Berita Terkini
Trending Tags

Pelarian Berakhir, Polres Madiun Tangkap Totok Terduga Pelaku Penusukan Istri Siri dan Anak

  • account_circle Tova Pradana
  • calendar_month Rabu, 19 Agt 2026
  • visibility 496
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Terduga pelaku penganiayaan terhadap istri siri dan anak menjalani pemeriksaan oleh unit PPA Satreskrim Polres Madiun. Foto : Tova-Sinergia

Sinergia | Madiun – Pelarian Totok, pria yang diduga menusuk istri sirinya dan anak perempuan korban di Kelurahan Munggut, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, berakhir. Polisi menangkap Totok pada Rabu (19/8/2026), sehari setelah aksi penusukan yang mengakibatkan dua korban mengalami luka akibat senjata tajam.

Kasat Reskrim Polres Madiun AKP Agung Hartawan mengatakan, Totok diamankan anggota URC Opsnal Satreskrim Polres Madiun saat berada di jalan. Setelah ditangkap, Totok langsung dibawa untuk menjalani pemeriksaan oleh penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Madiun.

“Semalam ketika kita coba cari rumahnya tidak ada, hari ini kita berhasil amankan di jalan oleh anggota URC Opsnal Satreskrim Polres Madiun,” kata Agung, Rabu (19/8/2026).

Kasus ini bermula dari laporan dugaan penganiayaan berat terhadap anak yang diterima Polsek Wungu pada Selasa (18/8/2026) sekitar pukul 18.00 WIB. Polisi kemudian melakukan penyelidikan setelah mendapat informasi adanya penusukan terhadap seorang anak yang diduga dilakukan seorang pria.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, aksi kekerasan tersebut diduga bermula dari cekcok antara Totok dan Widya di dalam rumah di Jalan Munggut Arum, Kelurahan Munggut.

Cekcok kemudian memanas hingga Totok diduga mengeluarkan pisau dan hendak menusuk Widya. Anak korban yang masih di bawah umur berusaha melerai pertengkaran tersebut.

Namun, menurut keterangan polisi, anak tersebut justru didorong hingga terjatuh. Setelah itu, korban diduga turut ditusuk oleh Totok.

“Ketika percekcokan mulai memuncak, si laki-laki mengeluarkan pisau yang tujuannya untuk menusuk korban. Namun, saat itu ada anaknya yang berusaha melerai, kemudian didorong jatuh dan setelah jatuh ditusuk,” ujar Agung.

Usai kejadian, Totok sempat melarikan diri. Warga yang mengetahui kejadian tersebut kemudian mengevakuasi Widya dan anaknya ke RSUD dr Soedono Kota Madiun untuk mendapatkan penanganan medis.

Salah seorang warga, Wahyu Trisayakti, mengatakan dirinya tidak melihat langsung aksi penusukan. Ia mengetahui kejadian setelah mendengar teriakan meminta pertolongan dan mendapati kedua korban dalam kondisi terluka.

“Saya hanya melihat korban sudah berlumuran darah. Saya bawa masuk ke rumah saya. Karena melihat itu sebuah kedaruratan, saya langsung ganti baju dan bawa ke rumah sakit,” ujar Wahyu.

Menurut Wahyu, Widya mengalami luka di bagian samping perut, sedangkan anaknya mengalami luka di bagian perut atas. Kondisi anak tersebut sempat membuat warga khawatir karena mengalami pendarahan.

“Anak ini menutupi lukanya dengan jilbabnya, menahan darah. Tidak menangis sama sekali,” katanya.

Wahyu mengaku sebelumnya pernah mendengar adanya persoalan rumah tangga antara Totok dan Widya. Keduanya diketahui menjalani hubungan sebagai suami istri siri. Namun, Wahyu mengaku tidak mengetahui secara pasti persoalan yang memicu pertengkaran hingga berujung kekerasan.

Sementara itu, polisi masih mendalami motif di balik aksi penusukan tersebut. Agung menegaskan, pemeriksaan terhadap Totok masih berlangsung sehingga penyidik belum menyimpulkan secara pasti alasan pelaku melakukan penganiayaan.

“Ini saat ini masih kami dalami dalam proses penyidikan,” ujarnya.

Atas kasus tersebut, polisi menyebut Totok dapat dikenakan Pasal 80 Ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Ancaman pidananya maksimal lima tahun penjara.

Polisi masih melakukan penyidikan untuk mengungkap  rangkaian kejadian kasus penganiayaan tersebut, termasuk motif dan kondisi kedua korban. (Tov)

Bagikan
  • Penulis: Tova Pradana
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pria 32 Tahun di Ponorogo Ditemukan Tewas, Diduga Overdosis Miras

    Pria 32 Tahun di Ponorogo Ditemukan Tewas, Diduga Overdosis Miras

    • calendar_month Senin, 7 Apr 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 161
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Seorang pria ditemukan tewas dalam kondisi membusuk di kamar tidurnya, di Desa Madusari, Kecamatan Siman, Ponorogo, Minggu (6/4/2025) malam. Korban diketahui bernama Richi Zulkarim (32), yang tinggal seorang diri di rumah tersebut. Penemuan mayat ini berawal dari kecurigaan adik korban yang hendak menjenguk kakaknya. Saat membuka pintu rumah, ia mencium bau […]

    Bagikan
  • Nuansa Alam Gunung Kendil Genilangit Jadi Primadona Pendaki Pemula di Magetan

    Nuansa Alam Gunung Kendil Genilangit Jadi Primadona Pendaki Pemula di Magetan

    • calendar_month Kamis, 3 Jul 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 1.377
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Kabupaten Magetan Jawa Timur selalu menyuguhkan keindahan alam yang memukau. Seperti destinasi baru yang mencuri perhatian para pencinta alam khususnya pendaki pemula. Gunung Kendil, yang berada di Desa Genilangit, Kecamatan Poncol, kini resmi dibuka untuk umum dan menawarkan pengalaman mendaki yang ramah serta pemandangan memukau. Dengan ketinggian 1.625 meter di […]

    Bagikan
  • Anggaran Terpangkas 52 Persen, DPUPR Magetan Fokus Pertahankan Jalan Kabupaten

    Anggaran Terpangkas 52 Persen, DPUPR Magetan Fokus Pertahankan Jalan Kabupaten

    • calendar_month Selasa, 11 Agt 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 177
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan — Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Magetan harus melakukan penyesuaian penanganan infrastruktur jalan menyusul berkurangnya transfer keuangan ke daerah. Tahun ini, anggaran penanganan jalan disebut mengalami penurunan sekitar 52 persen. Kondisi tersebut membuat pemerintah daerah tidak bisa melakukan pembangunan maupun peningkatan jalan secara masif. Fokus penanganan diarahkan pada pemeliharaan […]

    Bagikan
  • Satpol PP Madiun Gembleng 30 Anggota Satlinmas, Bekali Kemampuan Ketertiban hingga Pertolongan Darurat

    Satpol PP Madiun Gembleng 30 Anggota Satlinmas, Bekali Kemampuan Ketertiban hingga Pertolongan Darurat

    • calendar_month Selasa, 2 Jun 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 286
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) menggelar pembinaan bagi anggota Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) dari desa-desa se-Kabupaten Madiun. Kegiatan tersebut berlangsung selama tiga hari, mulai 2 hingga 4 Juni 2026, di Markas Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Jatim di Madiun. Sebanyak 30 anggota Satlinmas mengikuti pembinaan yang […]

    Bagikan
  • Jemaah Haji Khusus Dwi Cipta Travel Rampungkan Umrah Wajib, Fokus Persiapan Armuzna

    Jemaah Haji Khusus Dwi Cipta Travel Rampungkan Umrah Wajib, Fokus Persiapan Armuzna

    • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 312
    • 0Komentar

    Sinergia | Mekkah — Jemaah haji khusus Dwi Cipta Travel (DCT) telah tiba di Tanah Suci Mekkah dan menjalankan umrah wajib dengan lancar. Seluruh rangkaian ibadah perdana tersebut berlangsung khidmat sesaat setelah kedatangan jemaah di Kota Suci Mekkah. Pembimbing jemaah haji khusus DCT, Haji Abdul Rahman, mengatakan seluruh jemaah saat ini dalam kondisi sehat wal […]

    Bagikan
  • Petani Magetan Menjerit, Tanaman Padi Diserang Hama Potong Leher

    Petani Magetan Menjerit, Tanaman Padi Diserang Hama Potong Leher

    • calendar_month Jumat, 23 Mei 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 188
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Nestapa melanda petani di Kabupaten Magetan. Musim tanam kedua tahun ini bukan membawa panen, melainkan duka mendalam. Ribuan hektare sawah di sejumlah kecamatan gagal panen akibat serangan hama potong leher yang tak terbendung. Seperti di Desa Pragak, Kecamatan Parang, derita itu nyata. Tanaman padi yang semula tumbuh subur mendadak layu dan kosong […]

    Bagikan
expand_less