Berita Terkini
Trending Tags

BKD Magetan Tunggu Pemeriksaan Dikpora Terkait Laporan PMI Terhadap Guru PPPK

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Kamis, 13 Agt 2026
  • visibility 157
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Kepala BKPSDM Magetan, Masruri. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan — Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten (BKPSDM) Magetan belum mengambil tindakan terhadap NS, guru PPPK di salah satu SMP Negeri di Magetan yang dilaporkan seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Ngawi berinisial RW.

Kepala BKPSDM Magetan Masruri mengatakan, laporan RW masih berada pada tahap awal. Penanganan selanjutnya akan dikoordinasikan dengan Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Dikpora) Magetan sebagai pihak yang memiliki kewenangan terhadap pembinaan dan pemeriksaan guru yang bersangkutan.

“Nanti tentu kami akan koordinasi dengan Dinas Dikpora selaku pejabat yang berwenang untuk membina, memeriksa, bahkan menjatuhkan (hukuman),” kata Masruri, Rabu (12/8/2026).

Menurut Masruri, pihaknya tidak dapat langsung menjatuhkan sanksi hanya berdasarkan laporan yang disampaikan pelapor. Terlebih, persoalan yang dilaporkan RW berkaitan dengan dugaan pelanggaran yang harus diperiksa dan dibuktikan melalui mekanisme kepegawaian.

Jika hasil pemeriksaan nantinya menemukan adanya pelanggaran yang dilakukan NS, sanksi kepegawaian dapat diberikan sesuai ketentuan yang berlaku.

Masruri menjelaskan, laporan yang disampaikan RW masih membutuhkan kelengkapan informasi maupun dokumen pendukung agar dapat ditindaklanjuti secara administratif.

“Laporan baru ditulis, mungkin nanti bisa tertulis sehingga ada autentik yang bisa diproses,” ujarnya.

Ketika ditanya apakah RW perlu kembali melengkapi bukti-bukti terkait laporannya, Masruri menegaskan bahwa proses pemeriksaan berada di ranah Dikpora sebagai atasan yang berwenang melakukan pembinaan terhadap guru tersebut.

“Ini ke Dikpora, selaku atasan yang berwenang untuk membina, memeriksa, dan menjatuhkan hukuman kalau memang nanti ada pelanggaran di sana,” jelasnya.

Dengan demikian, BKPSDM masih menunggu proses pemeriksaan serta rekomendasi dari Dikpora sebelum menentukan langkah kepegawaian lebih lanjut.

Saat wartawan memastikan apakah BKPSDM akan menunggu rekomendasi dari Dikpora, Masruri membenarkannya. “Iya, Dikpora,” jawabnya.

Usai mendatangi BKPSDM Magetan, RW mengatakan akan mengikuti arahan tersebut dengan mendatangi Dikpora terlebih dahulu. Ia mengaku siap melengkapi dokumen maupun bukti yang diperlukan untuk memperjelas laporan yang disampaikannya.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya RW mendapatkan kejelasan atas persoalan yang disebutnya terjadi selama menjalin hubungan dengan NS.

Sebelumnya, RW mengaku mengenal NS sejak 2020 melalui media sosial Facebook. Hubungan keduanya kemudian berlanjut hingga disebut bertunangan pada 2023 dan merencanakan pernikahan pada September 2026.

Namun, RW mengaku terkejut setelah mengetahui NS telah menikah dengan perempuan lain pada 6 Juni 2026. RW juga mengaku telah mengeluarkan uang sekitar Rp357 juta selama menjalin hubungan tersebut. Menurut pengakuannya, uang tersebut kemudian dikembalikan setelah dilakukan berbagai upaya penyelesaian.

Persoalan itu kemudian dibawa RW ke sekolah tempat NS mengajar. Ia juga sempat berencana melaporkan masalah tersebut kepada Bupati Magetan karena menilai status NS sebagai guru agama perlu menjadi perhatian pemerintah daerah.

Kasus tersebut kini memasuki tahap klarifikasi di lingkungan pemerintah daerah. Namun, belum ada keputusan mengenai ada atau tidaknya pelanggaran disiplin kepegawaian yang dilakukan NS. Hal itu baru dapat ditentukan setelah Dikpora melakukan pembinaan dan pemeriksaan sesuai kewenangannya.

Di sisi lain, hingga berita ini ditulis, NS belum memberikan keterangan langsung mengenai tudingan RW, termasuk terkait hubungan pribadi, transaksi uang, maupun persoalan pernikahan yang menjadi dasar laporan tersebut. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Warga Desa Suco Geger, Nenek 65 Tahun Ditemukan Meninggal di Dalam Sumur

    Warga Desa Suco Geger, Nenek 65 Tahun Ditemukan Meninggal di Dalam Sumur

    • calendar_month Sabtu, 5 Jul 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 150
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Warga Desa Suco, Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan digemparkan dengan penemuan jenazah Sugiyem (65) di dalam sebuah sumur tua milik tetangganya, Sabtu (5/7/2025). Sumur tersebut berada sekitar 100 meter dari rumah korban. Peristiwa bermula ketika Sugiyem berpamitan kepada keluarganya untuk pergi membeli sayur. Namun hingga beberapa waktu berlalu, korban tak kunjung pulang. […]

    Bagikan
  • Kebakaran Saat Sahur di Telaga Sarangan, Kios Oleh-Oleh Ludes! Kerugian Tembus Rp170 Juta

    Kebakaran Saat Sahur di Telaga Sarangan, Kios Oleh-Oleh Ludes! Kerugian Tembus Rp170 Juta

    • calendar_month Rabu, 18 Mar 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 272
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kebakaran terjadi di kawasan wisata Telaga Sarangan, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Rabu (18/3/2026) pagi. Insiden yang berlangsung saat waktu sahur itu menghanguskan sejumlah kios oleh-oleh milik pedagang setempat. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun, kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp 170 juta. Api pertama kali diketahui warga ketika […]

    Bagikan
  • Diterjang Hujan dan Angin Kencang, Pohon Mangga RobohTimpaRumah Warga

    Diterjang Hujan dan Angin Kencang, Pohon Mangga RobohTimpaRumah Warga

    • calendar_month Rabu, 22 Okt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 158
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Hujan deras disertai angin yang melanda wilayah Kecamatan Magetan, Kabupaten Magetan, Selasa petang (21/10/2025), menyebabkan sebuah pohon mangga berukuran besar tumbang hingga menimpa rumah warga di Kelurahan Bulukerto. Peristiwa terjadi sekitar pukul 17.30 WIB, yaitu ketika hujan dengan intensitas ringan hingga sedang mengguyur wilayah setempat. Pohon mangga dengan diameter mencapai 120 […]

    Bagikan
  • Rumah Nenek di Ngawi Ludes Terbakar, Diduga Korsleting Listrik

    Rumah Nenek di Ngawi Ludes Terbakar, Diduga Korsleting Listrik

    • calendar_month Selasa, 12 Agt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 135
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Kebakaran hebat melanda rumah milik Suwarti (83), warga Dusun Bayem Taman, Desa Jagir, Kecamatan Sine, Kabupaten Ngawi, pada Selasa (12/08/2025) dini hari. Api diduga dipicu korsleting listrik di area dapur. Rangka bangunan yang terbuat dari bambu dan kayu menyebabkan api dengan cepat merambat ke seluruh bangunan. Kapolsek Sine, Iptu Sutikno, bersama […]

    Bagikan
  • Kebutuhan PJU di Kabupaten Madiun Masih Kurang Ribuan, Baru 8.100 Titik Terpasang

    Kebutuhan PJU di Kabupaten Madiun Masih Kurang Ribuan, Baru 8.100 Titik Terpasang

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 337
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Kebutuhan penerangan jalan umum (PJU) di Kabupaten Madiun hingga kini belum sepenuhnya terpenuhi. Dari total kebutuhan sekitar 10 ribu titik alat penerangan jalan (APJ), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun baru mampu memasang sekitar 8.100 titik. Kepala Seksi Prasarana Jalan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Madiun, Devie Anggara, membenarkan masih adanya kekurangan tersebut. Ia […]

    Bagikan
  • Tanggul Jebol, Ratusan Hektar Sawah Terendam

    Tanggul Jebol, Ratusan Hektar Sawah Terendam

    • calendar_month Rabu, 22 Jan 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 135
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Ponorogo sejak Selasa (21/1/2025) sore hingga malam hari mengakibatkan sejumlah tanggul di beberapa desa jebol. Salah satu yang terdampak adalah Desa Bringinan, Kecamatan Jambon. Luapan Sungai Bringinan menghancurkan tanggul sepanjang 15 meter dengan tinggi sekitar 3 meter. Hal itu menyebabkan lahan pertanian warga terendam banjir hingga […]

    Bagikan
expand_less