
Sinergia | Madiun — Seorang remaja berinisial ARP (16) ditemukan meninggal dunia dalam kondisi gantung diri di samping kamar kakek buyutnya, di Desa Bodag, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun, Sabtu (20/12) sore.
Belum diketahui pasti penyebab aksi remaja yang masih duduk di bangku SMA tersebut nekat mengakhiri hidupnya. Korban pertama kali ditemukan oleh ibu kandungnya, Endah Dwi Sunarsih, sekitar pukul 17.00 WIB. Saat itu, ibu korban hendak mencari anaknya yang tidak berada di rumah, meski sepeda motornya masih terparkir.
“Anaknya dicari karena diundang kenduri oleh tetangga. Motornya ada di rumah, tapi anaknya tidak ada. Setelah dicari, ternyata sudah dalam kondisi gantung diri,” ujar Kepala Desa Bodag, Dangkung, saat dikonfirmasi.
Korban diketahui merupakan warga RT 05 RW 02 Desa Bodag, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun. Setelah kejadian tersebut, pemerintah desa segera melaporkan peristiwa itu kepada Bhabinkamtibmas dan Polsek Kare untuk dilakukan penanganan lebih lanjut.
Petugas kepolisian bersama tim INAFIS Polres Madiun kemudian mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan identifikasi awal terhadap korban.
“Setelah menerima laporan dari kepala desa, kami melaporkan ke Kapolsek Kare dan menghubungi INAFIS melalui aplikasi 110. Tim segera ke TKP, melakukan identifikasi, dan menyerahkan korban kepada pihak keluarga,” kata Bhabinkamtibmas Desa Bodag, Bripka Yuda.
Pihak kepolisian juga mengamankan sejumlah barang milik korban, termasuk telepon genggam, untuk keperluan pemeriksaan lebih lanjut.
Usai proses identifikasi, jenazah korban dievakuasi dan langsung dimandikan untuk proses pemakaman di TPU Desa Bodag. Pihak keluarga menyatakan menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan tidak menuntut proses hukum lebih lanjut.
Hingga kini, aparat kepolisian masih mendalami latar belakang kejadian tersebut guna memastikan tidak adanya unsur lain di balik peristiwa tragis itu. (Tov/Krs)