
Demo GMNI dan PMII Batal, Polri-TNI Tetap Jaga Ketat DPRD dan Puspem Mejayan
Sinergia | Kab. Madiun – Ratusan personel gabungan Polri dan TNI tetap disiagakan di dua lokasi vital Kabupaten Madiun, Senin (1/9/2025), meski rencana aksi demonstrasi Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dibatalkan.
Pengamanan ketat dilakukan di Gedung DPRD Kabupaten Madiun dan Pusat Pemerintahan (Puspem) Mejayan.
“Menyikapi situasi kamtibmas terkini, kami melaksanakan pengamanan objek vital agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” kata Kasi Humas Polres Madiun Iptu Anita Diyah Puspitosari, Senin pagi.

Hingga pukul 10.00 WIB, tidak terlihat adanya aksi mahasiswa maupun masyarakat di dua lokasi tersebut. Namun, sistem pengamanan berlapis tetap diberlakukan sebagai langkah antisipasi. Menurut Iptu Anita, kondisi Madiun saat ini terbilang aman dan kondusif, dengan masyarakat yang dinilai mampu menjaga kerukunan.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Madiun menerbitkan surat edaran Nomor 800/3079/402.201/2025 yang ditandatangani Sekda Tontro Pahlawanto. Surat tersebut mengatur langkah pengamanan internal ASN mulai 1 September 2025, di antaranya:
1. Pegawai ASN memakai pakaian bebas rapi selama jam kerja;
2. Apel bersama di halaman Kantor Bupati Madiun ditiadakan;
3. Kendaraan dinas berpelat merah tidak digunakan sementara;
4. Kepala perangkat daerah wajib mensosialisasikan kebijakan ini ke seluruh unit kerja;
5. Ketentuan berlaku sampai ada kebijakan baru.
Edaran ini dikeluarkan menyusul situasi keamanan di sejumlah daerah Jawa Timur yang dinilai kurang kondusif.
Tova Pradana – Sinergia