Berita Terkini
Trending Tags

Fenomena Angin Puting Beliung Muncul di Atas Waduk Bening Widas Madiun

  • account_circle Tova Pradana
  • calendar_month Jumat, 31 Okt 2025
  • visibility 229
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Pusaran angin puting beliung berputar diatas kawasan waduk bening widas Madiun, Foto : Tova Pradana – Sinergia

Sinergia | Kab. Madiun — Warga di sekitar Waduk Bening Widas, Saradan Kabupaten Madiun, Jawa Timur, dikejutkan oleh kemunculan fenomena alam berupa awan berputar menyerupai angin puting beliung di atas permukaan waduk, Kamis (30/10/2025) sore.

Fenomena tersebut terekam dalam video amatir milik warga Desa Petung, Kecamatan Saradan, yang memperlihatkan gumpalan awan putih berputar membentuk pusaran di atas air waduk. Beberapa warga dan pemancing yang tengah berada di lokasi sempat panik dan menjauh untuk menghindari kemungkinan bahaya.

Menurut petugas keamanan Waduk Bening, Diky Saputra, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 15.00 WIB. Ia menjelaskan, sebelum pusaran angin muncul, cuaca di sekitar waduk terasa panas, namun disertai awan mendung di beberapa titik. Tak lama kemudian, terlihat gumpalan awan berwarna gelap yang bergerak cepat dan membentuk pusaran turun ke arah air.

“Awalnya awan menggumpal hitam, lalu tiba-tiba muncul angin berputar turun ke waduk. Puting beliung itu berlangsung sekitar 15 menit dan tidak disertai hujan,” kata Diky.

Ia menambahkan, fenomena tersebut hanya terjadi di area perairan waduk tanpa menyebabkan kerusakan di daratan. Setelah berputar di tengah waduk selama beberapa menit, pusaran angin perlahan menghilang dan disusul hujan ringan.

Waduk Bening Widas diketahui memiliki luas sekitar 570 hektare dengan kapasitas tampung air mencapai 33 juta meter kubik. Peristiwa angin puting beliung seperti ini disebut baru pertama kali terjadi di kawasan tersebut sepanjang tahun ini. Pihak Perum Jasa Tirta I selaku pengelola waduk memastikan tidak ada dampak signifikan dari kejadian itu, dan aktivitas di sekitar lokasi kini telah kembali normal.

Tova Pradana – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Tova Pradana

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sempat Diguyur Hujan, Maidi – F. Bagus Panuntun Ikuti Gladi Pelantikan di Istana Merdeka

    Sempat Diguyur Hujan, Maidi – F. Bagus Panuntun Ikuti Gladi Pelantikan di Istana Merdeka

    • calendar_month Rabu, 19 Feb 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 148
    • 0Komentar

    Sinergia | Jakarta – Maidi – F. Bagus Panuntun turut mengikuti gladi resik pelantikan kepala daerah di Istana Merdeka Jakarta pada Rabu (19/2/2025). Gladi resik ini juga diikuti 481 kepala daerah terpilih lainnya. Bahkan, suasana Jakarta yang diguyur hujan tak mengurangi antusiasme mengikuti kepala daerah terpilih. “Hujan adalah berkah. Tatkala pagi ini hujan, InsyaAllah pelantikan […]

    Bagikan
  • Sparta Pena Pesta Gol atas PKDI, Langsung Puncaki Grup D Kapolres Madiun Cup U-40 2026

    Sparta Pena Pesta Gol atas PKDI, Langsung Puncaki Grup D Kapolres Madiun Cup U-40 2026

    • calendar_month Kamis, 4 Jun 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 204
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Tim Sparta Pena membuka langkah di Kapolres Madiun Cup U-40 2026 dengan kemenangan meyakinkan. Kesebelasan yang diperkuat para insan media itu menundukkan Persaudaraan Kepala Desa Indonesia (PKDI) Kabupaten Madiun dengan skor 5-3 pada laga Grup D yang berlangsung di Lapangan Tri Brata Polres Madiun, Kamis (4/6/2026). Kemenangan tersebut mengantarkan Sparta Pena […]

    Bagikan
  • Pekerja Tersengat Listrik di Proyek KDMP Magetan, Alami Luka Bakar hingga Diduga Patah Tulang

    Pekerja Tersengat Listrik di Proyek KDMP Magetan, Alami Luka Bakar hingga Diduga Patah Tulang

    • calendar_month Jumat, 10 Apr 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 360
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kecelakaan kerja terjadi di proyek pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Milangasri, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, Jumat (10/4/2026) sekitar pukul 10.30 WIB. Seorang pekerja bangunan, Heru Setiawan (27), warga Desa Taji, Kecamatan Karas, mengalami luka serius usai tersengat listrik tegangan tinggi saat mengerjakan rangka atap. Peristiwa nahas itu terjadi […]

    Bagikan
  • Ini Catatan Penting Dibalik Raihan Predikat Kabupaten Layak Anak 2025 bagi Magetan

    Ini Catatan Penting Dibalik Raihan Predikat Kabupaten Layak Anak 2025 bagi Magetan

    • calendar_month Senin, 24 Nov 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 169
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kabupaten Magetan mempertahankan predikat Kabupaten Layak Anak (KLA) kategori Madya pada 2025. Penghargaan diberikan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) bertepatan Hari Anak Nasional tanggal 23 Juli 2025. Namun baru pada tanggal 20 November 2025 piagam dari Pemerintah Provinsi baru diberikan kepada Kabupaten Magetan melalui Dinas PPKB PP dan PA. […]

    Bagikan
  • Ratusan Mahasiswa Ponorogo Gelar Aksi Evaluasi 100 Hari Kinerja Prabowo-Gibran

    Ratusan Mahasiswa Ponorogo Gelar Aksi Evaluasi 100 Hari Kinerja Prabowo-Gibran

    • calendar_month Jumat, 21 Feb 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 118
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Ponorogo Melawan (APM) menggelar demonstrasi di depan kantor DPRD Ponorogo, Jumat (21/2/2025). Aksi bertajuk “Evaluasi 100 Hari Kinerja Prabowo-Gibran” ini, para mahasiswa menyampaikan kritik terhadap berbagai kebijakan pemerintah. Dalam aksinya, para mahasiswa membawa poster berisi protes dan melakukan orasi di depan gedung wakil rakyat […]

    Bagikan
  • Tiga Kelas Rusak, Siswa SDN Glonggong Belajar di Perpustakaan dan Rumah Penjaga

    Tiga Kelas Rusak, Siswa SDN Glonggong Belajar di Perpustakaan dan Rumah Penjaga

    • calendar_month Kamis, 8 Mei 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 143
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Sudah hampir satu tahun, siswa kelas 1, 2, dan 3 SDN Glonggong 01, Kecamatan Balerejo, harus berpindah-pindah tempat belajar. Bukan karena program rotasi, melainkan karena atap tiga ruang kelas mereka rusak parah. “Sebagian gentengnya melorot, kayunya patah dan lapuk. Terlalu berisiko kalau tetap dipakai,” kata Kepala SDN Glonggong 01, Anita […]

    Bagikan
expand_less