Berita Terkini
Trending Tags

Ditengah Kekhawatiran Pedagang Pasar, Anggaran Perawatan Pemkab Madiun Nihil di APBD 2026

  • account_circle Tova Pradana
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 29
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Bupati Madiun Hari Wuryanto saat meninjau kondisi Pasar Sayur Caruban, Foto : Tova

Sinergia | Madiun — Para pedagang pasar di Kabupaten Madiun masih menunggu kepastian revitalisasi dari pemerintah daerah. Hingga kini, sejumlah pasar tradisional di wilayah yang dikenal sebagai Kampung Pesilat itu belum mendapatkan alokasi anggaran pemeliharaan pada APBD murni 2026.

Kepala Bidang Pengelolaan Pasar Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro Kabupaten Madiun, Erni Suryani, mengatakan belum ada anggaran yang disiapkan untuk perawatan pasar, termasuk Pasar Umum Caruban yang sebelumnya sempat disorot karena kondisi infrastrukturnya.

“Sejauh ini kita belum ada anggaran untuk pemeliharaan di pasar sayur (Pasar Umum Caruban). Termasuk di pasar-pasar lain juga belum ada,” kata Erni, Rabu (11/3/2026).

Ia menjelaskan, pada tahun ini anggaran yang berkaitan dengan pasar hanya dialokasikan untuk Pasar Caruban Baru (PCB). Namun, penggunaan anggaran tersebut masih menunggu hasil kajian yang sedang dilakukan pemerintah daerah.

Menurut Erni, keluhan para pedagang pasar tetap akan ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah. Hanya saja, langkah tersebut kemungkinan baru bisa dilakukan setelah adanya Perubahan Anggaran Keuangan (PAK).

“Keluhan pedagang pasti ada tindak lanjutnya. Kemungkinan setelah Lebaran atau menunggu PAK,” ujarnya.

Dalam rencana pengajuan PAK, Dinas Perdagangan Kabupaten Madiun akan mengusulkan perbaikan di enam pasar yang dinilai memiliki permasalahan serupa, terutama terkait drainase dan talang air yang rusak.

Beberapa pasar yang masuk dalam prioritas pengajuan antara lain Pasar Umum Caruban, Pasar Pagotan, dan Pasar Dolopo. Perbaikan dilakukan secara bertahap dengan estimasi anggaran sekitar Rp50 juta hingga Rp100 juta untuk setiap pasar.

“Kalau melihat urgensinya, ada sekitar enam pasar yang akan kita ajukan. Masalahnya rata-rata sama, yaitu drainase dan talang air,” kata Erni.

Meski belum ada kepastian anggaran, Erni mengaku cukup optimistis usulan tersebut dapat disetujui dalam PAK. Ia memperkirakan peluang persetujuan mencapai sekitar 70 persen karena perbaikan pasar berkaitan langsung dengan pelayanan masyarakat.

“Kalau melihat kebutuhan layanan publik, kami optimistis sekitar 70 persen bisa disetujui oleh Pak Bupati,” ujarnya.

Sambil menunggu keputusan anggaran, pihaknya mendorong para pedagang melakukan langkah antisipasi secara swadaya untuk mencegah kerusakan yang lebih parah. Salah satunya dengan membersihkan saluran drainase di lingkungan pasar.

Menurut Erni, kegiatan tersebut dilakukan melalui paguyuban pedagang yang bekerja sama dengan pengelola pasar. Para pedagang bahkan mengumpulkan dana secara mandiri untuk membayar tenaga kebersihan guna membersihkan selokan yang tersumbat.

“Kita melakukan pendekatan persuasif melalui paguyuban pedagang. Sementara ini mereka swadaya untuk membersihkan drainase supaya tidak semakin parah,” katanya.

Ia menegaskan, dinas tidak dapat memberikan bantuan iuran karena seluruh anggaran yang dimiliki telah ditetapkan secara rinci dalam perencanaan APBD.

Karena itu, pemerintah daerah mengimbau para pedagang untuk tetap menjaga kebersihan pasar melalui kegiatan swadaya sambil menunggu kemungkinan penganggaran perbaikan dalam PAK tahun ini. (tov)

Bagikan
  • Penulis: Tova Pradana
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sungai Bengawan Solo Meluap, Banjir Rendam Wilayah Kec. Pitu Ngawi

    Sungai Bengawan Solo Meluap, Banjir Rendam Wilayah Kec. Pitu Ngawi

    • calendar_month Selasa, 21 Jan 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 24
    • 0Komentar

    Sinergia  | Kab. Ngawi – Hujan deras yang mengguyur wilayah Ngawi pada Senin (20/1/2025) malam menyebabkan Sungai Bengawan Solo meluap di wilayah Kecamatan Pitu pada Selasa (21/1/2025). Hal itu mengakibatkan banjir merendam akses jalan utama di Desa Ngasinan, Kecamatan Pitu, yang menghubungkan wilayah tersebut dengan Kota Ngawi. Ketinggian air yang mencapai lebih dari satu meter […]

    Bagikan
  • Belasan Kambing Warga Dagangan Madiun Mati Diduga Diserang Hewan Buas

    Belasan Kambing Warga Dagangan Madiun Mati Diduga Diserang Hewan Buas

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 56
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Warga Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, dibuat resah oleh serangkaian kematian ternak kambing yang diduga diserang hewan buas. Sedikitnya 15 ekor kambing dilaporkan mati, sementara puluhan lainnya mengalami luka serius akibat gigitan. Peristiwa ini terjadi di tiga desa, yakni Desa Ngranget, Padas, dan Segulung, dalam kurun waktu dua pekan terakhir. […]

    Bagikan
  • DKPP Kab. Madiun Duga Puluhan Ayam Mati Mendadak Akibat Flu Burung

    DKPP Kab. Madiun Duga Puluhan Ayam Mati Mendadak Akibat Flu Burung

    • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 28
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun— Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Madiun menindaklanjuti laporan kematian puluhan ayam kampung di Desa Bantengan, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, kasus ini diduga kuat disebabkan oleh avian influenza (AI) atau flu burung. Kepala Bidang Peternakan DKPP Kabupaten Madiun, drh. Harris, mengatakan usai menerima laporan, tim Petugas […]

    Bagikan
  • Mantan Mantri BRI Jadi Tersangka Kasus Kredit Fiktif, Kejaksaan Temukan Dugaan Sindikat

    Mantan Mantri BRI Jadi Tersangka Kasus Kredit Fiktif, Kejaksaan Temukan Dugaan Sindikat

    • calendar_month Selasa, 3 Jun 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 40
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Kejaksaan Negeri Ponorogo akhirnya menetapkan satu orang tersangka dalam kasus kredit fiktif di Bank Rakyat Indonesia (BRI) Unit Pasar Pon, Kecamatan Kota Ponorogo. Tersangka berinisial SPP (32), merupakan warga Kelurahan Tonatan, Kecamatan Ponorogo, dan diketahui pernah bekerja sebagai Account Officer atau Mantri di unit BRI tersebut. Penetapan tersangka dilakukan pada […]

    Bagikan
  • Peringatan HUT Korpri, Pemkot Madiun Tegaskan Komitmen Peningkatan Kinerja ASN

    Peringatan HUT Korpri, Pemkot Madiun Tegaskan Komitmen Peningkatan Kinerja ASN

    • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 42
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) ke-54 di halaman Balai Kota, Rabu (03/12/2025). Kegiatan ini diikuti jajaran aparatur sipil negara (ASN) sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi Korpri dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan. Wali Kota Madiun, Maidi, menegaskan bahwa Korpri merupakan tulang punggung […]

    Bagikan
  • Razia Warung Esek-Esek,  Satpol PP Amankan 6 Wanita Gemoy, Satu Positif HIV 

    Razia Warung Esek-Esek,  Satpol PP Amankan 6 Wanita Gemoy, Satu Positif HIV 

    • calendar_month Selasa, 27 Mei 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 49
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun — Praktik prostitusi terselubung di wilayah Kabupaten Madiun kembali terbongkar. Operasi gabungan digelar Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) bersama Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) dan Dinas Sosial di tiga wilayah. Petugas mendapati sebanyak enam pekerja seks komersial (PSK) di Kecamatan Mejayan, Pilangkenceng dan Saradan pada Selasa dinihari (27/05/2025). Hasil pemeriksaan […]

    Bagikan
expand_less