Dikenal Pendiam, Keluarga Ungkap Sifat Terduga Pelaku Pembunuhan Nur Aini
- account_circle Ega Patria
- calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
- visibility 55
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Ponorogo — Penyelidikan kasus pembunuhan seorang ibu rumah tangga di Desa Golan, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo, terus berkembang. Polisi menetapkan Aji Saputra (30), anak kandung korban, sebagai terduga kuat pelaku tunggal dalam kasus pembunuhan tersebut. Hingga kini, keberadaan terduga pelaku masih dalam pencarian aparat kepolisian.
Kasus yang menewaskan Nur Aini ini masih menyisakan banyak pertanyaan. Terlebih, polisi belum berhasil menemukan keberadaan Aji Saputra yang diduga melarikan diri usai kejadian. Informasi terakhir yang dihimpun, terduga pelaku diduga berada di wilayah Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Adik terduga pelaku, Muhammad Gilang, mengungkapkan kepribadian kakak tirinya tersebut dikenal sebagai sosok yang pendiam di lingkungan keluarga. “Orangnya memang pendiam, jarang cerita banyak, tapi kami cukup dekat dan masih sering komunikasi,” ujar Gilang.
Gilang mengaku sangat terkejut saat menerima kabar ibunya meninggal dunia dengan kondisi mengenaskan di dalam rumah. Ia mengaku tidak pernah menyangka kakak kandungnya sendiri kini diduga terlibat dalam pembunuhan tersebut.
Menurut Gilang, pertemuan terakhirnya dengan Aji Saputra terjadi sekitar empat hingga lima hari sebelum peristiwa pembunuhan. Dalam pertemuan itu, Aji sempat mencurahkan perasaan dan menunjukkan emosi yang terpendam terkait masa lalunya.
“Dia sempat curhat soal masa lalu, kelihatan ada emosi yang dipendam, tapi tidak pernah marah atau mengamuk,” kata Gilang.
Aji Saputra diketahui sempat bolak-balik bekerja di Bali. Terakhir kali, ia pulang ke Ponorogo sekitar tiga bulan lalu. Selama berada di Ponorogo, Gilang mengaku masih beberapa kali bertemu dengan kakaknya tersebut. Terkait temuan sepeda motor dan tas yang sempat viral di media sosial, Gilang membenarkan bahwa barang-barang tersebut merupakan milik Aji Saputra.
“Motor dan tas itu memang milik kakak saya,” ujarnya. Ia juga memastikan akun media sosial yang berisi curhatan dan beredar luas di masyarakat memang milik terduga pelaku. “Akun itu benar miliknya, bukan hoaks,” tegas Gilang.
Pihak keluarga berharap terduga pelaku dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat, sehingga proses hukum dapat berjalan dengan baik dan kasus ini dapat terungkap secara terang benderang. Sementara itu, kepolisian terus melakukan upaya pencarian dan pengembangan penyelidikan guna mengungkap secara tuntas kasus pembunuhan tersebut.(ega).
- Penulis: Ega Patria

