KAI Daop 7 Madiun Gelar Bakti Sosial Rail Clinic di Stasiun Geneng, Warga Dapat Layanan Kesehatan Gratis
- account_circle Kriswanto
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 71
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Ngawi — PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun menggelar bakti sosial melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Rail Clinic di Stasiun Geneng, Kabupaten Ngawi, Rabu (19/8/2026).
Kegiatan tersebut menghadirkan layanan kesehatan dan pengobatan gratis bagi masyarakat, khususnya warga yang tinggal di sekitar jalur kereta api dan memiliki keterbatasan akses terhadap fasilitas kesehatan.
Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, mengatakan kegiatan Rail Clinic merupakan bentuk kepedulian sekaligus komitmen KAI untuk memberikan manfaat bagi masyarakat di wilayah operasional perusahaan.
“Hari ini, Rail Clinic hadir di Stasiun Geneng untuk memberikan pelayanan kesehatan, pengobatan gratis, serta edukasi kesehatan dan keselamatan kepada masyarakat sekitar stasiun,” ujar Tohari.
Menurutnya, Rail Clinic merupakan kereta kesehatan yang dirancang untuk menjangkau masyarakat di daerah yang sulit diakses kendaraan bermotor dengan memanfaatkan jalur kereta api.
Dalam kegiatan tersebut, KAI menyediakan sejumlah layanan kesehatan, mulai dari pemeriksaan umum, kesehatan gigi, kebidanan dan USG, pemeriksaan laboratorium, hingga pemeriksaan mata.

KAI juga memberikan 10 kacamata gratis bagi siswa sekolah. Selain itu, tiga unit kursi roda disalurkan untuk tiga desa, yakni Desa Tepas, Desa Geneng, dan Desa Tambakromo.
Bantuan sosial lainnya berupa 60 paket sembako dari UPZ KAI untuk masyarakat yang membutuhkan serta 100 paket Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
“Tercatat sebanyak 112 orang mengakses poli umum, lima orang poli gigi, 15 orang pemeriksaan mata, lima orang poli spesialis kandungan atau Obgyn, serta 46 orang menjalani pemeriksaan laboratorium,” jelas Tohari, Manager Humas KAI Daop 7 Madiun.
Kegiatan tersebut melibatkan tim medis yang terdiri dari dokter umum, dokter gigi, dokter spesialis kandungan (Obgyn), bidan, analis kesehatan, apoteker, dan tenaga paramedis.
Selain pelayanan kesehatan, KAI memberikan penyuluhan mengenai keselamatan dan keamanan perjalanan kereta api. Edukasi tersebut menjadi bagian dari upaya preventif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap potensi bahaya di sekitar jalur rel.
Tohari berharap kegiatan Rail Clinic dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya kesehatan sekaligus memperkuat hubungan antara KAI dan masyarakat di sekitar jalur kereta api.
“Kami berkomitmen untuk terus menjalankan program-program yang bermanfaat bagi lingkungan dan masyarakat di wilayah kerja Daop 7 Madiun, sehingga perjalanan kereta api senantiasa selamat, aman, dan membawa berkah bagi semua,” pungkasnya. (Krs)
- Penulis: Kriswanto
- Editor: Diez



