
Sinergia | Kab. Magetan – Lalu lintas di perlintasan kereta api Kelurahan Mangge, Kecamatan Barat, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, kembali normal, Selasa pagi (20/05/2025), usai insiden tragis sehari sebelumnya. Kecelakaan yang melibatkan KA Malioboro Ekspres dengan tujuh sepeda motor itu menewaskan empat orang di tempat dan melukai lima lainnya.
Pasca tragedi tersebut, pengguna jalan yang melintasi perlintasan menjadi jauh lebih waspada. Mereka tampak berhenti dan menoleh ke kiri-kanan rel dengan lebih hati-hati sebelum menyeberang. Mereka memastikan tak ada kereta yang melintas dari arah timur maupun barat.
Namun di balik lalu lintas yang kembali lancar, duka mendalam masih menyelimuti keluarga korban. Beberapa keluarga tampak melakukan tabur bunga di lokasi kejadian, mengenang orang-orang tercinta yang meninggal dunia secara tragis.
“Saya bersama keponakan korban hari ini datang ke sini untuk tabur bunga dan mendoakan almarhum tepat di lokasi dia ditemukan,” ujar Suwarno, kakek dari Rama Zainaul Fathurahman, salah satu korban meninggal dunia.
Suwarno mengatakan cucunya biasa melewati perlintasan tersebut setiap hari untuk mengantar istrinya bekerja.
“Dia baru menikah empat bulan lalu. Hari itu dia sedang mengantar istrinya, seperti biasanya. Kadang pagi, kadang siang. Kami tidak menyangka kejadian seperti ini menimpa keluarga kami,” lanjutnya.
Sementara itu, warga sekitar mengaku tidak melihat tanda-tanda mencurigakan sebelum kejadian. Arus lalu lintas dan perjalanan kereta disebut berlangsung seperti biasa.
“Saat itu saya sedang duduk, tiba-tiba terdengar suara benturan keras. Saat saya lihat, tujuh sepeda motor sudah tergeletak hancur. Ada yang meninggal di tempat,” tutur Listyadi, warga setempat.
Kecelakaan tragis di perlintasan tanpa palang otomatis tersebut kembali mengingatkan pentingnya keselamatan pengguna jalan dan pengawasan ketat di titik-titik rawan. Keluarga korban dan masyarakat kini menanti langkah konkret dari pihak berwenang agar kejadian serupa tidak terulang.
Kusnanto – Sinergia