Rabu, 28 Okt 2026
Trending Tags

Pengusaha Selepan di Magetan Klaim Tak Terpengaruh Isu Beras Oplosan, Penjualan Justru Naik

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Rabu, 13 Agt 2025
  • visibility 141
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Pengusaha Selepan di Magetan Klaim Tak Terpengaruh Isu Beras Oplosan, Foto : Kusnanto – Sinergia

Sinergia | Kab. Magetan – Di tengah maraknya pemberitaan tentang dugaan peredaran beras oplosan di sejumlah daerah, pengusaha penggilingan gabah di Kelurahan Tawanganom, Kecamatan Magetan, Jawa Timur, mengaku bisnisnya justru tetap lancar bahkan mengalami peningkatan.

Sumining, pemilik selepan yang telah beroperasi sejak 1984, mengatakan bahwa isu beras oplosan tidak berdampak negatif terhadap usahanya. “Alhamdulillah beras saya lancar, pembeli juga naik. Saya hanya mendengar saja seperti apa wujud beras oplosan itu, tapi di sini tetap mempertahankan kualitas,” ujarnya saat ditemui di tempat usahanya.

Menurut Sumining, ia menyediakan berbagai jenis beras seperti 64, Mapan, Morang, Serang, 32, 70, dan Bramo. Varietas Bramo menjadi primadona karena teksturnya pulen, wangi, dan cocok untuk rumah makan. “Beras Bramo itu yang paling disukai, pembeli justru bertambah akhir-akhir ini,” jelasnya.

Sebelum isu beras oplosan mencuat, produksi selepan miliknya rata-rata 5–6 kuintal beras per hari. Kini, jumlah itu naik menjadi sekitar 7 kuintal. Kenaikan ini didorong oleh pasokan gabah yang lancar dari para petani lokal. Harga beras di tempatnya berkisar Rp13.200 per kilogram untuk jenis 64, Rp13.800 untuk Bramo, dan Rp14.000 untuk jenis wangi.

Tidak hanya penjual, konsumen pun mengaku tetap percaya dengan kualitas beras dari selepan tersebut. Meisita, warga setempat, mengatakan awalnya sempat khawatir dengan isu beras oplosan, namun rasa dan kualitas beras di sini membuatnya yakin. 

“Kemarin coba beli 10 kilo, hasilnya enak dan pulen. Sekarang saya ambil 1 kuintal. Di sini berasnya dipisah-pisah sesuai jenisnya, jadi jelas,” tuturnya.

Meisita juga menyebut harga yang ditawarkan relatif terjangkau dan proses penggilingan dilakukan secara terpisah untuk setiap jenis beras, sesuai permintaan pembeli. “Itu yang bikin saya percaya, karena jelas asal dan jenis berasnya,” tambahnya.

Isu beras oplosan belakangan menjadi perhatian publik setelah aparat mengungkap praktik pencampuran beras berkualitas rendah dengan bahan non-pangan atau dicampur antarjenis untuk meningkatkan keuntungan. Meski demikian, sejumlah pelaku usaha seperti Sumining membuktikan bahwa menjaga kualitas dan transparansi dapat mempertahankan bahkan meningkatkan kepercayaan konsumen.

Kusnanto – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pria 32 Tahun di Ponorogo Ditemukan Tewas, Diduga Overdosis Miras

    Pria 32 Tahun di Ponorogo Ditemukan Tewas, Diduga Overdosis Miras

    • calendar_month Senin, 7 Apr 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 175
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Seorang pria ditemukan tewas dalam kondisi membusuk di kamar tidurnya, di Desa Madusari, Kecamatan Siman, Ponorogo, Minggu (6/4/2025) malam. Korban diketahui bernama Richi Zulkarim (32), yang tinggal seorang diri di rumah tersebut. Penemuan mayat ini berawal dari kecurigaan adik korban yang hendak menjenguk kakaknya. Saat membuka pintu rumah, ia mencium bau […]

    Bagikan
  • Warga Banjarejo Kota Madiun Meriahkan Jalan Santai, Tari Beksan Parisuko Ikut Warnai Perayaan Kemerdekaan

    Warga Banjarejo Kota Madiun Meriahkan Jalan Santai, Tari Beksan Parisuko Ikut Warnai Perayaan Kemerdekaan

    • calendar_month Minggu, 30 Agt 2026
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 378
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun — Nuansa perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia masih terasa di penghujung Agustus. Hal itu nampak saat ribuan warga Kelurahan Banjarejo, Kecamatan Taman, Kota Madiun, memadati kawasan Kampung Jepang, Minggu (30/8/2026) pagi. Sedikitnya 5.000 warga mengikuti jalan santai yang digelar Kelurahan Banjarejo tersebut. Kegiatan diberangkatkan langsung oleh Pelaksana […]

    Bagikan
  • Jelang Libur Akhir Tahun, Disbudpar Magetan Antisipasi Perselisihan Pengunjung–Pedagang di Telaga Sarangan 

    Jelang Libur Akhir Tahun, Disbudpar Magetan Antisipasi Perselisihan Pengunjung–Pedagang di Telaga Sarangan 

    • calendar_month Jumat, 12 Des 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 289
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Sepanjang tahun 2025, Telaga Sarangan menjadi sorotan setelah beberapa perselisihan antara pengunjung dan pedagang viral di media sosial. Salah satu kasus yang paling ramai terjadi ketika wisatawan bersitegang dengan pedagang terkait pembelian makanan dari pedagang keliling namun disantap di area warung permanen. Situasi serupa dilaporkan terjadi beberapa kali dan menimbulkan perdebatan […]

    Bagikan
  • Si Jago Merah Lahap Toko Oli di Madiun, Kerugian Tembus Rp100 Juta

    Si Jago Merah Lahap Toko Oli di Madiun, Kerugian Tembus Rp100 Juta

    • calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 337
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Kobaran api tiba-tiba mengamuk dan melahap sebuah toko oli di Desa Banaran, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Rabu (6/5/2026) siang. Dalam waktu singkat, bangunan beserta seluruh isinya hangus tak tersisa. Peristiwa kebakaran itu pertama kali diketahui pemilik toko sekitar pukul 13.05 WIB. Api yang sudah membesar sempat coba dipadamkan secara mandiri, namun […]

    Bagikan
  • Hari Pertama Masuk Kerja, 11 ASN di Ponorogo Ambil Cuti

    Hari Pertama Masuk Kerja, 11 ASN di Ponorogo Ambil Cuti

    • calendar_month Rabu, 9 Apr 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 174
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Sebanyak 11 Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Ponorogo tercatat tidak masuk kantor pada hari pertama kerja usai libur Lebaran, Selasa (8/4/2025). Namun, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) memastikan bahwa ketidakhadiran mereka bukan karena bolos, melainkan cuti yang telah dijadwalkan sebelumnya. Plt Kepala BKPSDM Ponorogo, Herry Sutrisno, merinci […]

    Bagikan
  • 12 Titik KDKMP di Kabupaten Madiun Tertahan, Bupati: Terkendala Lahan Perhutani

    12 Titik KDKMP di Kabupaten Madiun Tertahan, Bupati: Terkendala Lahan Perhutani

    • calendar_month Senin, 17 Agt 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 225
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Madiun belum berjalan mulus. Sedikitnya 12 titik pembangunan harus tertahan karena lokasi yang disiapkan berada di lahan milik Perum Perhutani dan masih menunggu persetujuan Kementerian Kehutanan. Bupati Madiun Hari Wuryanto mengatakan, Pemkab Madiun telah mengajukan komunikasi dan surat untuk memperoleh izin pendirian gerai […]

    Bagikan
expand_less