Berita Terkini
Trending Tags

Cerita Supriyanto Lestarikan Seni Wayang Kulit Hingga Tembus Luar Jawa

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Senin, 22 Sep 2025
  • visibility 25
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Supriyanto (38), perajin wayang kulit, Foto : Kusnanto – Sinergia

Sinergia | Magetan – Di tengah kian langkanya perajin wayang kulit, Supriyanto (38), warga Dukuh Ngrini, Desa Banyudono, Kecamatan Ngariboyo, menjadi salah satu sosok yang menjaga napas tradisi ini. Berawal dari kegemarannya menggambar di kertas duplek, kini karya tangannya telah merambah hingga Papua, Sulawesi Utara, Sumatera Utara, bahkan Kalimantan.

Sejak SMP ia terbiasa menggambar tokoh-tokoh wayang, meski kala itu sama sekali belum mengenal bahan kulit maupun peralatan membuat wayang. Pertemuan dengan seorang guru yang juga pembuat wayang kulit kemudian menjadi titik balik baginya. Dari situlah ia memberanikan diri beralih dari media kertas ke kulit.

“Awalnya hanya coba-coba di rumah, lama-lama keterusan. Alhamdulillah, wayang buatan saya sudah sampai ke luar Jawa,” ujarnya, Senin (22/09/2025).

Harga wayang buatannya cukup beragam. Untuk satu tokoh bisa dibanderol mulai Rp400 ribu hingga lebih dari Rp1 juta, tergantung bahan, ukuran, serta detail pengerjaan. Sementara wayang gunungan dengan cat emas asli bisa mencapai Rp5 juta. Menurutnya, salah satu komponen yang berpengaruh terhadap harga adalah pegangan berbahan tanduk kerbau.

“Sekarang tanduk kerbau makin sulit ditemukan, nilainya bisa sepertiga dari harga wayang,” jelasnya.

Meski kerajinannya bernilai ekonomis, Supriyanto tidak sepenuhnya menggantungkan hidup dari sana. Sehari-hari ia bekerja sebagai ASN PPPK di Kantor Urusan Agama (KUA) Plaosan. Pembuatan wayang ia lakukan sepulang kerja atau saat ada waktu senggang. Satu tokoh wayang rata-rata diselesaikan dalam satu hingga dua minggu.

Perihal pasar, ia menyebut kondisinya tidak selalu stabil. “Kalau sepi, paling hanya laku 1–3 tokoh per bulan. Kalau ramai bisa sampai lima. Biasanya yang paling diminati di kisaran Rp. 1,25 juta sampai Rp. 1,5 juta,” ungkapnya.

Di Magetan sendiri, menurut Supriyanto, jumlah perajin wayang kulit kian menipis. Saat ini hanya tersisa segelintir, sebagian besar sudah berusia lanjut. Minimnya regenerasi membuat tradisi ini terancam kehilangan pewaris.

“Pesanan biasanya datang dari dalang, pegiat seni, atau kolektor,” katanya.

Selain membuat wayang baru, ia juga menerima jasa perbaikan. “Bisa diperbaiki, tapi dilihat dulu tingkat kerusakannya,” tambahnya. Supriyanto pun berharap generasi muda ikut melestarikan kesenian ini.

“Semoga ada penerus, baik sebagai perajin maupun pencinta wayang kulit,” pungkasnya.

Kusnanto – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kurang Hati-Hati Saat Menyalip, Dua Remaja Tabrak Sedan di Kawedanan Magetan

    Kurang Hati-Hati Saat Menyalip, Dua Remaja Tabrak Sedan di Kawedanan Magetan

    • calendar_month Kamis, 17 Jul 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 26
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kecelakaan lalu lintas terjadi di ruas jalan Kawedanan–Maospati, tepatnya di utara Jembatan Gandong, Desa Karangrejo, Kecamatan Kawedanan, Rabu malam (16/7/2025). Dua remaja pengendara motor mengalami patah tulang setelah motor yang mereka kendarai menabrak mobil sedan dari arah berlawanan. Informasi yang dihimpun, M. Ainur Rofiq dan berboncengan dengan Putra Pratama, keduanya warga […]

    Bagikan
  • Upaya Bipartit Deadlock, Tuntutan Eks Karyawan MUS Belum Menemukan Titik Temu

    Upaya Bipartit Deadlock, Tuntutan Eks Karyawan MUS Belum Menemukan Titik Temu

    • calendar_month Jumat, 5 Sep 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 14
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Negosiasi antara Serikat Buruh Madiun Raya (SBMR) dan manajemen Madiun Umbul Square (MUS) kembali berakhir tanpa kesepakatan. Hingga Jumat (05/09/2025), persoalan tunggakan gaji dan pesangon bagi 14 mantan karyawan masih belum terselesaikan. Ketua SBMR, Aris Budiono, menegaskan pihaknya menuntut pembayaran hak normatif karyawan senilai Rp504 juta. Angka itu terdiri dari […]

    Bagikan
  • Dua Jembatan di Bungkal Putus, BPBD Ponorogo Upayakan Jembatan Darurat

    Dua Jembatan di Bungkal Putus, BPBD Ponorogo Upayakan Jembatan Darurat

    • calendar_month Rabu, 19 Mar 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 21
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Dua jembatan di Desa Munggu, Kecamatan Bungkal, putus diterjang derasnya arus sungai. Akibatnya, aktivitas warga di empat RT terganggu dan sekitar 100 kepala keluarga (KK) terisolir. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo, Masun, mengatakan bahwa dua jembatan yang rusak berada di RT 8 RW 4 dan RT 6 RW […]

    Bagikan
  • Wali Kota Madiun Panen Jagung Ungu, Punya Nilai Ekonomi dan Khasiat Kesehatan

    Wali Kota Madiun Panen Jagung Ungu, Punya Nilai Ekonomi dan Khasiat Kesehatan

    • calendar_month Selasa, 23 Sep 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 28
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Wali Kota Madiun, Maidi, bersama petani melakukan panen jagung ungu di lahan percobaan Kota Madiun, Selasa (23/09/2025). Jagung jenis ini disebut memiliki keunggulan ganda, selain bernilai ekonomi tinggi juga bermanfaat bagi kesehatan. Maidi mengungkapkan, uji coba penanaman jagung ungu menunjukkan hasil menggembirakan. Selain rasanya enak, harga jualnya juga cukup tinggi. […]

    Bagikan
  • Begini Kondisi Bengkel Yang Tertabrak Mobil Penyanyi Cantika Davinca

    Begini Kondisi Bengkel Yang Tertabrak Mobil Penyanyi Cantika Davinca

    • calendar_month Sabtu, 4 Okt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 45
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Dampak kecelakaan maut yang melibatkan mobil penyanyi dangdut Imelda Naisya Ayudya Cantika alias Cantika Davinca masih terasa hingga Sabtu (04/10/2025). Tidak hanya menewaskan dua pelajar SMP, insiden di Desa Tulung, Kecamatan Kawedanan, Kabupaten Magetan itu juga menyebabkan kerusakan parah pada bengkel warga di tepi jalan. Bengkel milik Eko Susanto (48) menjadi […]

    Bagikan
  • BPS Kota Madiun Apresiasi Kebijakan Wajib Tanam Cabai dan Tomat bagi ASN

    BPS Kota Madiun Apresiasi Kebijakan Wajib Tanam Cabai dan Tomat bagi ASN

    • calendar_month Rabu, 7 Mei 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 23
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Madiun mengapresiasi kebijakan Pemerintah Kota Madiun yang mewajibkan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan non-ASN untuk menanam komoditas hortikultura seperti cabai rawit dan tomat. Kebijakan ini dinilai sebagai langkah strategis dalam upaya pengendalian inflasi daerah. Kepala BPS Kota Madiun, Abdul Aziz, menjelaskan bahwa dari perspektif BPS […]

    Bagikan
expand_less