Berita Terkini
Trending Tags

Serangga Masuk Telinga, Dokter: Terlalu Sering Membersihkan Telinga Justru Berisiko

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Senin, 21 Jul 2025
  • visibility 65
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Proses membersihkan telinga salah satu warga oleh tenaga kesehatan, Foto : Kusnanto – Sinergia

Sinergia | Magetan – Kasus serangga masuk ke dalam telinga mungkin terdengar sepele, namun masih sering terjadi dan tak jarang membuat panik. Menariknya, kebiasaan masyarakat yang terlalu rajin membersihkan telinga justru bisa memperbesar risiko tersebut.

Fenomena ini diungkapkan oleh dr. Rosa Falerina, Sp.THT-BKL Subsp.N.O (K), dokter spesialis THT dari Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, saat memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat di Kawedanan, Magetan, Sabtu (19/07/2025).

“Tidak sedikit pasien datang dengan keluhan ada serangga di telinga. Salah satu penyebabnya karena telinga terlalu bersih, kehilangan perlindungan alaminya,” ungkap dr. Rosa.

Menurutnya, kesalahan umum yang sering dilakukan adalah menganggap serumen atau minyak telinga sebagai kotoran. Padahal, cairan alami ini berfungsi penting untuk menjaga kelembaban dan melindungi liang telinga dari kuman serta serangga.

“Serumen itu mengandung aroma khas yang justru bisa mengusir serangga. Jadi kalau dibersihkan terlalu sering, apalagi pakai alat seperti cotton bud atau alat pembersih modern yang ada kameranya, itu justru berbahaya,” tegasnya.

Ia menjelaskan, tindakan membersihkan telinga sembarangan justru dapat mendorong kotoran masuk lebih dalam, melukai saluran telinga, bahkan merusak gendang telinga.

“Banyak yang tidak sadar, bukannya bersih malah mendorong serumen makin ke dalam. Ujung-ujungnya, telinga jadi buntu atau malah infeksi,” lanjutnya.

Jika seseorang mengalami gangguan pendengaran akibat serumen yang menumpuk, dr. Rosa menyarankan untuk tidak mengambil tindakan sendiri. Pemeriksaan ke dokter THT sangat disarankan agar penanganannya tepat dan aman.

“Cukup periksa rutin ke dokter THT setiap enam bulan, terutama jika merasa telinga penuh atau ada gangguan dengar. Jangan menunggu sampai muncul rasa sakit atau serangga masuk,” pesannya.

Melalui edukasi ini, masyarakat diharapkan lebih memahami pentingnya menjaga kesehatan telinga dengan cara yang benar, sekaligus mengurangi risiko gangguan akibat kebiasaan keliru.

Kusnanto – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kebakaran Pabrik Pupuk Organik di Ngawi, Api Diduga dari Sisa Bara Pembakaran

    Kebakaran Pabrik Pupuk Organik di Ngawi, Api Diduga dari Sisa Bara Pembakaran

    • calendar_month Sabtu, 5 Jul 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 2.090
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ngawi – Kebakaran melanda area pengolahan pupuk organik milik PT Bumi Subur Sentosa di Desa Geneng, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi, Jumat (04/07/2025) malam. Meski tidak ada korban jiwa, kobaran api sempat membesar dan melahap nyaris seluruh tumpukan kayu bakar. Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 22.30 WIB, pertama kali diketahui oleh seorang karyawan […]

    Bagikan
  • Pertuni Kota Madiun Gelar Pelatihan Terapi Kesehatan Tradisional bagi Tunanetra

    Pertuni Kota Madiun Gelar Pelatihan Terapi Kesehatan Tradisional bagi Tunanetra

    • calendar_month Rabu, 5 Nov 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 62
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) Kota Madiun mendapatkan pelatihan terapi kesehatan tradisional di Aula Shelter Dinas Sosial PPPA Kota Madiun, Jalan Srindit, Kelurahan Nambangan Kidul, Kecamatan Mangunharjo, Rabu (05/11/2025). Kegiatan ini diikuti oleh sejumlah peserta tunanetra yang tampak antusias mengikuti setiap tahapan pelatihan. Pelatihan ini bertujuan untuk memberdayakan penyandang disabilitas tunanetra […]

    Bagikan
  • Kang Giri Dorong BUMDes Tangkap Peluang Ekonomi Desa

    Kang Giri Dorong BUMDes Tangkap Peluang Ekonomi Desa

    • calendar_month Senin, 21 Jul 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 49
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko mendorong kemandirian Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di seluruh wilayah. BUMDes diminta tidak sekadar menjalankan program wajib, tetapi mampu menangkap peluang ekonomi di tingkat desa. Menurut Kang Giri, BUMDes harus memberi dampak nyata terhadap peningkatan ekonomi lokal dan pendapatan asli desa (PADes). Apalagi setiap tahun BUMDes mendapat […]

    Bagikan
  • Mobil BMW dan Rubicon Milik dr. Yunus Mahatma Disita KPK

    Mobil BMW dan Rubicon Milik dr. Yunus Mahatma Disita KPK

    • calendar_month Kamis, 13 Nov 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 50
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun — Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus memperluas penyelidikan terkait dugaan suap pengurusan jabatan, proyek, dan gratifikasi yang menjerat Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko, Direktur RSUD dr. Harjono Ponorogo Yunus Mahatma, Sekda Ponorogo Agus Pramono, serta seorang rekanan proyek bernama Sucipto. Langkah terbaru dilakukan pada Kamis (13/11/2025), ketika tim KPK melakukan […]

    Bagikan
  • Mobil Terbakar di Tol Caruban Madiun, Tiga Penumpang Selamat

    Mobil Terbakar di Tol Caruban Madiun, Tiga Penumpang Selamat

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 334
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Sebuah mobil Ford Fiesta terbakar saat melintas di ruas Tol Nganjuk–Caruban, tepatnya di Jalur B KM 611+800, Desa Purworejo, Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun, Minggu (8/2/2026) sekitar pukul 19.00 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun seluruh bagian kendaraan hangus terbakar. Kebakaran diduga bermula dari gangguan pada bagian mesin. Salah […]

    Bagikan
  • Petani Magetan Akui Distribusi Pupuk Lebih Mudah, Serapan Capai 60 Persen

    Petani Magetan Akui Distribusi Pupuk Lebih Mudah, Serapan Capai 60 Persen

    • calendar_month Kamis, 2 Okt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 61
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Para petani di Kabupaten Magetan mengaku tahun ini distribusi pupuk subsidi terasa lebih mudah dibanding tahun-tahun sebelumnya. Hal itu disampaikan oleh Mbah Pangat, salah satu petani di Desa Pojok, Kecamatan Kawedanan. “Sekarang lebih gampang, stoknya juga cukup. Kalau harga urea sekitar Rp. 135 ribu, Poska Rp. 140 ribu per sak. Lebih […]

    Bagikan
expand_less