Berita Terkini
Trending Tags

Ponorogo Masuk 10 Besar Penghasil Padi Jatim, Pemkab Dukung Swasembada Pangan Nasional

  • account_circle Ega Patria
  • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
  • visibility 248
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Plt Bupati Ponorogo, Lisdyarita, Foto: Ega-Sinergia

Sinergia | Ponorogo – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo menunjukkan kontribusi nyata dalam mendukung program swasembada pangan nasional yang dicanangkan Presiden RI Prabowo Subianto. Kabupaten yang dikenal sebagai Bumi Reog ini tercatat masuk 10 besar daerah penghasil padi di Jawa Timur. Meski dihadapkan pada luas lahan pertanian yang relatif lebih kecil dibandingkan kabupaten lain.

Plt Bupati Ponorogo, Lisdyarita, menyebut capaian tersebut merupakan hasil kerja keras petani serta dukungan kebijakan pemerintah daerah.

“Alhamdulillah, swasembada pangan di Ponorogo berjalan baik. Petani kita luar biasa. Ponorogo masuk 10 besar penghasil padi di Jawa Timur dan juga surplus,” ujar Lisdyarita, yang akrab disapa Bunda Lisdyarita, Kamis (8/1/2026).

Menurutnya, Pemkab Ponorogo terus melakukan berbagai upaya untuk menjaga keberlanjutan swasembada pangan. Salah satu fokus utama adalah regenerasi petani, dengan mendorong keterlibatan generasi muda.

“Kami lakukan regenerasi petani. Milenial dan Gen Z harus mau terjun ke sektor pertanian agar swasembada pangan ini bisa terus bertahan,” tegasnya.

Berdasarkan data Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dipertahankan), luas tanam padi di Ponorogo mencapai sekitar 78 ribu hektare per tahun, dengan rata-rata produktivitas 6,5 hingga 7 ton per hektare.

Capaian tersebut menjadikan Ponorogo tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan pangan daerah, tetapi juga mengalami surplus produksi padi.

Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura Dipertahankan Ponorogo, Tri Budi Widodo, menyebut jika angka tersebut dihitung secara sederhana, hasil panen padi Ponorogo sangat signifikan.

“Silakan dihitung sendiri, 78 ribu hektare dikali 7 ton per hektare. Itu hasil padi Ponorogo selama satu tahun,” ujarnya.

Tingginya produktivitas padi di Ponorogo ditopang oleh pola tanam yang berbeda di tiap wilayah. Di wilayah barat dan utara, petani mampu menanam padi tiga hingga empat kali dalam setahun, sementara wilayah selatan rata-rata dua hingga tiga kali tanam. Panen raya pun terjadi beberapa kali dalam setahun, terutama pada Januari dan Juni, dengan panen serempak di sejumlah kecamatan.

Meski memiliki keterbatasan luas lahan, inovasi pertanian yang diterapkan petani Ponorogo terbukti mampu meningkatkan hasil produksi. Salah satunya adalah metode persemaian di halaman rumah, yang kini menjadi rujukan daerah lain.

Bahkan, sejumlah kabupaten seperti Bojonegoro dan Pasuruan datang langsung ke Ponorogo untuk mempelajari dan mengadopsi inovasi tersebut.

Selain itu, Pemkab Ponorogo juga terus memperkuat program pendukung swasembada pangan, di antaranya program listrik masuk sawah.

“Program ini memungkinkan petani tetap berproduksi saat musim kemarau, sehingga aktivitas pertanian tidak terhenti,” pungkas Tri Budi Widodo. Dengan berbagai capaian tersebut, Ponorogo optimistis dapat terus berkontribusi dalam mewujudkan swasembada pangan nasional, sejalan dengan visi dan kebijakan pemerintah pusat.(ega).

Bagikan
  • Penulis: Ega Patria

Rekomendasi Untuk Anda

  • Puluhan Siswa Sakit, Pihak SMKN 1 Sine Tunggu Pemeriksaan Lab dari Dinkes Ngawi

    Puluhan Siswa Sakit, Pihak SMKN 1 Sine Tunggu Pemeriksaan Lab dari Dinkes Ngawi

    • calendar_month Rabu, 1 Okt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 124
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Suasana upacara Hari Kesaktian Pancasila di SMKN 1 Sine, Kabupaten Ngawi, Rabu (01/10/2025), berubah panik ketika puluhan siswa tiba-tiba mengalami gejala sakit perut, pusing, hingga sesak napas. Sejumlah siswa harus mendapatkan perawatan intensif di Puskesmas Sine, Puskesmas Ngrambe, dan RS Aisyiyah. Kepala SMKN 1 Sine, Agus Setyabudi, menjelaskan bahwa awalnya hanya […]

    Bagikan
  • Ditinggal Keluar, Dua Rumah Di Balong Ponorogo Ludes Terbakar

    Ditinggal Keluar, Dua Rumah Di Balong Ponorogo Ludes Terbakar

    • calendar_month Sabtu, 30 Agt 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 143
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Dua rumah di Desa Sedarat, Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, ludes terbakar saat pemiliknya tengah menonton pertandingan sepak bola di pos kamling, Jumat (29/08/2025) malam. Api diduga berasal dari korsleting listrik di bagian dapur. Kedua rumah tersebut milik Tukijo (60) dan Tukimun (65) yang letaknya berdampingan. Kebakaran terjadi sekitar pukul […]

    Bagikan
  • Wali Kota dan Ojol Madiun Gelar Doa Bersama untuk Almarhum Affan

    Wali Kota dan Ojol Madiun Gelar Doa Bersama untuk Almarhum Affan

    • calendar_month Rabu, 3 Sep 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 123
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Wali Kota Madiun bersama komunitas ojek online (Ojol) Kota Madiun menggelar doa bersama untuk almarhum Affan, salah satu pengemudi ojol yang meninggal dunia saat mengikuti aksi unjuk rasa di Jakarta beberapa waktu lalu. Doa bersama berlangsung khidmat di Pondok Abi Bahrun, Jalan Merpati, Kota Madiun, Selasa (02/09/2025). Wali Kota Madiun, […]

    Bagikan
  • Geliat Serda Rohman Geluti Budidaya Cacing, Gandeng Investor untuk Pemasaran

    Geliat Serda Rohman Geluti Budidaya Cacing, Gandeng Investor untuk Pemasaran

    • calendar_month Selasa, 24 Jun 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 98
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Tak ingin lingkungan di sekitar tempat tinggalnya terus tercemar, Serda Muhamad Rohman Yudianto yang kesehariannya bertugas di Koramil 0802/21 Pudak, jajaran Korem 081/DSJ, melakukan upaya budidaya cacing. Budidaya yang gelutinya sejak awal tahun 2025 itu diakuinya sangat efektif untuk mengurangi pencemaran lingkungan, khususnya di aliran sungai sekitar tempat tinggalnya. “Di […]

    Bagikan
  • Penjual Sapi Keluhkan Harga Anjlok Dampak PMK

    Penjual Sapi Keluhkan Harga Anjlok Dampak PMK

    • calendar_month Kamis, 2 Jan 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 125
    • 0Komentar

    KAB. MADIUN –  Wabah virus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) merebak di wilayah Kabupaten Madiun, berdampak pada harga jual sapi di wilayah setempat turun drastis. Pantauan di pasar hewan Desa Muneng kecamatan Pilangkenceng pada Kamis (02/01/2025) aktifitas jual tampak sepi.  Salah seorang pedagang sapi Hari Purwatno (43) dari Desa Pulerejo mengatakan, sepinya aktivitas penjualan sapi […]

    Bagikan
  • Polres Madiun Kota Ungkap Kasus Pengeroyokan dan Peredaran Miras dalam Operasi Pekat Semeru 2025

    Polres Madiun Kota Ungkap Kasus Pengeroyokan dan Peredaran Miras dalam Operasi Pekat Semeru 2025

    • calendar_month Kamis, 22 Mei 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 126
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Polres Madiun Kota menggelar konferensi pers pada Kamis (22/05/2025) terkait pengungkapan sejumlah kasus pengeroyokan dan peredaran minuman keras (miras) dalam rangka Operasi Pekat 2 Semeru 2025. Dalam keterangannya, Kasat Reskrim Polres Madiun Kota, AKP Agus Setiawan, menyampaikan bahwa pihaknya berhasil mengungkap total 7 kasus pengeroyokan dengan jumlah tersangka sebanyak 11 […]

    Bagikan
expand_less