Didik Haryono Calon Tunggal! Musda Golkar Magetan Adem Ayem, Fokus Konsolidasi 2025-2030
- account_circle Kusnanto
- calendar_month Jumat, 5 Des 2025
- visibility 38
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Magetan – Proses penjaringan calon Ketua DPD Partai Golkar Magetan yang semula diprediksi akan diwarnai persaingan sengit justru berjalan sangat tenang. Hingga masa pendaftaran ditutup pada Kamis (4/12/2025) pukul 13.00 WIB, hanya satu nama yang secara resmi mendaftar: Didik Haryono.
Didik Haryono, yang saat ini menjabat sebagai Plt Sekretaris DPD Golkar Magetan, dipastikan melenggang tanpa pesaing. Musyawarah Daerah (Musda) XI Golkar Magetan yang biasanya dipenuhi manuver dan dinamika politik internal kali ini tidak menampakkan tanda-tanda persaingan. Selama dua hari pendaftaran dibuka, tidak ada satu pun kader lain yang mengajukan berkas pencalonan.
“Pendaftaran dibuka selama dua hari, dan hingga penutupan, hanya berkas saya yang diterima. Tentu ini melegakan, tetapi juga menjadi tanggung jawab besar yang harus diemban,” ujar Didik Haryono pada Jumat (05/12/2025).
Steering Committee Musda XI kemudian menerbitkan Berita Acara Penetapan Calon Tunggal. Setelah melalui verifikasi ketat, seluruh dokumen administratif Didik Haryono dinyatakan lengkap dan sesuai dengan ketentuan organisasi, serta tidak ada keberatan dari pihak manapun. Dengan penetapan ini, Didik dipastikan akan menjadi satu-satunya kandidat Ketua DPD Golkar Magetan untuk periode 2025–2030.
DPD Golkar Jawa Timur sebelumnya juga telah mengesahkan jadwal Musda XI yang akan berlangsung pada Senin, 8 Desember 2025, di kantor DPD provinsi. “Proses Musda tetap harus berjalan sebagaimana aturan organisasi untuk menegaskan keputusan secara formal,” tegas Didik.
Meskipun tidak menghadapi kompetitor, Didik menegaskan bahwa situasi calon tunggal ini bukan alasan untuk bersantai. Ia mengimbau seluruh kader Golkar Magetan untuk segera merapatkan barisan dan memperkuat solidaritas internal.
“Dengan adanya penetapan calon tunggal, saya berharap seluruh komponen partai bersatu. Ini bukan hanya soal kemenangan pribadi, melainkan amanah kolektif untuk membawa Golkar semakin besar dan solid, khususnya menjelang agenda politik lima tahun ke depan,” pungkasnya.
Keteduhan pada Musda XI kali ini dinilai justru membuka ruang yang lebih lebar untuk konsolidasi dan evaluasi arah organisasi. Langkah ini penting untuk memperkuat mesin partai dan memenangkan agenda-agenda politik di masa depan. (Nan/Krs).
- Penulis: Kusnanto


