Berita Terkini
Trending Tags

66 Atlet Aeromodelling Adu Ketepatan dan Strategi di Langit Magetan

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • visibility 34
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Atlet mengamati arah angin sebelum meluncurkan pesawat model. (27/9/2026, Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Sebanyak 66 atlet aeromodelling ambil bagian dalam Lanud Iswahjudi Open Tournament Aeromodelling Panglima TNI Cup 2026 yang digelar dalam rangka memperingati HUT ke-81 TNI, Minggu (27/9/2026). Kompetisi mengusung tema “Beradu di Angkasa, Berprestasi untuk Negeri” dan mempertemukan atlet dari sejumlah daerah di Pulau Jawa.

Kompetisi ini tidak sekadar mengandalkan kemampuan menerbangkan pesawat model. Namun, para atlet dituntut mampu membaca arah dan kondisi angin, menemukan arus udara naik atau thermal, serta menentukan momentum yang tepat untuk melontarkan pesawat agar dapat bertahan di udara selama mungkin.

Salah satu nomor yang dipertandingkan adalah Outdoor Hand Launch Glider (OHLG). Dalam nomor ini, pesawat model diluncurkan menggunakan tangan tanpa kendali radio.

Wakil Sekretaris Pengprov Aeromodelling Jawa Timur, Zainuddin Ghozali, menjelaskan sistem penilaian nomor OHLG didasarkan pada durasi penerbangan. Setiap atlet memperoleh enam kesempatan penerbangan dalam enam ronde, dengan waktu maksimal dua menit pada setiap penerbangan.

Dari enam penerbangan tersebut, tiga hasil terbaik akan dijumlahkan sebagai nilai akhir. Jika terdapat atlet yang sama-sama mencatat nilai maksimal, akan dilakukan penerbangan tambahan untuk menentukan pemenang.

“Prinsipnya peserta menerbangkan pesawat selama mungkin, tetapi dibatasi maksimal dua menit. Mereka harus menganalisa angin dan melihat apakah ada thermal. Ketika melihat gejala thermal, pesawat diarahkan ke sana agar mendapatkan gaya angkat dan bisa terbang maksimal,” jelas Zainuddin.

Thermal menjadi salah satu faktor penting dalam nomor ini. Arus udara panas yang bergerak naik dapat dimanfaatkan atlet untuk membuat pesawat model bertahan lebih lama di udara tanpa mesin.

Karena itu, sebelum melakukan penerbangan, atlet terlihat mengamati kondisi sekitar dan melakukan sejumlah cara sederhana untuk mengetahui arah angin. Salah satunya dengan menggunakan rumput yang dilempar atau dilepaskan dari tangan.

Atlet aeromodelling asal Kota Bandung, Jawa Barat, Cindy Fatma Sari, mengatakan membaca kondisi angin menjadi bagian penting sebelum pesawat diluncurkan. Menurutnya, teknik melontarkan pesawat OHLG juga membutuhkan keterampilan khusus.

“Untuk lemparannya seperti discus throw atau lempar cakram, kurang lebih seperti itu. Sebelum menerbangkan, kami juga mengecek angin. Di sini kami menggunakan rumput sebagai alternatif untuk melihat arah angin,” ujar Cindy.

Image Not Found
Pesawat OHLG diterbangkan tanpa kendali radio dalam kompetisi. Foto : Kus-Sinergia

Cindy mengaku telah menekuni aeromodelling selama sekitar sepuluh tahun. Untuk mengikuti turnamen tersebut, ia bersama atlet lainnya melakukan latihan rutin tiga hingga empat kali dalam sepekan di Bandung, termasuk latihan fisik.

Dalam pertandingan tersebut, Cindy berhasil mencatat waktu maksimal dua menit. Ia mengatakan seorang atlet dapat menyelesaikan kompetisi lebih cepat apabila berhasil meraih nilai maksimal dalam tiga penerbangan terbaik.

“Kami mengejar thermal di awal-awal supaya bisa mendapatkan waktu maksimal. Kalau sudah mendapatkan tiga kali maksimal, itu sudah cukup dan tidak perlu melanjutkan ke ronde berikutnya,” katanya.

Menurut Cindy, kondisi cuaca dan angin menjadi tantangan utama dalam olahraga aeromodelling. Hujan, misalnya, dapat menyebabkan penerbangan harus dihentikan sementara.Sementara itu, Kepala Dinas Teritorial (Kadister) Lanud Iswahjudi, Kolonel Tek Ricki Amades, mengatakan turnamen tersebut menjadi bagian dari upaya TNI untuk turut mendukung pembinaan olahraga nasional sekaligus mencari bibit atlet aeromodelling potensial.

Selain kemampuan teknis, kompetisi juga diarahkan untuk menanamkan sportivitas kepada para peserta, khususnya atlet muda.

“Tujuannya untuk menanamkan rasa sportivitas kepada atlet-atlet aeromodelling dan semoga dari sini kita memperoleh bibit-bibit unggul. Sesuai amanat Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022, TNI juga ikut berperan dalam menyukseskan olahraga nasional, salah satunya melalui turnamen ini,” terang Ricki.

Panitia menyebut peserta yang hadir berasal dari berbagai daerah di Pulau Jawa, di antaranya Bekasi, Yogyakarta, Surabaya, Bandung, dan sejumlah daerah lainnya. Dari keseluruhan peserta yang tertampung, terdapat 66 atlet yang kemudian dibagi berdasarkan kategori pertandingan.

Kategori tersebut mencakup kelompok senior dan junior serta kategori pelajar senior dan junior, dengan pembagian peserta putra dan putri.

Ricki menambahkan, para atlet yang berhasil meraih prestasi tidak hanya mendapatkan trofi. Panitia juga menyiapkan medali dan uang pembinaan sebagai bentuk penghargaan atas capaian mereka.

Dari sisi lokasi, Lanud Iswahjudi dinilai memiliki kondisi yang mendukung untuk nomor free flight seperti OHLG. Area yang luas dan relatif minim penghalang membuat atlet memiliki ruang penerbangan yang lebih leluasa.

Zainuddin menyebut karakteristik lokasi tersebut menjadi salah satu keunggulan Lanud Iswahjudi untuk penyelenggaraan kompetisi aeromodelling.

“Untuk kelas free flight, tempat menjadi kendala yang paling umum. Iswahjudi ini sangat ideal karena tempatnya luas, thermal-nya bagus dan tidak banyak penghalang di sekelilingnya. Untuk lomba free flight di Jawa Timur, tempat ini sangat mendukung,” ujarnya.

Aeromodelling sendiri memiliki sejumlah nomor dan kelas, mulai dari free flight, pesawat kendali radio atau radio control, control line, hingga nomor balap drone. Dalam turnamen kali ini, salah satu nomor yang menjadi perhatian adalah OHLG yang menguji kemampuan atlet memanfaatkan kondisi alam untuk mempertahankan pesawat model di udara.

Dengan perpaduan keterampilan teknis, ketepatan membaca angin, strategi memanfaatkan thermal, serta konsistensi dalam enam kesempatan penerbangan, turnamen ini menjadi ajang kompetisi sekaligus pembinaan bagi atlet aeromodelling untuk berkembang hingga tingkat yang lebih tinggi. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dari Telaga ke Meja Makan, Steak Ikan Nila Ini Bikin Pecinta Kuliner Penasaran

    Dari Telaga ke Meja Makan, Steak Ikan Nila Ini Bikin Pecinta Kuliner Penasaran

    • calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 246
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Inovasi kuliner berbahan dasar ikan nila hadir di kawasan wisata Ngebel, Kabupaten Ponorogo. Jika selama ini steak identik dengan daging sapi atau ayam, kini seorang pelaku usaha kuliner di Desa Gondowido, Kecamatan Ngebel, menghadirkan sensasi baru berupa steak ikan nila yang gurih, lembut, sekaligus kaya nutrisi. Kuliner unik tersebut dikembangkan oleh […]

    Bagikan
  • Ribuan Warga Ikuti Jalan Sehat HUT Ke-78 Koperasi, Bupati Madiun : Simbol Kesehatan dan Kebersamaan

    Ribuan Warga Ikuti Jalan Sehat HUT Ke-78 Koperasi, Bupati Madiun : Simbol Kesehatan dan Kebersamaan

    • calendar_month Senin, 21 Jul 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 168
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Ribuan warga Kabupaten Madiun memadati Lapangan Mojopurno, Kecamatan Wungu, pada Minggu (20/07/2025) untuk mengikuti jalan sehat dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-78 Koperasi. Kegiatan ini digelar oleh Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kabupaten Madiun, dengan dihadiri langsung oleh Bupati Madiun Hari Wuryanto dan Wakil Bupati Purnomo Hadi. Sebelum […]

    Bagikan
  • Usai Digeledah KPK, Dirut PDAM Kota Madiun : Sekedar Berkunjung, Lain-Lain Tanyakan ke KPK

    Usai Digeledah KPK, Dirut PDAM Kota Madiun : Sekedar Berkunjung, Lain-Lain Tanyakan ke KPK

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 410
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Penggeledahan Tim Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Rabu (8/4/2026) di rumah pribadi Direktur Utama Perumda Air Minum (PDAM) Tirta Taman Sari Kota Madiun, Suyoto berlangsung hampir 4 jam. Penggeledahan oleh lembaga antirasuah di rumah yang berada Jalan Mangkuprajan, Kelurahan Demangan Kecamatan Taman tersebut dikawal ketat oleh aparat kepolisian. Dalam […]

    Bagikan
  • Tiba di Kota Madiun, Maidi-F.Bagus Panuntun Disambut Ribuan Pelajar dan Warga

    Tiba di Kota Madiun, Maidi-F.Bagus Panuntun Disambut Ribuan Pelajar dan Warga

    • calendar_month Jumat, 28 Feb 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 160
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Ubur-ubur ikan lele, pak Walikota Madiun sampun rawuh le. Ya, Wali Kota Madiun, Maidi tiba di Kota Madiun pada Jumat (28/2/2025) usai menyelesaikan retret di Lembah Tidar Magelang Jawa Tengah. Didampingi, Wakil Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun dengan masih mengenakan seragam militer, Maidi menyapa ribuan masyarakat yang menunggu di […]

    Bagikan
  • Utang Rp. 26 Miliar Terbongkar di KPK, Ketua KONI Ungkap Dana Kampanye Bupati Ponorogo Nonaktif Sugiri Sancoko

    Utang Rp. 26 Miliar Terbongkar di KPK, Ketua KONI Ungkap Dana Kampanye Bupati Ponorogo Nonaktif Sugiri Sancoko

    • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 182
    • 0Komentar

    Sinergia | Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengembangkan penyidikan berbagai dugaan tindak pidana korupsi di Kabupaten Ponorogo. Pengusutan ini merupakan kelanjutan pascapenetapan Bupati Ponorogo nonaktif Sugiri Sancoko, Sekretaris Daerah nonaktif Agus Pramono, mantan Direktur RSUD dr. Harjono, hingga sejumlah pihak swasta sebagai tersangka. Terbaru, KPK memanggil Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten […]

    Bagikan
  • Pemkab Ponorogo Targetkan Stunting Turun Jadi 4 Persen

    Pemkab Ponorogo Targetkan Stunting Turun Jadi 4 Persen

    • calendar_month Jumat, 31 Jan 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 181
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo menargetkan angka prevalensi stunting turun hingga 4 persen pada 2025. Saat ini, prevalensi stunting di Bumi Reog masih berada di angka 8 persen atau sekitar 3.000 anak mengalami kekerdilan. Target tersebut disampaikan Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko dalam pertemuan koordinasi fasilitas pelayanan kesehatan (Fasyankes) yang digelar Dinas […]

    Bagikan
expand_less