Berita Terkini
Trending Tags

BKD Magetan Tunggu Pemeriksaan Dikpora Terkait Laporan PMI Terhadap Guru PPPK

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Kamis, 13 Agt 2026
  • visibility 156
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Kepala BKPSDM Magetan, Masruri. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan — Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten (BKPSDM) Magetan belum mengambil tindakan terhadap NS, guru PPPK di salah satu SMP Negeri di Magetan yang dilaporkan seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Ngawi berinisial RW.

Kepala BKPSDM Magetan Masruri mengatakan, laporan RW masih berada pada tahap awal. Penanganan selanjutnya akan dikoordinasikan dengan Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Dikpora) Magetan sebagai pihak yang memiliki kewenangan terhadap pembinaan dan pemeriksaan guru yang bersangkutan.

“Nanti tentu kami akan koordinasi dengan Dinas Dikpora selaku pejabat yang berwenang untuk membina, memeriksa, bahkan menjatuhkan (hukuman),” kata Masruri, Rabu (12/8/2026).

Menurut Masruri, pihaknya tidak dapat langsung menjatuhkan sanksi hanya berdasarkan laporan yang disampaikan pelapor. Terlebih, persoalan yang dilaporkan RW berkaitan dengan dugaan pelanggaran yang harus diperiksa dan dibuktikan melalui mekanisme kepegawaian.

Jika hasil pemeriksaan nantinya menemukan adanya pelanggaran yang dilakukan NS, sanksi kepegawaian dapat diberikan sesuai ketentuan yang berlaku.

Masruri menjelaskan, laporan yang disampaikan RW masih membutuhkan kelengkapan informasi maupun dokumen pendukung agar dapat ditindaklanjuti secara administratif.

“Laporan baru ditulis, mungkin nanti bisa tertulis sehingga ada autentik yang bisa diproses,” ujarnya.

Ketika ditanya apakah RW perlu kembali melengkapi bukti-bukti terkait laporannya, Masruri menegaskan bahwa proses pemeriksaan berada di ranah Dikpora sebagai atasan yang berwenang melakukan pembinaan terhadap guru tersebut.

“Ini ke Dikpora, selaku atasan yang berwenang untuk membina, memeriksa, dan menjatuhkan hukuman kalau memang nanti ada pelanggaran di sana,” jelasnya.

Dengan demikian, BKPSDM masih menunggu proses pemeriksaan serta rekomendasi dari Dikpora sebelum menentukan langkah kepegawaian lebih lanjut.

Saat wartawan memastikan apakah BKPSDM akan menunggu rekomendasi dari Dikpora, Masruri membenarkannya. “Iya, Dikpora,” jawabnya.

Usai mendatangi BKPSDM Magetan, RW mengatakan akan mengikuti arahan tersebut dengan mendatangi Dikpora terlebih dahulu. Ia mengaku siap melengkapi dokumen maupun bukti yang diperlukan untuk memperjelas laporan yang disampaikannya.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya RW mendapatkan kejelasan atas persoalan yang disebutnya terjadi selama menjalin hubungan dengan NS.

Sebelumnya, RW mengaku mengenal NS sejak 2020 melalui media sosial Facebook. Hubungan keduanya kemudian berlanjut hingga disebut bertunangan pada 2023 dan merencanakan pernikahan pada September 2026.

Namun, RW mengaku terkejut setelah mengetahui NS telah menikah dengan perempuan lain pada 6 Juni 2026. RW juga mengaku telah mengeluarkan uang sekitar Rp357 juta selama menjalin hubungan tersebut. Menurut pengakuannya, uang tersebut kemudian dikembalikan setelah dilakukan berbagai upaya penyelesaian.

Persoalan itu kemudian dibawa RW ke sekolah tempat NS mengajar. Ia juga sempat berencana melaporkan masalah tersebut kepada Bupati Magetan karena menilai status NS sebagai guru agama perlu menjadi perhatian pemerintah daerah.

Kasus tersebut kini memasuki tahap klarifikasi di lingkungan pemerintah daerah. Namun, belum ada keputusan mengenai ada atau tidaknya pelanggaran disiplin kepegawaian yang dilakukan NS. Hal itu baru dapat ditentukan setelah Dikpora melakukan pembinaan dan pemeriksaan sesuai kewenangannya.

Di sisi lain, hingga berita ini ditulis, NS belum memberikan keterangan langsung mengenai tudingan RW, termasuk terkait hubungan pribadi, transaksi uang, maupun persoalan pernikahan yang menjadi dasar laporan tersebut. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sentuh Kebutuhan Dasar Masyarakat, Danrem 081/DSJ Paparkan Capaian Program TNI AD

    Sentuh Kebutuhan Dasar Masyarakat, Danrem 081/DSJ Paparkan Capaian Program TNI AD

    • calendar_month Jumat, 14 Agt 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 158
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Melalui program Podcast Gesah Nusantara, Danrem 081/DSJ Kolonel Arm Untoro Hariyanto memaparkan berbagai capaian program TNI Angkatan Darat yang telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di wilayah jajaran Korem 081/DSJ. Berbagai program yang dilaksanakan mulai dari pembangunan Jembatan Garuda, TNI AD Manunggal Air Bersih dan Air Persawahan, ketahanan pangan, Karya Bakti […]

    Bagikan
  • Jumlah Pemilih di Ponorogo Bertambah, KPU Tetapkan 783 Ribu Lebih dalam DPB Triwulan Tiga

    Jumlah Pemilih di Ponorogo Bertambah, KPU Tetapkan 783 Ribu Lebih dalam DPB Triwulan Tiga

    • calendar_month Senin, 6 Okt 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 136
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo –Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Ponorogo menetapkan hasil rekapitulasi Daftar Pemilih Berkelanjutan (DPB) triwulan III tahun 2025. Berdasarkan hasil penetapan, jumlah pemilih di Bumi Reog kini mencapai 783.219 jiwa. Dari jumlah tersebut, terdiri atas 398.055 pemilih perempuan dan 385.164 pemilih laki-laki. Angka ini meningkat 11.330 pemilih dibandingkan dengan hasil DPB triwulan II […]

    Bagikan
  • Atribut Partai Masih Terpasang di Jalan Panekan–Kendal, DPC Gerindra Magetan Pastikan Diturunkan Hari Ini photo_camera 3

    Atribut Partai Masih Terpasang di Jalan Panekan–Kendal, DPC Gerindra Magetan Pastikan Diturunkan Hari Ini

    • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 361
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Sejumlah atribut Partai Gerindra masih terlihat terpampang di sepanjang Jalan Panekan–Kendal, wilayah Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, pada Selasa (10/2/2026). Spanduk dan bendera yang menempel di pinggir jalan hingga area jembatan tersebut menjadi perhatian para pengguna jalan yang melintas dari Magetan menuju Kecamatan Kendal, Ngawi. Keberadaan atribut berselang beberapa hari setelah perayaan […]

    Bagikan
  • Presiden Prabowo Subianto Bicara Soal “Londo Ireng”, Siapa itu ?

    Presiden Prabowo Subianto Bicara Soal “Londo Ireng”, Siapa itu ?

    • calendar_month Sabtu, 25 Jul 2026
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 109
    • 0Komentar

    Wartawan = Londo Ireng Londo Ireng sedang viral, menjadi pemberitaan di media mainstream dan pembahasan di media sosial. Frasa ini tiba-tiba populer saat Presiden Prabowo menyampaikan sebagai kiasan saat pidato pada Harlah PKB di Jakarta Convention Center Jumat (24/7/2026) yang lalu. Presiden menyebut ada orang-orang Indonesia seperti wartawan, jurnalis, pengamat dan LSM yang senang mengabdi […]

    Bagikan
  • Tim Jibom Amankan Granat MK5 di Pondok Lansia Kota Madiun, Diduga Masih Aktif

    Tim Jibom Amankan Granat MK5 di Pondok Lansia Kota Madiun, Diduga Masih Aktif

    • calendar_month Jumat, 12 Des 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 243
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Lingkungan Asrama Pondok Lansia di Kelurahan Klegen, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun, mendadak geger setelah ditemukannya sebuah granat pada Jumat sore (12/12/2025). Benda berbahaya itu pertama kali ditemukan oleh penjaga pondok, Andik Kokok Prasetyo, di halaman asrama saat ia tengah mengantar salah satu penghuni, Sanem. Andik mengaku terkejut ketika melihat benda mencurigakan […]

    Bagikan
  • Kebakaran Lahan Jati di Gunung Bungkuk Magetan Meluas hingga 7 Hektare

    Kebakaran Lahan Jati di Gunung Bungkuk Magetan Meluas hingga 7 Hektare

    • calendar_month Minggu, 23 Agt 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 119
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kebakaran melanda lahan tanaman jati milik warga di kawasan Gunung Bungkuk, Desa Bungkuk, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Minggu (23/8/2026) sore. Api membakar lahan seluas sekitar tujuh hektare sebelum berhasil ditangani petugas dan warga. Penanganan kebakaran dinyatakan selesai sekitar pukul 19.50 WIB setelah melibatkan BPBD Magetan bersama TNI, Polri, PMI, […]

    Bagikan
expand_less