Berita Terkini
Trending Tags

Serangga Masuk Telinga, Dokter: Terlalu Sering Membersihkan Telinga Justru Berisiko

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Senin, 21 Jul 2025
  • visibility 155
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Proses membersihkan telinga salah satu warga oleh tenaga kesehatan, Foto : Kusnanto – Sinergia

Sinergia | Magetan – Kasus serangga masuk ke dalam telinga mungkin terdengar sepele, namun masih sering terjadi dan tak jarang membuat panik. Menariknya, kebiasaan masyarakat yang terlalu rajin membersihkan telinga justru bisa memperbesar risiko tersebut.

Fenomena ini diungkapkan oleh dr. Rosa Falerina, Sp.THT-BKL Subsp.N.O (K), dokter spesialis THT dari Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, saat memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat di Kawedanan, Magetan, Sabtu (19/07/2025).

“Tidak sedikit pasien datang dengan keluhan ada serangga di telinga. Salah satu penyebabnya karena telinga terlalu bersih, kehilangan perlindungan alaminya,” ungkap dr. Rosa.

Menurutnya, kesalahan umum yang sering dilakukan adalah menganggap serumen atau minyak telinga sebagai kotoran. Padahal, cairan alami ini berfungsi penting untuk menjaga kelembaban dan melindungi liang telinga dari kuman serta serangga.

“Serumen itu mengandung aroma khas yang justru bisa mengusir serangga. Jadi kalau dibersihkan terlalu sering, apalagi pakai alat seperti cotton bud atau alat pembersih modern yang ada kameranya, itu justru berbahaya,” tegasnya.

Ia menjelaskan, tindakan membersihkan telinga sembarangan justru dapat mendorong kotoran masuk lebih dalam, melukai saluran telinga, bahkan merusak gendang telinga.

“Banyak yang tidak sadar, bukannya bersih malah mendorong serumen makin ke dalam. Ujung-ujungnya, telinga jadi buntu atau malah infeksi,” lanjutnya.

Jika seseorang mengalami gangguan pendengaran akibat serumen yang menumpuk, dr. Rosa menyarankan untuk tidak mengambil tindakan sendiri. Pemeriksaan ke dokter THT sangat disarankan agar penanganannya tepat dan aman.

“Cukup periksa rutin ke dokter THT setiap enam bulan, terutama jika merasa telinga penuh atau ada gangguan dengar. Jangan menunggu sampai muncul rasa sakit atau serangga masuk,” pesannya.

Melalui edukasi ini, masyarakat diharapkan lebih memahami pentingnya menjaga kesehatan telinga dengan cara yang benar, sekaligus mengurangi risiko gangguan akibat kebiasaan keliru.

Kusnanto – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dua Nyawa Melayang di Lubang Bekas Galian C, DPRD Madiun Kawal Gugatan Keluarga Korban

    Dua Nyawa Melayang di Lubang Bekas Galian C, DPRD Madiun Kawal Gugatan Keluarga Korban

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 282
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Dua Tragedi maut yang memakan korban di bekas tambang galian C di Dusun Purworejo, Desa Tulung, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun menuai sorotan.  Pasalnya, lokasi yang sama sebelumnya juga menelan korban jiwa pada April 2025, saat seorang siswa sekolah dasar dilaporkan meninggal dunia akibat terpeleset di area tersebut. Wakil Ketua DPRD Kabupaten […]

    Bagikan
  • Prajurit Kavaleri TNI AD di Madiun Raya Tunjukkan Soliditas Lewat Aksi Sosial

    Prajurit Kavaleri TNI AD di Madiun Raya Tunjukkan Soliditas Lewat Aksi Sosial

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 189
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Suasana kebersamaan terasa hangat dalam peringatan HUT ke-76 Kavaleri TNI AD yang dirangkaikan dengan kegiatan halalbihalal di Ngrowo Bening Edu Park, Kota Madiun, Rabu (15/6/2026). Momentum tersebut dimanfaatkan para prajurit untuk berbagi melalui pemberian bantuan sosial kepada masyarakat kurang mampu. Kegiatan ini melibatkan prajurit Korps Kavaleri dari berbagai satuan di wilayah […]

    Bagikan
  • Pelajar SMK di Magetan Ditemukan Tewas di Bengawan Madiun, Diduga Terjun dari Jembatan

    Pelajar SMK di Magetan Ditemukan Tewas di Bengawan Madiun, Diduga Terjun dari Jembatan

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 454
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan — Seorang pelajar SMK di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, ditemukan meninggal dunia setelah diduga terjun ke Sungai Bengawan Madiun dari Jembatan Ngujur, Desa Gorang Gareng Taji, Kecamatan Nguntoronadi Kamis (23/4/2026). Korban diketahui bernama Davin Andriano Mustaqin (19), warga Desa Kuwonharjo, Kecamatan Takeran. Peristiwa tersebut terungkap pada Rabu (22/4/2026), dan sempat mengundang perhatian […]

    Bagikan
  • Pasar Murah Polres Magetan Diserbu Warga, Harga Sembako Lebih Murah dari Pasar photo_camera 2

    Pasar Murah Polres Magetan Diserbu Warga, Harga Sembako Lebih Murah dari Pasar

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 313
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Gelaran pasar murah oleh Polres Magetan mendapat sambutan meriah dari masyarakat. Sejak pagi, ratusan warga, didominasi ibu rumah tangga, langsung menyerbu stand sembako yang dibanderol lebih rendah dibanding harga pasar. Sudarwati, salah satu warga yang ikut berbelanja, mengaku terbantu dengan adanya pasar murah tersebut. Ia menyebut selisih harga cukup signifikan dibanding […]

    Bagikan
  • Dikbud Belum Terima Juklak Juknis Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis

    Dikbud Belum Terima Juklak Juknis Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis

    • calendar_month Senin, 6 Jan 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 164
    • 0Komentar

    KAB. MADIUN – Pemerintah Kabupaten Madiun dalam Hal ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan belum ada persiapan khusus terkait Pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG). meski per hari ini Senin (06/01/2025) pemerintah pusat telah melakukan kick off MBG secara serentak, dengan menyasar 3,2 juta peserta didik baik PAUD, SD, SMP dan SMA. Saat ditemui diruanganya, Sekretaris […]

    Bagikan
  • Polres Ponorogo Sita Sabu-Sabu 301 Gram, Jaringan Narkoba Diduga Dikendalikan dari Lapas Madiun

    Polres Ponorogo Sita Sabu-Sabu 301 Gram, Jaringan Narkoba Diduga Dikendalikan dari Lapas Madiun

    • calendar_month Jumat, 10 Apr 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 220
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Satuan Reserse Narkoba Polres Ponorogo berhasil mengungkap kasus peredaran narkotika jenis sabu dalam jumlah besar. Seorang tersangka berinisial INR diamankan bersama barang bukti sabu seberat 301,37 gram atau lebih dari 3 ons. Wakapolres Ponorogo, Kompol Try Widyanto, mengatakan pengungkapan ini merupakan yang terbesar sepanjang sejarah penanganan kasus narkoba oleh Satresnarkoba Polres […]

    Bagikan
expand_less