Berita Terkini
Trending Tags

BPBD Magetan Petakan Titik Rawan Bencana, Fokus Pengawasan di Wilayah Dataran Tinggi

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
  • visibility 79
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magetan, Foto : Kusnanto-Sinergia

Sinergia | Magetan — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magetan memperkuat mitigasi bencana hidrometeorologi seiring meningkatnya intensitas hujan. Pemantauan difokuskan pada kawasan dataran tinggi yang memiliki potensi longsor lebih besar.

Plt Kepala Pelaksana BPBD Magetan, Cahaya Wijaya, menjelaskan bahwa wilayah rawan bencana kini terbagi menjadi dua zona besar, yaitu daerah bawah dengan risiko banjir, serta daerah atas yang memiliki potensi longsor dan angin kencang.

“Wilayah bawah jenis ancamannya banjir, namun saat ini masih aman. Titik yang paling rawan ada di wilayah atas yakni wilayah Kecamatan Poncol, Plaosan, hingga Panekan yang memiliki tingkat kemiringan tanah tinggi,” ujarnya Rabu (21/1/2026).

Ia menambahkan bahwa bencana angin kencang secara umum bisa terjadi di beberapa titik, termasuk kejadian terakhir di Mojopurno, yang menunjukkan bahwa potensi bencana tak hanya terfokus di lereng-lereng gunung saja. Untuk memperkuat kesiapsiagaan, BPBD tengah menyiapkan posko khusus di wilayah Plaosan. Posko tersebut dirancang untuk menjangkau dua kecamatan rawan longsor di Plaosan dan Poncol.

BPBD juga telah memeriksa tujuh perangkat Early Warning System (EWS) yang tersebar di kawasan rawan bencana, meliputi pendeteksi longsor, gempa, hingga banjir. “Usia perangkat sudah di atas enam hingga tujuh tahun, tetapi hasil pengecekan kemarin semua masih berfungsi dengan baik,” kata Cahaya.

Langkah ini menjadi bagian dari laporan BPBD kepada pemerintah pusat melalui rapat virtual bersama Wakil Menteri Dalam Negeri terkait peningkatan eskalasi bencana hidrometeorologi tahun ini.

Tak hanya itu, BPBD Magetan juga melakukan mitigasi bencana pada sekitar lokasi wisata. Menyusul dua kejadian longsor di kawasan Telaga Sarangan, masing-masing dari sisi timur utara dan timur selatan, BPBD bergerak cepat melakukan pembatasan akses dan mitigasi lapangan.

“Lokasi longsor sudah kami amankan dan kami tutup sementara. Ada piket petugas di lapangan sesuai instruksi pimpinan. Jalur dialihkan dan volume kendaraan dibatasi karena tonase sangat berpengaruh,” jelas Cahaya.

Ia menegaskan bahwa masyarakat lokal masih diperbolehkan melintas, namun dengan pengawasan dan pembatasan ketat demi menghindari potensi longsor susulan. Meski kejadian terbaru tidak terjadi saat hujan, indikasi gerakan tanah dinilai muncul dari kondisi tanah yang jenuh air dan terpicu oleh getaran kendaraan yang melintas.

Terkait kelanjutan penggunaan jalur Sarangan yang masih dapat dilalui mobil, BPBD menyerahkan keputusan final kepada tim teknis Dinas Pekerjaan Umum. “Kami menunggu analisa beban oleh teman-teman PU. Karena ini akses masyarakat, harapannya tetap bisa dilewati. Namun keselamatan tetap prioritas, jadi harus dihitung penguatannya,” ungkap Cahaya. Saat ini, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo juga telah menutup sebagian akses dan melakukan penanganan awal di titik longsor tersebut.(Kus/Krs).

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harga Cabai Rawit di Ngawi Menembus Rp120 Ribu per Kilogram, Warga Mengeluh Beban Belanja Saat Ramadan

    Harga Cabai Rawit di Ngawi Menembus Rp120 Ribu per Kilogram, Warga Mengeluh Beban Belanja Saat Ramadan

    • calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 170
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Harga cabai rawit di sejumlah pasar tradisional Kabupaten Ngawi melonjak tajam pada awal Ramadan. Di Pasar Besar Ngawi, komoditas ini kini dijual Rp120 ribu per kilogram, naik signifikan dari harga sebelumnya Rp95 ribu. Kenaikan tersebut membuat harga cabai setara dengan harga daging sapi yang juga berada di kisaran Rp120 ribu per […]

    Bagikan
  • Harley Davidson Celaka di Jalur Sarangan–Cemoro Sewu, Pengendara Alami Luka

    Harley Davidson Celaka di Jalur Sarangan–Cemoro Sewu, Pengendara Alami Luka

    • calendar_month Rabu, 24 Sep 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 76
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kecelakaan tunggal melibatkan motor gede (moge) terjadi di jalur ekstrem Plaosan – Cemoro Sewu, Magetan, Rabu (24/09/2025) sekitar pukul 10.30 WIB. Pengendara Harley Davidson bernomor polisi B-3314-BYX terjun ke jurang sedalam kurang lebih 10 meter di tikungan bawah RM Mbah Joe Resort, Kelurahan Sarangan, Kecamatan Plaosan. Motor tersebut dikendarai Oki Pratama […]

    Bagikan
  • Pernikahan Usia Dini di Magetan Masih Terjadi, Mayoritas karena Kehamilan

    Pernikahan Usia Dini di Magetan Masih Terjadi, Mayoritas karena Kehamilan

    • calendar_month Jumat, 15 Agt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 92
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Meskipun jumlahnya terus menurun dalam lima tahun terakhir, pernikahan usia dini di Kabupaten Magetan belum sepenuhnya hilang. Hingga awal Agustus 2025, tercatat 38 pasangan muda mengajukan dispensasi nikah ke Pengadilan Agama. Plt Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Magetan, Miftahuddin, menyebut sebagian besar pengajuan dipicu […]

    Bagikan
  • Wacana WFH ASN Di Ponorogo Menguat, Pemda Kaji Dampak & Tunggu Arahan Pusat

    Wacana WFH ASN Di Ponorogo Menguat, Pemda Kaji Dampak & Tunggu Arahan Pusat

    • calendar_month Jumat, 3 Apr 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 90
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Wacana pemberlakuan work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) mulai berhembus di Kabupaten Ponorogo. Kebijakan ini dikaji sebagai salah satu upaya menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM), namun pemerintah daerah memilih tidak terburu-buru dalam mengambil keputusan. Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah (Sekda) Ponorogo, Agus Sugiarto, menyampaikan bahwa hingga kini […]

    Bagikan
  • Baru Raih Adipura, Magetan Malah Banjir ! Saluran Irigasi Penuh Sampah Jadi Biang Kerok

    Baru Raih Adipura, Magetan Malah Banjir ! Saluran Irigasi Penuh Sampah Jadi Biang Kerok

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 139
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kabupaten Magetan belum lama ini meraih penghargaan sebagai daerah dengan predikat Adipura “Menuju Kota Bersih”. Namun malah dikejutkan banjir luapan pada Selasa (3/3/2026) petang. Ironisnya, banjir terjadi akibat saluran irigasi yang tersumbat sampah, sehingga air meluap ke jalan dan permukiman warga. Hujan deras mengguyur Magetan sejak pukul 17.00 hingga 20.00 WIB […]

    Bagikan
  • Diterjang Banjir Bandang Ratusan Rumah Terendam Lumpur, Jembatan Putus 10 KK Terisolir

    Diterjang Banjir Bandang Ratusan Rumah Terendam Lumpur, Jembatan Putus 10 KK Terisolir

    • calendar_month Rabu, 29 Jan 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 37
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Bencana banjir bandang menerjang Dusun Josaren Desa Sugihwaras Kecamatan Saradan Kabupaten Madiun Selasa Petang (28/01/2025). Terlihat sebuah video amatir warga menunjukan luapan air sungai yang merendam ratusan rumah warga.  Berbagai perabotan rumah tangga terbawa arus banjir. Termasuk dokumen bahkan seekor sapi milik salah satu warga turut hanyut terkena terjangan banjir.  […]

    Bagikan
expand_less