Berita Terkini
Trending Tags

Serangga Masuk Telinga, Dokter: Terlalu Sering Membersihkan Telinga Justru Berisiko

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Senin, 21 Jul 2025
  • visibility 30
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Proses membersihkan telinga salah satu warga oleh tenaga kesehatan, Foto : Kusnanto – Sinergia

Sinergia | Magetan – Kasus serangga masuk ke dalam telinga mungkin terdengar sepele, namun masih sering terjadi dan tak jarang membuat panik. Menariknya, kebiasaan masyarakat yang terlalu rajin membersihkan telinga justru bisa memperbesar risiko tersebut.

Fenomena ini diungkapkan oleh dr. Rosa Falerina, Sp.THT-BKL Subsp.N.O (K), dokter spesialis THT dari Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, saat memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat di Kawedanan, Magetan, Sabtu (19/07/2025).

“Tidak sedikit pasien datang dengan keluhan ada serangga di telinga. Salah satu penyebabnya karena telinga terlalu bersih, kehilangan perlindungan alaminya,” ungkap dr. Rosa.

Menurutnya, kesalahan umum yang sering dilakukan adalah menganggap serumen atau minyak telinga sebagai kotoran. Padahal, cairan alami ini berfungsi penting untuk menjaga kelembaban dan melindungi liang telinga dari kuman serta serangga.

“Serumen itu mengandung aroma khas yang justru bisa mengusir serangga. Jadi kalau dibersihkan terlalu sering, apalagi pakai alat seperti cotton bud atau alat pembersih modern yang ada kameranya, itu justru berbahaya,” tegasnya.

Ia menjelaskan, tindakan membersihkan telinga sembarangan justru dapat mendorong kotoran masuk lebih dalam, melukai saluran telinga, bahkan merusak gendang telinga.

“Banyak yang tidak sadar, bukannya bersih malah mendorong serumen makin ke dalam. Ujung-ujungnya, telinga jadi buntu atau malah infeksi,” lanjutnya.

Jika seseorang mengalami gangguan pendengaran akibat serumen yang menumpuk, dr. Rosa menyarankan untuk tidak mengambil tindakan sendiri. Pemeriksaan ke dokter THT sangat disarankan agar penanganannya tepat dan aman.

“Cukup periksa rutin ke dokter THT setiap enam bulan, terutama jika merasa telinga penuh atau ada gangguan dengar. Jangan menunggu sampai muncul rasa sakit atau serangga masuk,” pesannya.

Melalui edukasi ini, masyarakat diharapkan lebih memahami pentingnya menjaga kesehatan telinga dengan cara yang benar, sekaligus mengurangi risiko gangguan akibat kebiasaan keliru.

Kusnanto – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Banjir di Ngawi Mulai Surut, Warga Bersih-Bersih Rumah

    Banjir di Ngawi Mulai Surut, Warga Bersih-Bersih Rumah

    • calendar_month Rabu, 22 Jan 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 18
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ngawi – Bencana banjir dampak luapan sungai  Bengawan Solo yang melanda 17 desa di 7 kecamatan di Kabupaten Ngawi Jawa Timur mulai surut. Warga  yang sempat mengungsi sebagian telah kembali ke rumah untuk membersihkan material lumpur yang terbawa banjir. Seperti yang dilakukan Sriati, salah satu warga yang terdampak banjir mulai membersihkan rumahnya […]

    Bagikan
  • Livoli Magetan 2025 Resmi Bergulir, Antusiasme Penonton Membludak

    Livoli Magetan 2025 Resmi Bergulir, Antusiasme Penonton Membludak

    • calendar_month Jumat, 10 Okt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 24
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Babak Final Four Livoli Divisi Utama 2025 di GOR Ki Mageti, Kabupaten Magetan resmi dimulai, Jumat (10/10/2025). Laga pembuka mempertemukan tim juara bertahan tahun lalu, LavAni Navy melawan Runner Up putaran Bojonegoro, Indomaret Sidoarjo, dengan akhir pertandingan kemenangan untuk LavAni 3-0 (25–22, 25–18, 25–19). Sejak pagi sebelum laga, ribuan penonton mulai […]

    Bagikan
  • Jembatan Perintis Garuda Pertama di Korem 081/DSJ Rampung, Buka Akses Warga Desa Bendosewu Blitar

    Jembatan Perintis Garuda Pertama di Korem 081/DSJ Rampung, Buka Akses Warga Desa Bendosewu Blitar

    • calendar_month Minggu, 1 Feb 2026
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 148
    • 0Komentar

    Sinergia | Blitar – Setelah melalui proses pengerjaan penuh tantangan selama 13 hari, Jembatan Perintis Garuda di Desa Bendosewu, Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar, akhirnya rampung. Jembatan ini menjadi yang pertama selesai di wilayah Korem 081/DSJ. Di bawah terik matahari dan medan yang tidak mudah, prajurit TNI bersama masyarakat setempat bahu-membahu mengerahkan tenaga dan pikiran. Kerja […]

    Bagikan
  • Diduga Melebar Saat Tikungan, Remaja 17 Tahun di Madiun Tewas Tabrak Truk

    Diduga Melebar Saat Tikungan, Remaja 17 Tahun di Madiun Tewas Tabrak Truk

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 110
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun— Kecelakaan lalu lintas merenggut nyawa seorang remaja di Jalan Diponegoro, Desa Mejayan, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun, Senin (23/2/2026) sekitar pukul 23.00 WIB. Korban diketahui bernama Raditia Rama (17), warga Desa Sugihwaras, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun. Ia meninggal dunia setelah sepeda motor Yamaha N-Max bernomor polisi AE 4792 IT yang dikendarainya bertabrakan dengan […]

    Bagikan
  • Akademisi Apresiasi Capaian Kinerja Maidi, Tetapi Tidak Toleransi Soal Korupsi

    Akademisi Apresiasi Capaian Kinerja Maidi, Tetapi Tidak Toleransi Soal Korupsi

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 27
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Kasus operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Wali Kota Madiun nonaktif, Maidi menjadi sorotan publik dalam beberapa hari terakhir ini. Tidak terkecuali dari kalangan akademisi di Kota Madiun yang turut prihatin atas peristiwa tersebut. Selain Maidi, KPK telah menetapkan 2 tersangka lainnya yakni Thariq Megah, Kepala […]

    Bagikan
  • Kasus Dugaan Pengeroyokan Eks-Dosen UMMAD Berlanjut, Polisi Tetapkan Tersangka

    Kasus Dugaan Pengeroyokan Eks-Dosen UMMAD Berlanjut, Polisi Tetapkan Tersangka

    • calendar_month Kamis, 19 Jun 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 42
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Kasus dugaan pengeroyokan terhadap mantan dosen Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD), Dwi Rizaldi Hatmoko terus bergulir di meja penyidik Polres Madiun Kota. Bahkan, kepolisian resmi menetapkan enam orang sebagai tersangka dalam kasus tersebut. Hal itu tertuang dalam Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP) tertanggal 5 Juni 2025 dengan nomor B/83/SP2HP-5/II/RES.1.6/2025/Satreskrim. “Sudah […]

    Bagikan
expand_less