Kekeringan Dua Bulan, Warga Pulung Ponorogo Dapat Bantuan Air Bersih dari Khofifah
- account_circle Ega Patria
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 21
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Ponorogo – Warga Dusun Dungus, Desa Karangpatihan, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, yang terdampak kekeringan mendapat bantuan air bersih dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Bantuan tersebut disalurkan langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa pada Sabtu sore (19/9/2026).
Selain air bersih, Khofifah turut menyerahkan 200 jeriken dan 50 unit tandon air untuk membantu memenuhi kebutuhan warga selama menghadapi krisis air.
Khofifah mengatakan, Pemprov Jawa Timur terus mencari solusi agar kebutuhan air bersih masyarakat di wilayah terdampak kekeringan dapat terpenuhi. Sejumlah langkah dilakukan, mulai dari mencari sumber air, pengeboran sumur, hingga operasi modifikasi cuaca atau OMC.
Menurut Khofifah, apabila ditemukan sumber air yang lokasinya tidak terlalu jauh dari permukiman warga, pemerintah dapat membangun jaringan pipa untuk menyalurkan air tersebut ke desa yang membutuhkan.
“Kalau misalnya di desa ini terkonfirmasi ada titik air terdekat, saya rasa kita bisa bersama-sama untuk membangun koneksitas pipanisasi agar air itu bisa dialirkan ke desa ini,” kata Khofifah.
Ia menjelaskan, proses pencarian sumber air tidak selalu memiliki tingkat kesulitan yang sama di setiap daerah. Pengeboran di sejumlah wilayah bisa menemukan sumber air pada kedalaman tertentu, namun di lokasi lain justru masih menemui lapisan batuan meski pengeboran telah dilakukan cukup dalam.
“Kita juga melakukan itu di berbagai daerah. Ada juga sumur bor, ada yang 90 meter sudah ketemu air, ada yang 200 meter masih ketemu batu. Jadi masing-masing daerah tidak sama tingkat kesulitannya,” ujarnya.

Selain mengandalkan sumur bor, Pemprov Jatim juga berupaya mengalirkan air dari sumber yang berada cukup jauh melalui jaringan perpipaan. Upaya tersebut telah diterapkan di sejumlah daerah yang mengalami persoalan serupa.
Sementara itu, upaya menambah peluang turunnya hujan juga dilakukan melalui operasi modifikasi cuaca. OMC telah dilaksanakan Pemprov Jatim sejak 3 September 2026 dengan menyesuaikan kondisi atmosfer.
Bagi warga Dusun Dungus, bantuan air bersih tersebut menjadi angin segar setelah kekeringan dirasakan selama sekitar dua bulan.
Dian, salah seorang warga, mengaku bersyukur atas bantuan yang diberikan. Ia berharap kebutuhan air bersih warga dapat terus terpenuhi.
“Alhamdulillah senang sekali, bantuan ini sangat membantu bagi warga Dungus, karena disini kekeringan. Semoga ke depannya air minum bisa lancar,” ucapnya.
Dusun Dungus, khususnya wilayah RT 2/1, merupakan salah satu kawasan yang kerap mengalami krisis air bersih ketika musim kemarau.
Berdasarkan data BPBD, sebanyak 189 jiwa di Dusun Dungus, Desa Karangpatihan, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, terdampak kekeringan. (Ega)
- Penulis: Ega Patria
- Editor: Diez





