
Sinergia | Ponorogo – Dalam rangka menyambut Hari Santri Nasional (HSN) tahun 2025, Pemerintah Kabupaten Ponorogo mengeluarkan surat edaran bernomor 100.3.4.2/KH/11/405.01.2/2025 tentang Pakaian Khusus Menyambut Hari Santri Nasional. Seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN), pelajar, mahasiswa, guru, pedagang, hingga masyarakat umum diwajibkan mengenakan pakaian ala santri selama sembilan hari penuh.
Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, menegaskan bahwa kebijakan ini bukan sekadar simbolik, tetapi juga bentuk penghormatan terhadap peran besar santri dalam sejarah perjuangan bangsa.
“Santri itu berjuang, santri itu berkorban. Bahkan yang melatarbelakangi kemerdekaan dan peristiwa 10 November selalu ada keterlibatan santri. Maka pemerintah menetapkan Hari Santri, dan kami di Ponorogo sudah menyambutnya sejak 4–5 tahun lalu dengan bersarung bersama,” ujar Bupati Sugiri, Senin (13/10/2025).
Menurutnya, pemakaian sarung dan busana muslim merupakan wujud penghormatan sekaligus upaya menumbuhkan kembali spirit perjuangan dan keteladanan santri di tengah masyarakat.
“Kami ingin masuk ke ruang-ruang santri, menggugah semangat bahwa santri itu luar biasa. Maka kami tandai dengan bersarung,” tambahnya.
Selain itu, rangkaian kegiatan HSN di Ponorogo juga akan diisi dengan berbagai agenda menarik, seperti Santri Run dan gelaran seni budaya. Bupati Sugiri menyebut momentum Hari Santri ini tidak hanya bernilai spiritual dan kebangsaan, tetapi juga berdampak ekonomi.
“Ekonomi jadi tumbuh, karena pedagang sarung, pedagang baju muslim jadi laku. Ada kincir ekonomi yang kami gerakkan bersama. Di setiap event, kami ingin memastikan ada efek ekonomi, mulai dari pedagang kecil, alat mandi, alat dandan, sampai bakul snack,” terangnya.
Sugiri berharap peringatan HSN tahun ini menjadi penggerak ekonomi rakyat, penguat peradaban, serta penjaga karakter Indonesia yang tetap ‘jos’.
“Semua ASN dan masyarakat tanpa terkecuali menggunakan sarung dan gamis. Agama lain menyesuaikan. Termasuk siswa, mahasiswa, guru, pedagang, kafe, warung, bahkan wartawan, mohon dengan hormat ikut mengenakan sarung di Hari Santri,” pungkasnya.
Ega patria – Sinergia