Berita Terkini
Trending Tags

Pengusaha Selepan di Magetan Klaim Tak Terpengaruh Isu Beras Oplosan, Penjualan Justru Naik

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Rabu, 13 Agt 2025
  • visibility 107
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Pengusaha Selepan di Magetan Klaim Tak Terpengaruh Isu Beras Oplosan, Foto : Kusnanto – Sinergia

Sinergia | Kab. Magetan – Di tengah maraknya pemberitaan tentang dugaan peredaran beras oplosan di sejumlah daerah, pengusaha penggilingan gabah di Kelurahan Tawanganom, Kecamatan Magetan, Jawa Timur, mengaku bisnisnya justru tetap lancar bahkan mengalami peningkatan.

Sumining, pemilik selepan yang telah beroperasi sejak 1984, mengatakan bahwa isu beras oplosan tidak berdampak negatif terhadap usahanya. “Alhamdulillah beras saya lancar, pembeli juga naik. Saya hanya mendengar saja seperti apa wujud beras oplosan itu, tapi di sini tetap mempertahankan kualitas,” ujarnya saat ditemui di tempat usahanya.

Menurut Sumining, ia menyediakan berbagai jenis beras seperti 64, Mapan, Morang, Serang, 32, 70, dan Bramo. Varietas Bramo menjadi primadona karena teksturnya pulen, wangi, dan cocok untuk rumah makan. “Beras Bramo itu yang paling disukai, pembeli justru bertambah akhir-akhir ini,” jelasnya.

Sebelum isu beras oplosan mencuat, produksi selepan miliknya rata-rata 5–6 kuintal beras per hari. Kini, jumlah itu naik menjadi sekitar 7 kuintal. Kenaikan ini didorong oleh pasokan gabah yang lancar dari para petani lokal. Harga beras di tempatnya berkisar Rp13.200 per kilogram untuk jenis 64, Rp13.800 untuk Bramo, dan Rp14.000 untuk jenis wangi.

Tidak hanya penjual, konsumen pun mengaku tetap percaya dengan kualitas beras dari selepan tersebut. Meisita, warga setempat, mengatakan awalnya sempat khawatir dengan isu beras oplosan, namun rasa dan kualitas beras di sini membuatnya yakin. 

“Kemarin coba beli 10 kilo, hasilnya enak dan pulen. Sekarang saya ambil 1 kuintal. Di sini berasnya dipisah-pisah sesuai jenisnya, jadi jelas,” tuturnya.

Meisita juga menyebut harga yang ditawarkan relatif terjangkau dan proses penggilingan dilakukan secara terpisah untuk setiap jenis beras, sesuai permintaan pembeli. “Itu yang bikin saya percaya, karena jelas asal dan jenis berasnya,” tambahnya.

Isu beras oplosan belakangan menjadi perhatian publik setelah aparat mengungkap praktik pencampuran beras berkualitas rendah dengan bahan non-pangan atau dicampur antarjenis untuk meningkatkan keuntungan. Meski demikian, sejumlah pelaku usaha seperti Sumining membuktikan bahwa menjaga kualitas dan transparansi dapat mempertahankan bahkan meningkatkan kepercayaan konsumen.

Kusnanto – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sosialisasi Bidang Cukai, Pemkot Madiun Komitmen Perangi Rokok Ilegal

    Sosialisasi Bidang Cukai, Pemkot Madiun Komitmen Perangi Rokok Ilegal

    • calendar_month Rabu, 23 Jul 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 162
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun bersama Kantor Bea Cukai Madiun menggelar Sosialisasi Peraturan Pengawasan Barang Kena Cukai, Rabu (23/07/2025). Kegiatan ini menjadi salah satu agenda rutin yang dilaksanakan enam kali dalam setahun sebagai bentuk komitmen untuk menekan peredaran rokok ilegal di wilayah Kota Madiun. Wakil Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun, yang […]

    Bagikan
  • Sinkronisasi Program Pusat-Daerah dan Efisiensi Anggaran Jadi Sorotan di Hari Otoda ke-30

    Sinkronisasi Program Pusat-Daerah dan Efisiensi Anggaran Jadi Sorotan di Hari Otoda ke-30

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 265
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun menegaskan pentingnya penyelarasan program pembangunan daerah dengan kebijakan nasional serta efisiensi anggaran dalam peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30 tahun 2026. Upacara digelar di halaman Balai Kota Madiun, Senin (27/4/2026), dipimpin langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun, dan diikuti jajaran Forkopimda, Sekretaris Daerah, […]

    Bagikan
  • Gontor Berduka, Pimpinan PMDG Prof. Amal Fathullah Zarkasyi Meninggal Dunia

    Gontor Berduka, Pimpinan PMDG Prof. Amal Fathullah Zarkasyi Meninggal Dunia

    • calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 210
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo — Duka mendalam menyelimuti keluarga besar Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG). Salah satu pimpinan PMDG, Prof. Dr. K.H. Amal Fathullah Zarkasyi, M.A., wafat pada Sabtu, 3 Januari 2026, bertepatan dengan 14 Rajab 1447 Hijriah, pukul 12.14 WIB di RSUD Dr. Moewardi, Surakarta. Kabar wafatnya almarhum disampaikan secara resmi oleh Sekretariat Pimpinan PMDG. […]

    Bagikan
  • Dapur Nenek Wiji Roboh Akibat Diterpa Hujan Lebat

    Dapur Nenek Wiji Roboh Akibat Diterpa Hujan Lebat

    • calendar_month Sabtu, 12 Apr 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 119
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Sebuah dapur milik warga lanjut usia di Desa Purwosari, Kecamatan Wonoasri, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, roboh akibat diguyur hujan lebat pada Jumat (11/4/2025) sore. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Bangunan yang ambruk merupakan dapur milik Wiji (72), seorang lansia yang tinggal seorang diri. Saat insiden terjadi, cuaca di […]

    Bagikan
  • Bupati Sugiri dan Janji Menyulut Api Seni Rupa Ponorogo

    Bupati Sugiri dan Janji Menyulut Api Seni Rupa Ponorogo

    • calendar_month Selasa, 24 Jun 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 153
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Di balik gegap gempita Reog yang telah menjadikan Ponorogo dikenal luas, sekelompok pelukis muda tengah berjuang untuk mendapat tempat dalam panggung budaya daerah. Mereka berkarya dengan penuh semangat, meski ruang ekspresi masih terbatas. Di sinilah, sosok Bupati Sugiri Sancoko hadir membawa harapan. Momen itu terjadi dalam gelaran Ponorogo Creative Festival […]

    Bagikan
  • Ratusan Kera Turun ke Pasar Ngebel, BBKSDA Minta Warga Jangan Memberi Makan

    Ratusan Kera Turun ke Pasar Ngebel, BBKSDA Minta Warga Jangan Memberi Makan

    • calendar_month Selasa, 21 Jul 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 120
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Fenomena ratusan kera ekor panjang yang turun ke kawasan Pasar Ngebel, Kecamatan Ngebel, Kabupaten Ponorogo, kembali menjadi perhatian. Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur menyebut kemunculan satwa liar tersebut merupakan fenomena tahunan yang kerap terjadi saat musim kemarau. Kepala Seksi KSDA Wilayah II Balai Besar KSDA Jawa Timur, […]

    Bagikan
expand_less