. […]

    Bagikan
  • Warga Binaan Rutan Ponorogo Diberdayakan Lewat Peternakan Terintegrasi

    Warga Binaan Rutan Ponorogo Diberdayakan Lewat Peternakan Terintegrasi

    • calendar_month Rabu, 9 Sep 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 145
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo — Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Ponorogo terus mendorong program pembinaan yang berorientasi pada kemandirian warga binaan. Salah satunya melalui pengembangan peternakan terintegrasi yang didukung Yayasan Titian Harapan. Program tersebut diwujudkan melalui pembangunan kandang ayam berkapasitas hingga 800 ekor. Menariknya, sistem peternakan dirancang terintegrasi dengan kolam ikan lele yang berada di […]

    Bagikan
  • Hujan Deras, Dua Rumah di Ponorogo Rusak Tertimbun Longsor

    Hujan Deras, Dua Rumah di Ponorogo Rusak Tertimbun Longsor

    • calendar_month Jumat, 28 Feb 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 158
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Hujan deras yang mengguyur wilayah Ponorogo selama berjam-jam mengakibatkan longsor di Dusun Ngembel, Desa Baosan Lor, Kecamatan Ngrayun, Kamis (27/2/2025). Dua rumah warga rusak akibat tertimbun material longsor dari tebing setinggi belasan meter. Rumah milik Simin (45) mengalami kerusakan paling parah. Longsoran tanah dari tebing setinggi 20 meter dengan lebar […]

    Bagikan
  • Kapolres Madiun Kota Himbau Karnaval HUT ke-80 RI Patuhi Batasan Penggunaan Sound System

    Kapolres Madiun Kota Himbau Karnaval HUT ke-80 RI Patuhi Batasan Penggunaan Sound System

    • calendar_month Senin, 18 Agt 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 141
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Banyak event atau karnaval yang memeriahkan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia. Tak jarang perayaan itu menggunakan sound berukuran besar atau biasa dikenal masyarakat sound horeg. Menyikapi hal itu, Kapolres Madiun Kota AKBP Wiwin Junianto Supriyadi mengimbau masyarakat dan panitia karnaval untuk memahami batasan sound system selama kegiatan. Menurutnya, pelaksanaan karnaval […]

    Bagikan
expand_less