BPBD Kota Madiun Gandeng Mahasiswa Tanggap Bencana Hindrometeorologi
- account_circle Kriswanto
- calendar_month Selasa, 2 Des 2025
- visibility 22
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Kota Madiun – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Madiun bersama Stikes BHM Madiun menggelar pelatihan kebencanaan dan evakuasi korban yang dipusatkan di Embung Pilangbango, Kota Madiun, Jawa Timur pada (02/12/2025). Sebelumnya, pada Jumat, 8 November, mahasiswa mendapatkan materi in class di Stikes BHM sebelum peserta menjalani praktik lapangan berupa fire rescue dan water rescue.
Sebanyak 181 mahasiswa mengikuti seluruh dua jenis praktik penyelamatan didampingi 10 pelatih dari BPBD. Dalam sesi fire rescue, para peserta dikenalkan teknik dasar penanganan api tingkat dasar, baik menggunakan metode modern memakai APAR maupun metode konvensional seperti handuk basah dan karung goni. Sedangkan pada water rescue, peserta dilatih pengenalan peralatan dasar seperti perahu, gayung, hingga teknik evakuasi korban di perairan serta cara melindungi diri ketika berada di lingkungan air.
Kasi Kegawatdaruratan dan Logistik BPBD Kota Madiun, Heter Hidayati, menjelaskan bahwa pelatihan tidak hanya ditujukan untuk mahasiswa, tetapi juga terbuka bagi kelompok masyarakat.

“Kami juga rutin memberikan edukasi kebencanaan kepada masyarakat, termasuk organisasi kemasyarakatan dan Dharma Wanita. Materinya beragam, salah satunya teknik dasar water rescue,” ungkapnya.
Heter menambahkan, di tengah musim hujan dan potensi bencana hidrometeorologi, pemahaman dasar penanganan bencana sangat penting dimiliki masyarakat. “Ketika terjadi kebakaran kecil atau insiden air, hal pertama adalah jangan panik. Ilmu yang didapat di pelatihan ini bisa membantu menyelamatkan diri maupun lingkungan sekitar,” jelasnya.
Salah satu peserta, Vresia Olivia, mengaku mendapatkan pengalaman baru selama mengikuti praktik penyelamatan. “Ilmu yang didapat luar biasa. Awalnya tidak tahu cara memadamkan api, tapi di sini kami diberi bekal untuk memahami situasi bencana, baik kebakaran maupun bencana air,” tuturnya.
Sementara itu, Amanda Sivana Aprilia, peserta lain yang mengikuti sesi water rescue, mengaku sempat gugup namun tetap antusias. “Senang, meski ada groginya karena belum pernah renang sebelumnya. InsyaAllah ke depan bisa menangani kalau ada kejadian di air,” ujarnya. (Sur/Krs).
- Penulis: Kriswanto


