Berita Terkini
Trending Tags

Pelarian Berakhir, Polres Madiun Tangkap Totok Terduga Pelaku Penusukan Istri Siri dan Anak

  • account_circle Tova Pradana
  • calendar_month 49 menit yang lalu
  • visibility 53
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Terduga pelaku penganiayaan terhadap istri siri dan anak menjalani pemeriksaan oleh unit PPA Satreskrim Polres Madiun. Foto : Tova-Sinergia

Sinergia | Madiun – Pelarian Totok, pria yang diduga menusuk istri sirinya dan anak perempuan korban di Kelurahan Munggut, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, berakhir. Polisi menangkap Totok pada Rabu (19/8/2026), sehari setelah aksi penusukan yang mengakibatkan dua korban mengalami luka akibat senjata tajam.

Kasat Reskrim Polres Madiun AKP Agung Hartawan mengatakan, Totok diamankan anggota URC Opsnal Satreskrim Polres Madiun saat berada di jalan. Setelah ditangkap, Totok langsung dibawa untuk menjalani pemeriksaan oleh penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Madiun.

“Semalam ketika kita coba cari rumahnya tidak ada, hari ini kita berhasil amankan di jalan oleh anggota URC Opsnal Satreskrim Polres Madiun,” kata Agung, Rabu (19/8/2026).

Kasus ini bermula dari laporan dugaan penganiayaan berat terhadap anak yang diterima Polsek Wungu pada Selasa (18/8/2026) sekitar pukul 18.00 WIB. Polisi kemudian melakukan penyelidikan setelah mendapat informasi adanya penusukan terhadap seorang anak yang diduga dilakukan seorang pria.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, aksi kekerasan tersebut diduga bermula dari cekcok antara Totok dan Widya di dalam rumah di Jalan Munggut Arum, Kelurahan Munggut.

Cekcok kemudian memanas hingga Totok diduga mengeluarkan pisau dan hendak menusuk Widya. Anak korban yang masih di bawah umur berusaha melerai pertengkaran tersebut.

Namun, menurut keterangan polisi, anak tersebut justru didorong hingga terjatuh. Setelah itu, korban diduga turut ditusuk oleh Totok.

“Ketika percekcokan mulai memuncak, si laki-laki mengeluarkan pisau yang tujuannya untuk menusuk korban. Namun, saat itu ada anaknya yang berusaha melerai, kemudian didorong jatuh dan setelah jatuh ditusuk,” ujar Agung.

Usai kejadian, Totok sempat melarikan diri. Warga yang mengetahui kejadian tersebut kemudian mengevakuasi Widya dan anaknya ke RSUD dr Soedono Kota Madiun untuk mendapatkan penanganan medis.

Salah seorang warga, Wahyu Trisayakti, mengatakan dirinya tidak melihat langsung aksi penusukan. Ia mengetahui kejadian setelah mendengar teriakan meminta pertolongan dan mendapati kedua korban dalam kondisi terluka.

“Saya hanya melihat korban sudah berlumuran darah. Saya bawa masuk ke rumah saya. Karena melihat itu sebuah kedaruratan, saya langsung ganti baju dan bawa ke rumah sakit,” ujar Wahyu.

Menurut Wahyu, Widya mengalami luka di bagian samping perut, sedangkan anaknya mengalami luka di bagian perut atas. Kondisi anak tersebut sempat membuat warga khawatir karena mengalami pendarahan.

“Anak ini menutupi lukanya dengan jilbabnya, menahan darah. Tidak menangis sama sekali,” katanya.

Wahyu mengaku sebelumnya pernah mendengar adanya persoalan rumah tangga antara Totok dan Widya. Keduanya diketahui menjalani hubungan sebagai suami istri siri. Namun, Wahyu mengaku tidak mengetahui secara pasti persoalan yang memicu pertengkaran hingga berujung kekerasan.

Sementara itu, polisi masih mendalami motif di balik aksi penusukan tersebut. Agung menegaskan, pemeriksaan terhadap Totok masih berlangsung sehingga penyidik belum menyimpulkan secara pasti alasan pelaku melakukan penganiayaan.

“Ini saat ini masih kami dalami dalam proses penyidikan,” ujarnya.

Atas kasus tersebut, polisi menyebut Totok dapat dikenakan Pasal 80 Ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Ancaman pidananya maksimal lima tahun penjara.

Polisi masih melakukan penyidikan untuk mengungkap  rangkaian kejadian kasus penganiayaan tersebut, termasuk motif dan kondisi kedua korban. (Tov)

Bagikan
  • Penulis: Tova Pradana
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • PAW Anggota DPRD Kota Madiun, 125 Suara Antarkan Fauzi Ghozali ke Kursi Legislatif

    PAW Anggota DPRD Kota Madiun, 125 Suara Antarkan Fauzi Ghozali ke Kursi Legislatif

    • calendar_month Senin, 3 Feb 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 132
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Bak durian runtuh. Hanya bermodalkan 125 suara Pemilu Legislatif 2024 lalu, Fauzi Ghozali bisa duduk di empuknya kursi anggota DPRD Kota Madiun periode 2024-2029. Hal itu tak lepas dari mundurnya F. Bagus Panuntun yang maju pada Pilkada Serentak 2024 lalu sebagai calon Wakil Walikota Madiun mendampingi calon Walikota Madiun, Maidi. […]

    Bagikan
  • Warga Nambangan Lor Tangkap Ular Sanca Kembang Sepanjang Empat Meter

    Warga Nambangan Lor Tangkap Ular Sanca Kembang Sepanjang Empat Meter

    • calendar_month Jumat, 14 Mar 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 116
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Penangkapan ular jenis sanca kembang (Malayopython reticulatus) dengan panjang sekitar empat meter di Sungai Gempol, Jalan Mayjen Sungkono, Gang Menco, Kelurahan Nambangan Lor, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun, menjadi perhatian warga setempat. Ketua RW 13 Kelurahan Nambangan Lor, Suntoyo, menyampaikan bahwa beberapa hari sebelumnya, pihaknya menerima laporan dari warga yang melihat […]

    Bagikan
  • Souvenir Frozen Food Jadi Tren Baru di Pernikahan, Pengusaha Ponorogo Bagikan Dimsum untuk Tamu

    Souvenir Frozen Food Jadi Tren Baru di Pernikahan, Pengusaha Ponorogo Bagikan Dimsum untuk Tamu

    • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 178
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Souvenir pernikahan umumnya berupa barang kenangan seperti kipas, gelas, atau gantungan kunci. Namun, sebuah resepsi pernikahan di Kabupaten Ponorogo menghadirkan konsep berbeda dengan membagikan paket frozen food kepada para tamu undangan. Inovasi tersebut dilakukan oleh Asri Ananda (52), pengusaha frozen food asal Desa Siman, Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo. Dalam resepsi pernikahan […]

    Bagikan
  • Tidak Hanya Suap Jual Beli Jabatan, KPK Endus Dugaan Korupsi Lain di Ponorogo

    Tidak Hanya Suap Jual Beli Jabatan, KPK Endus Dugaan Korupsi Lain di Ponorogo

    • calendar_month Rabu, 12 Nov 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 133
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko pekan lalu menggemparkan publik. Apalagi, dalam kasus itu, KPK menetapkan 4 tersangka selain Sugiri yakni Agus Pramono, Sekda Ponorogo, dr. Yunus Mahatma, Direktur RSUD dr. Harjono serta Sucipto, kontraktor atau rekanan proyek. Rupanya, lembaga anti rasuah tersebut […]

    Bagikan
  • Viral! Aksi Perampokan Bersenjata di Maospati, Korban Ungkap Detik-Detik Mencekam di Kamar Tidur

    Viral! Aksi Perampokan Bersenjata di Maospati, Korban Ungkap Detik-Detik Mencekam di Kamar Tidur

    • calendar_month Rabu, 18 Jun 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 143
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Seorang warga Maospati menjadi korban aksi perampokan bersenjata yang terjadi dini hari, Senin (16/6/2025). Kisah mencekam itu dibagikan langsung oleh korban, Satriya Bima Ariyaa, melalui unggahan media sosial yang kemudian viral di berbagai grup WhatsApp dan Instagram komunitas Magetan. Kapolsek Maospati, Kompol Haris Prabowo, membenarkan adanya laporan tersebut. Hingga Selasa malam […]

    Bagikan
  • Klaim Manfaat Jaminan Sosial Ketenagakerjaan di Kota Madiun Tembus Rp. 58,8 Miliar

    Klaim Manfaat Jaminan Sosial Ketenagakerjaan di Kota Madiun Tembus Rp. 58,8 Miliar

    • calendar_month Senin, 29 Des 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 181
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Badan Peyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Cabang Madiun mencatat telah membayarkan manfaat program jaminan sosial ketenaga kerjaan (Jamsostek) kepada peserta dengan total nilai sebesar Rp. 58,8 Miliar rupiah. Angka tersebut dari total TK klaim sebanyak 4.168 kasus klaim periode Januari hingga November 2025. Sementara data per 26 Desember 2025, tercatat […]

    Bagikan
expand_less