Berita Terkini
Trending Tags

Ponorogo Masuk 10 Besar Penghasil Padi Jatim, Pemkab Dukung Swasembada Pangan Nasional

  • account_circle Ega Patria
  • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
  • visibility 203
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Plt Bupati Ponorogo, Lisdyarita, Foto: Ega-Sinergia

Sinergia | Ponorogo – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo menunjukkan kontribusi nyata dalam mendukung program swasembada pangan nasional yang dicanangkan Presiden RI Prabowo Subianto. Kabupaten yang dikenal sebagai Bumi Reog ini tercatat masuk 10 besar daerah penghasil padi di Jawa Timur. Meski dihadapkan pada luas lahan pertanian yang relatif lebih kecil dibandingkan kabupaten lain.

Plt Bupati Ponorogo, Lisdyarita, menyebut capaian tersebut merupakan hasil kerja keras petani serta dukungan kebijakan pemerintah daerah.

“Alhamdulillah, swasembada pangan di Ponorogo berjalan baik. Petani kita luar biasa. Ponorogo masuk 10 besar penghasil padi di Jawa Timur dan juga surplus,” ujar Lisdyarita, yang akrab disapa Bunda Lisdyarita, Kamis (8/1/2026).

Menurutnya, Pemkab Ponorogo terus melakukan berbagai upaya untuk menjaga keberlanjutan swasembada pangan. Salah satu fokus utama adalah regenerasi petani, dengan mendorong keterlibatan generasi muda.

“Kami lakukan regenerasi petani. Milenial dan Gen Z harus mau terjun ke sektor pertanian agar swasembada pangan ini bisa terus bertahan,” tegasnya.

Berdasarkan data Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dipertahankan), luas tanam padi di Ponorogo mencapai sekitar 78 ribu hektare per tahun, dengan rata-rata produktivitas 6,5 hingga 7 ton per hektare.

Capaian tersebut menjadikan Ponorogo tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan pangan daerah, tetapi juga mengalami surplus produksi padi.

Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura Dipertahankan Ponorogo, Tri Budi Widodo, menyebut jika angka tersebut dihitung secara sederhana, hasil panen padi Ponorogo sangat signifikan.

“Silakan dihitung sendiri, 78 ribu hektare dikali 7 ton per hektare. Itu hasil padi Ponorogo selama satu tahun,” ujarnya.

Tingginya produktivitas padi di Ponorogo ditopang oleh pola tanam yang berbeda di tiap wilayah. Di wilayah barat dan utara, petani mampu menanam padi tiga hingga empat kali dalam setahun, sementara wilayah selatan rata-rata dua hingga tiga kali tanam. Panen raya pun terjadi beberapa kali dalam setahun, terutama pada Januari dan Juni, dengan panen serempak di sejumlah kecamatan.

Meski memiliki keterbatasan luas lahan, inovasi pertanian yang diterapkan petani Ponorogo terbukti mampu meningkatkan hasil produksi. Salah satunya adalah metode persemaian di halaman rumah, yang kini menjadi rujukan daerah lain.

Bahkan, sejumlah kabupaten seperti Bojonegoro dan Pasuruan datang langsung ke Ponorogo untuk mempelajari dan mengadopsi inovasi tersebut.

Selain itu, Pemkab Ponorogo juga terus memperkuat program pendukung swasembada pangan, di antaranya program listrik masuk sawah.

“Program ini memungkinkan petani tetap berproduksi saat musim kemarau, sehingga aktivitas pertanian tidak terhenti,” pungkas Tri Budi Widodo. Dengan berbagai capaian tersebut, Ponorogo optimistis dapat terus berkontribusi dalam mewujudkan swasembada pangan nasional, sejalan dengan visi dan kebijakan pemerintah pusat.(ega).

Bagikan
  • Penulis: Ega Patria

Rekomendasi Untuk Anda

  • Guru-Guru Magetan Belajar Koding dan AI: Menjawab Tantangan Pendidikan di Era Digital

    Guru-Guru Magetan Belajar Koding dan AI: Menjawab Tantangan Pendidikan di Era Digital

    • calendar_month Rabu, 16 Jul 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 87
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Dunia pendidikan di Kabupaten Magetan tengah mengalami transformasi signifikan. Tak hanya fokus pada pelajaran konvensional, para guru kini sedang dibekali keterampilan masa depan pemrograman (koding) dan kecerdasan artifisial (AI). Program ini merupakan bagian dari inisiatif nasional Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah. […]

    Bagikan
  • Penantian Proses Panjang, Bupati Magetan Terpilih Bakal Dilantik 23 Mei

    Penantian Proses Panjang, Bupati Magetan Terpilih Bakal Dilantik 23 Mei

    • calendar_month Rabu, 21 Mei 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 75
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Harapan masyarakat Magetan untuk segera menyaksikan pelantikan Bupati-Wakil Bupati hasil Pilkada 2024 mulai menemui titik terang. Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, memastikan bahwa pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Magetan terpilih akan dilaksanakan pada 23 Mei 2025. Hal tersebut disampaikan Khofifah saat dimintai keterangan soal perkembangan administrasi pelantikan yang hingga kini […]

    Bagikan
  • Serahkan BLT ke Warga, Wali Kota Harap Bantuan Bermanfaat Penuhi Kebutuhan Masyarakat

    Serahkan BLT ke Warga, Wali Kota Harap Bantuan Bermanfaat Penuhi Kebutuhan Masyarakat

    • calendar_month Kamis, 20 Mar 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 102
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Mendekati hari raya Idul Fitri, Wali Kota Madiun, Maidi menyalurkan bantuan langsung tunai daerah (BLTD), BLT Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT), Bansos air bersih serta santunan kematian Triwulan I tahun 2025 ke sejumlah keluarga penerima manfaat (KPM), Kamis (20/3/2025). Prosesi penyerahan bantuan digelar di Kantor Kelurahan Nambangan Lor […]

    Bagikan
  • Pemkab Ponorogo Targetkan Stunting Turun Jadi 4 Persen

    Pemkab Ponorogo Targetkan Stunting Turun Jadi 4 Persen

    • calendar_month Jumat, 31 Jan 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 118
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo menargetkan angka prevalensi stunting turun hingga 4 persen pada 2025. Saat ini, prevalensi stunting di Bumi Reog masih berada di angka 8 persen atau sekitar 3.000 anak mengalami kekerdilan. Target tersebut disampaikan Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko dalam pertemuan koordinasi fasilitas pelayanan kesehatan (Fasyankes) yang digelar Dinas […]

    Bagikan
  • Realisasi APBD Kabupaten Madiun di Bawah 50 Persen, Sejumlah OPD Dinilai Lamban Serap Anggaran

    Realisasi APBD Kabupaten Madiun di Bawah 50 Persen, Sejumlah OPD Dinilai Lamban Serap Anggaran

    • calendar_month Senin, 14 Jul 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 120
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Hingga semester pertama 2025 berakhir, Pemerintah Kabupaten Madiun mencatat realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) masih berada di bawah 50 persen. Data per 30 Juni menunjukkan, pendapatan daerah baru mencapai 49,39 persen, sementara realisasi belanja tercatat 40,03 persen. Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Madiun, Suntoko, […]

    Bagikan
  • SPPG Mojorejo Resmi Beroperasi, Siswa MAN 2 Kota Madiun Antusias Nikmati Program MBG

    SPPG Mojorejo Resmi Beroperasi, Siswa MAN 2 Kota Madiun Antusias Nikmati Program MBG

    • calendar_month Rabu, 22 Okt 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 167
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Madiun terus meluas. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) baru kembali diresmikan di Kelurahan Mojorejo, Kecamatan Taman. Dapur baru ini mulai beroperasi pada Selasa (20/10/2025) dan langsung mendistribusikan makan siang bergizi untuk para siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Madiun. Kehadiran program ini […]

    Bagikan
expand_less