Berita Terkini
Trending Tags

Enam UMKM Magetan Tembus Pasar Internasional, Ekspor Perdana Dilepas ke Maladewa

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
  • visibility 274
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Bupati Magetan Nanik Endang Rusminiarti lepas ekspor produk UMKM, (5/3/2026), Foto : Kusnanto

Sinergia | Magetan – Enam pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) asal Kabupaten Magetan resmi menembus pasar internasional setelah berhasil mengekspor produk mereka ke Maladewa. Pelepasan ekspor dilakukan di lokasi produksi Keripik Tempe H&G di Kelurahan Tebon, Kecamatan Barat, pada Kamis (5/3)2026) sekitar pukul 10.30 WIB.

Bupati Magetan Nanik Endang Rusminiarti menyatakan bahwa keberhasilan ini menjadi bukti bahwa UMKM lokal mampu bersaing di pasar global. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus memperkuat dukungan agar jumlah UMKM yang masuk pasar ekspor terus meningkat.

“Ini capaian yang sangat membanggakan. UMKM dari Magetan kini bisa meluncurkan ekspor secara mandiri. Pemerintah akan terus memberikan motivasi dan dukungan supaya makin banyak pelaku usaha yang bisa mengikuti langkah ini,” ujarnya.

Menurutnya, enam UMKM yang terlibat seluruhnya berasal dari Magetan. Ia berharap jumlah tersebut akan terus bertambah melalui peningkatan kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha.

“Semua pelaku yang mengekspor kali ini adalah UMKM kita sendiri. Tentu kami berharap jumlahnya bertambah, sehingga semakin banyak yang bisa naik kelas,” tuturnya.

Dukungan terhadap perluasan pasar internasional juga datang dari Jalian Setiarsa, Tenaga Teknis Bidang Standardisasi Produk, Akses Pasar, Promosi, Pemasaran, dan Kurasi Produk Ekspor pada Export Center Surabaya Kementerian Perdagangan. Ia mengatakan pihaknya terus mengembangkan program pendampingan bagi UMKM yang sudah memiliki pengalaman ekspor.

“Kami terus mendorong perluasan pasar dan bekerja sama dengan pemerintah daerah, termasuk Pemkab Magetan. Program ini memang kami tujukan bagi UMKM yang sudah pernah melakukan ekspor,” jelasnya.

Ia menambahkan, Export Center Surabaya hampir setiap bulan membantu UMKM dari berbagai daerah di Jawa Timur untuk menembus pasar internasional, dengan jumlah yang bervariasi.

“Setiap bulan selalu ada UMKM yang berhasil masuk pasar luar negeri. Jumlahnya berbeda-beda di tiap daerah,” ungkapnya.

Image Not Found
Produk unggulan lokal sebagai langkah perluasan pasar global, Foto : Kusnanto

Produk makanan olahan, minuman serbuk, kerajinan, batik, dan fashion disebut sebagai komoditas yang memiliki peluang besar untuk ekspor. Selain itu, Kementerian Perdagangan juga memanfaatkan jaringan promosi melalui 19 Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) serta 24 atase perdagangan di 33 negara untuk memperluas pasar produk Indonesia.

Pada momen tersebut, pelaku UMKM Magetan juga diundang mengikuti One to Many Business Meeting yang digelar pada 7 April di Grand City Surabaya. Satu pelaku usaha nantinya akan dipertemukan dengan sembilan calon pembeli, baik secara daring maupun luring.

“Kami akan berkoordinasi dengan Pemkab Magetan untuk menentukan UMKM yang dapat bertemu langsung dengan para buyer,” tambahnya.

Pemilik makanan olahan keripik tempe dan sambel pecel H&G, Ita Listiana, mengaku ekspor dari Magetan ini merupakan impian yang terselesaikan. Sebelumnya, ekspor produk biasanya harus digabung dengan daerah lain.

“Selama ini ekspor kami masih ikut daerah lain seperti Situbondo, Surabaya, atau Mojokerto. Momen ini seperti mimpi, karena Magetan akhirnya bisa melepas produknya sendiri,” katanya.

Dalam pengiriman kali ini, keripik tempe dipasok dalam jumlah besar hingga memenuhi satu kontainer. Ita berharap pencapaian tersebut dapat memacu keberanian UMKM lain di Magetan untuk melangkah ke pasar internasional.

“Saya berharap teman-teman UMKM lainnya tidak ragu. Beranilah mencoba, karena peluang selalu ada,” pungkasnya. (kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Empat Bocah Tewas Tenggelam di Sungai Terpencil Jambon Ponorogo

    Empat Bocah Tewas Tenggelam di Sungai Terpencil Jambon Ponorogo

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 376
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Tragedi memilukan terjadi di aliran Sungai Sudo, Dusun Sidowayah, Desa Sidoharjo, Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo, Jumat (6/2/2026). Empat bocah dilaporkan meninggal dunia setelah tenggelam saat mandi di sungai yang berada di kawasan terpencil, jauh dari permukiman warga. Keempat korban masing-masing berinisial JA (7), AW (4), SA (4), dan AR (4). Seluruh […]

    Bagikan
  • Baru 2 Bulan Menjabat! Kajari Magetan Dipromosikan ke Kejagung Usai Bongkar Kasus Korupsi Pokir DPRD  

    Baru 2 Bulan Menjabat! Kajari Magetan Dipromosikan ke Kejagung Usai Bongkar Kasus Korupsi Pokir DPRD  

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 273
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Magetan, Sabrul Iman, mendapat promosi jabatan. hal itu tak lama setelah berhasil mengungkap kasus dugaan korupsi dana pokok pikiran (pokir) DPRD Magetan periode 2020–2024. Dalam perkara tersebut, Ketua DPRD Magetan, Suratno, bersama lima orang lainnya telah ditetapkan sebagai tersangka dan langsung ditahan pada Kamis (23/4/2026). Sabrul kini […]

    Bagikan
  • Berangkat dengan Senyum, Pulang dalam Doa, Sumi Amatredjo Wafat di Tanah Suci

    Berangkat dengan Senyum, Pulang dalam Doa, Sumi Amatredjo Wafat di Tanah Suci

    • calendar_month Minggu, 8 Jun 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 108
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Duka mendalam menyelimuti keluarga besar Sumi Amatredjo (78), seorang jemaah haji asal Desa Purworejo, Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Almarhumah wafat setelah melaksanakan ibadah wukuf di Padang Arafah, Arab Saudi, pada Sabtu (08/06/2025) dini hari. Kabar meninggalnya Sumi Amatredjo pertama kali disampaikan secara langsung oleh petugas dari Kementerian Agama […]

    Bagikan
  • DLH Kota Madiun Gencar Uju Emisi, Perkuat Pengawasan Kualitas Udara

    DLH Kota Madiun Gencar Uju Emisi, Perkuat Pengawasan Kualitas Udara

    • calendar_month Sabtu, 15 Nov 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 109
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Upaya pengendalian polusi udara terus digencarkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Madiun melalui pelaksanaan uji emisi kendaraan bermotor. Program yang menjadi agenda rutin ini berkeliling ke seluruh kelurahan sebagai bentuk pengawasan kualitas udara sekaligus sarana penyadaran publik. Subkoordinator Pencegahan Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup DLH Kota Madiun, Annita Yuli Mayasari, […]

    Bagikan
  • Antisipasi Inflasi, Pemkot Madiun Gaet Pelajar Lewat Program Sekolah Peduli Inflasi

    Antisipasi Inflasi, Pemkot Madiun Gaet Pelajar Lewat Program Sekolah Peduli Inflasi

    • calendar_month Kamis, 24 Apr 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 107
    • 0Komentar

    Sinergia| Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun bersama Bank Indonesia Kediri resmi meluncurkan program Kick Off Sekolah Peduli Inflasi dengan tema “Generasi Emas Peduli Inflasi”. Acara ini digelar di Gedung Diklat Kota Madiun, Rabu (23/04/2025), sebagai langkah strategis dalam menekan laju inflasi sejak usia dini. Acara ini turut di hadiri oleh siswa siswi dari SMP/MTS […]

    Bagikan
  • Layanan Adminduk di Kecamatan Kembali Dibuka, Akses Warga Kini Lebih Mudah

    Layanan Adminduk di Kecamatan Kembali Dibuka, Akses Warga Kini Lebih Mudah

    • calendar_month Senin, 17 Nov 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 84
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Setelah terhenti sejak Maret 2025, pelayanan administrasi kependudukan (Adminduk) di tingkat kecamatan di Kabupaten Magetan akhirnya kembali berjalan. Mulai November 2025, warga di sejumlah wilayah dapat kembali mengurus berbagai dokumen tanpa harus mendatangi Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Magetan. Disdukcapil Magetan memastikan bahwa dari 18 kecamatan, 10 diantaranya kembali […]

    Bagikan
expand_less