Berita Terkini
Trending Tags

Petani Ponorogo Hadapi Penyakit Tanaman Padi, Gunakan Pestisida Alternatif Bubur California

  • account_circle Ega Patria
  • calendar_month Kamis, 20 Feb 2025
  • visibility 175
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Kelompok tani Kelurahan Bangunsari membuat bubur california, Foto : Patria – Sinergia

Sinergia | Kab. Ponorogo – Sejumlah tanaman padi milik petani di Ponorogo mengalami penyakit yang dikenal dengan istilah ‘asem-aseman’. Gejala awal penyakit ini terlihat dari daun padi yang menguning kemerahan, dimulai dari ujung, menjalar ke pangkal, hingga akhirnya mengering dan menyebabkan pertumbuhan terhambat. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat mengurangi hasil panen bahkan berpotensi menyebabkan gagal panen.

Di area persawahan Kelurahan Bangunsari, Kecamatan Kota Ponorogo, fenomena ini semakin mengkhawatirkan. Abu Yahman, seorang petani setempat, mengungkapkan bahwa penyakit ini telah terjadi sepanjang musim penghujan.

“Air yang seharusnya bisa surut justru tergenang, menyebabkan tanaman cepat busuk akibat jamur dan bakteri. Selain itu, keasaman tanah juga tinggi,” ujarnya.

Untuk mengatasi masalah ini, Kelompok Tani Bangunsari menciptakan inovasi berupa Bubur California (BC), yaitu pestisida nabati/Alternatif berbahan dasar belerang, batu kapur, dan air.

Cara pembuatan BC cukup sederhana:

1. Rebus tepung belerang dan batu kapur halus dalam air mendidih hingga larut.

2. Aduk hingga semua bahan tercampur merata dan kembali mendidih.

3. Dinginkan larutan dan diamkan selama 24 jam agar cairan dan endapan terpisah.

4. Ambil cairan bagian atas yang berwarna kuning kemerahan, lalu simpan dalam jeriken atau botol.

Petani dapat menyemprotkan larutan ini dengan dosis berbeda sesuai usia tanaman. Usia 7 hari, campurkan seperempat botol air mineral dengan air sebelum penyemprotan. Sedangkan, usia 10 hari, campurkan setengah botol air mineral dengan air sebelum penyemprotan.

Ahmad Subkhi, seorang petani yang telah menerapkan inovasi ini, menyatakan bahwa BC efektif menekan pertumbuhan jamur dan bakteri.

“Ini namanya Bubur California, atau anti jamur. Ini siasat kita untuk menekan biaya pertanian, dan terbukti efektif,” katanya.

Sementara itu, Edy Mulyono, Petugas Pengendali Penyakit Tanaman (PUPT) Provinsi Jawa Timur, menambahkan bahwa selain di Bangunsari, beberapa kelompok tani lain di Kabupaten Ponorogo juga melakukan inovasi serupa. 

“Ini sangat bermanfaat, terutama dalam menekan biaya pertanian,” ujarnya.

Selain mengurangi jamur dan bakteri, penggunaan BC juga membantu petani mengurangi ketergantungan terhadap pestisida kimia. Dengan inovasi ini, diharapkan kesehatan tanaman padi tetap terjaga dan hasil panen meningkat, memberikan solusi berkelanjutan bagi petani di Ponorogo.

Patria – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Ega Patria

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gadis 20 Tahun di Kota Madiun Hilang Sejak Awal November, Polisi Lakukan Pencarian

    Gadis 20 Tahun di Kota Madiun Hilang Sejak Awal November, Polisi Lakukan Pencarian

    • calendar_month Selasa, 11 Nov 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 90
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Kesedihan mendalam dirasakan Mulawarda dan Linda Purwati, warga Jalan Tawang Krida, Kelurahan Tawangrejo, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun. Anak semata wayang mereka, Renanda Maharani Kharisma Wardhana atau akrab disapa Risma (20), dilaporkan hilang sejak 3 November 2025 dan hingga kini belum diketahui keberadaannya. Menurut sang ibu, Risma berpamitan pada Senin pagi […]

    Bagikan
  • Enam Ribu Santri Ponpes Darul Huda Mayak Dipulangkan Dengan 70 Bus

    Enam Ribu Santri Ponpes Darul Huda Mayak Dipulangkan Dengan 70 Bus

    • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 672
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Sekitar enam ribu santri dan santriwati Pondok Pesantren Darul Huda Mayak, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, dipulangkan ke daerah asal masing-masing pada Sabtu (7/3/2026). Proses pemulangan dilakukan secara bertahap dengan menyiapkan puluhan armada bus. Sejak pagi hari, para santri tampak bersiap meninggalkan kompleks pondok. Mereka mengemas pakaian serta buku ke dalam tas […]

    Bagikan
  • Tren Pamer Akta Cerai Usai Sidang di Pengadilan Agama Mencuat di Magetan

    Tren Pamer Akta Cerai Usai Sidang di Pengadilan Agama Mencuat di Magetan

    • calendar_month Kamis, 9 Okt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 96
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Muncul ke permukaan publik, fenomena perceraian di Kabupaten Magetan menjadi perhatian. Selain jumlah perkara yang cukup tinggi, kini muncul tren baru di kalangan perempuan yang baru saja bercerai. Beberapa di antaranya tampak berpose di depan Kantor Pengadilan Agama (PA) Kelas IB Magetan sambil memamerkan akta cerai. Mereka tampak bangga status baru […]

    Bagikan
  • Cakupan Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Magetan Melonjak, Kini Tembus 9,82 Persen

    Cakupan Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Magetan Melonjak, Kini Tembus 9,82 Persen

    • calendar_month Senin, 21 Jul 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 102
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) di Kabupaten Magetan menunjukkan peningkatan signifikan dalam dua bulan terakhir. Dinas Kesehatan (Dinkes) Magetan mencatat cakupan PKG kini mencapai 9,82 persen per 14 Juli 2025, melonjak tajam dari sebelumnya hanya 0,23 persen pada pertengahan Mei lalu. Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Magetan, Retnowati Hadirini, mengatakan […]

    Bagikan
  • Jalur Sragi–Pekalongan Mulai Berangsur Normal, Namun 3 KA di Daop 7 Batal Berangkat

    Jalur Sragi–Pekalongan Mulai Berangsur Normal, Namun 3 KA di Daop 7 Batal Berangkat

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 84
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Cuaca ekstrem yang melanda beberapa hari terakhir masih berdampak pada jalur KA Sragi – Pekalongan Jawa Tengah. Genangan air masih nampak hingga menghambat perjalanan kereta.  Manager Humas Daop 7 Madiun, Tohari mengungkapkan kondisi tersebut mempengaruhi perjalanan KA yang melintasi Daop 7 Madiun. Hingga kini, proses pemulihan jalur masih terus dilakukan […]

    Bagikan
  • Disdukcapil Kab. Madiun Luncurkan Program “Senopati”, Permudah Layanan Kependudukan Digital

    Disdukcapil Kab. Madiun Luncurkan Program “Senopati”, Permudah Layanan Kependudukan Digital

    • calendar_month Senin, 2 Jun 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 100
    • 0Komentar

    Sinegia | Kab. Madiun – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Madiun meluncurkan program inovatif bernama SENOPATI (Sistem Online Pelayanan Kependudukan Terintegrasi) pada Senin (02/06/2025). Peluncuran tersebut digelar di Pendopo Graha Muda dan dihadiri langsung oleh Bupati Madiun, Hari Wuryanto, bersama Wakil Bupati Madiun, dr. Purnomo Hadi dan jajaran camat serta kepala desa se-Kabupaten […]

    Bagikan
expand_less