Warga Jungke Magetan Panik, Gudang Rongsok Terbakar Hebat Dini Hari
- account_circle Kusnanto
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 40
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Magetan – Kebakaran melanda sebuah gudang rongsok di Desa Jungke, Kecamatan Karas, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Minggu (20/9/2026) dini hari. Api dengan cepat membesar dan melalap tumpukan barang bekas yang didominasi material plastik, karet, hingga material bercampur minyak.
Video amatir yang beredar di masyarakat memperlihatkan kobaran api membumbung tinggi dari area gudang. Kepulan asap tebal juga terlihat menyelimuti lokasi kejadian.
Kebakaran yang terjadi di dekat permukiman warga tersebut sontak membuat warga berhamburan keluar rumah. Sebagian warga berupaya membantu memadamkan api menggunakan peralatan seadanya sembari menunggu kedatangan petugas pemadam kebakaran.
Pemilik gudang rongsok, Sri Winarti, mengatakan dirinya pertama kali mengetahui kejadian tersebut setelah mendapat informasi dari tetangga sekitar pukul 02.30 WIB. Saat itu, seorang tetangga yang hendak pergi ke pasar berusaha memberi tahu keluarga melalui ketukan pintu dan panggilan telepon.
“Kita taunya setengah tiga, kita panggil damkar itu jam tiga lewat baru datang,” kata Sri.
Menurut Sri, api diduga sudah mulai muncul sekitar pukul 02.00 WIB. Karena sebagian besar isi gudang berupa material yang mudah terbakar, api kemudian cepat membesar dan merambat ke tumpukan rongsok lainnya.
Asap pekat dari kebakaran juga mengganggu warga di sekitar lokasi. Hingga beberapa jam setelah kejadian, proses pemadaman masih berlangsung karena api belum sepenuhnya dapat dikuasai.
Sri menyebut gudang tersebut telah dikelolanya selama sekitar 3 tahun. Kebakaran ini menjadi kejadian pertama yang dialaminya selama menjalankan usaha tersebut. Terkait penyebab kebakaran, Sri memilih tidak berspekulasi. Ia menyerahkan pemeriksaan kepada petugas untuk memastikan sumber api berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara.
Kapolsek Karas AKP Danang Rahayu Winarno mengatakan polisi menerima laporan kebakaran dari masyarakat sekitar pukul 02.30 WIB. Setelah menerima informasi, petugas langsung mendatangi lokasi dan berkoordinasi dengan pemadam kebakaran.
Petugas bersama masyarakat sempat melakukan pemadaman menggunakan peralatan yang tersedia sembari menunggu bantuan armada pemadam. Danang memastikan lokasi gudang yang terbakar berada cukup dekat dengan permukiman warga. Namun, hingga proses pemadaman berlangsung, api belum merembet ke rumah-rumah warga.

“Alhamdulillah aman, intinya tidak sampai ke rumah warga,” ujarnya.
Menurutnya, proses pemadaman menghadapi kendala karena material yang terbakar cukup beragam, mulai dari plastik, karet hingga material yang diduga bercampur minyak. Kondisi tersebut membuat api sulit dipadamkan secara cepat.
Petugas Damkar Kabupaten Magetan Dovi Saputra mengatakan pihaknya mengerahkan empat unit kendaraan untuk menangani kebakaran tersebut. Armada yang diterjunkan terdiri atas dua mobil pompa dan dua unit kendaraan pemasok air.
Besarnya volume material yang terbakar membuat kebutuhan air selama proses pemadaman cukup tinggi. Selain itu, kepulan asap tebal juga menyulitkan petugas menjangkau titik-titik api di antara tumpukan rongsok.
“Kesulitannya ini barang bekas dari plastik dan campuran, jadi asapnya sangat tebal dan membutuhkan suplai air yang banyak,” jelas Dovi.
Untuk membantu membongkar dan mengurai tumpukan material yang terbakar, petugas juga meminta bantuan dua unit ekskavator. Langkah tersebut diperlukan agar titik api yang berada di bagian dalam tumpukan rongsok dapat dijangkau dan dipadamkan.
Hingga Minggu pagi, api belum sepenuhnya padam dan petugas masih melakukan proses pemadaman serta pendinginan di lokasi. Sementara itu, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Polisi masih menunggu proses pemeriksaan dan olah tempat kejadian perkara sebelum menyimpulkan sumber maupun penyebab munculnya api. (Kus)
- Penulis: Kusnanto
- Editor: Diez





