Sekolah Rakyat Diperluas, Pemerintah Siapkan 100 Gedung Permanen Baru hingga Target 500 Ribu Siswa
- account_circle Kusnanto
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 34
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Ngawi – Pemerintah menyiapkan pembangunan sekitar 100 gedung permanen baru untuk memperluas penyelenggaraan Sekolah Rakyat (SR) di berbagai daerah. Kebijakan tersebut diarahkan untuk mewujudkan target setiap kabupaten/kota memiliki sedikitnya satu gedung permanen Sekolah Rakyat.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan saat ini terdapat 182 titik Sekolah Rakyat yang telah beroperasi dari Sabang hingga Merauke. Sebanyak 93 titik di antaranya telah menggunakan gedung permanen, sedangkan lokasi lainnya masih memanfaatkan gedung sementara.
“Kalau sekarang sudah 93, insyaallah akan dibangun lagi ke depan ini ada 100 titik lagi,” kata Saifullah Yusuf saat berdialog dengan siswa dan orang tua siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Ngawi, Sabtu (19/9/2026).
Menurut Saifullah Yusuf, penambahan fasilitas permanen tersebut merupakan bagian dari pengembangan Sekolah Rakyat dalam beberapa tahun ke depan. Pemerintah menargetkan setiap kabupaten/kota setidaknya memiliki satu gedung permanen sehingga akses terhadap program tersebut dapat semakin luas.
Jika seluruh kapasitas nantinya telah terpenuhi, jaringan Sekolah Rakyat secara nasional diproyeksikan mampu menampung lebih dari 500 ribu siswa.

“Harapan Pak Presiden setiap kabupaten kota sekurang-kurangnya memiliki satu gedung permanen Sekolah Rakyat. Sehingga nanti kalau sudah kapasitas penuh kita bisa menampung lebih dari lima ratus ribu siswa,” ujarnya.
Perluasan tersebut melanjutkan perkembangan program dari tahun sebelumnya. Saifullah Yusuf menyebut pada tahun lalu terdapat 166 titik Sekolah Rakyat yang masih menggunakan gedung sementara. Kini jumlahnya meningkat menjadi 182 titik dengan 93 lokasi telah didukung gedung permanen.
Ngawi menjadi salah satu daerah yang langsung menggunakan fasilitas permanen. Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Ngawi tidak melalui tahap sekolah rintisan dengan gedung sementara, melainkan sejak awal menggunakan gedung permanen.
Gedung tersebut dibangun Kementerian Pekerjaan Umum di atas lahan yang disediakan Pemerintah Kabupaten Ngawi. Fasilitasnya dirancang untuk mendukung pendidikan jenjang SD, SMP, dan SMA dengan kapasitas lebih dari 1.000 siswa ketika beroperasi penuh.
Namun, Saifullah Yusuf menegaskan keberadaan gedung permanen harus diikuti dukungan pemerintah daerah dalam pengelolaan sehari-hari. Pemkab Ngawi diminta ikut memastikan fasilitas tetap terawat sekaligus mendukung aspek keamanan, kebersihan, kenyamanan, dan kelancaran kegiatan pendidikan.
“Yang saya titipkan betul-betul di sini adalah kepada Pak Bupati, dukungan untuk merawat, untuk menjaga keamanan, kenyamanan, dan kelancaran dari proses pembelajaran di sini,” katanya.
Untuk mendukung operasional tersebut, Sekolah Rakyat Ngawi masih membutuhkan tambahan personel keamanan dan petugas kebersihan. Dukungan tenaga pendamping, termasuk wali asrama dan wali asuh, juga diperlukan untuk menunjang pola pendidikan berbasis asrama.
Mensos mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Ngawi yang dinilai proaktif mendukung program tersebut, khususnya melalui penyediaan lahan untuk pembangunan fasilitas permanen.
Dengan penambahan sekitar 100 gedung baru, pemerintah berharap penyelenggaraan Sekolah Rakyat semakin merata. Ekspansi tersebut sekaligus menjadi bagian dari target jangka panjang pemerintah untuk memperluas kapasitas layanan hingga lebih dari 500 ribu siswa di seluruh Indonesia. (Kus)
- Penulis: Kusnanto
- Editor: Diez





