
Sinergia | Magetan – Ditengah sorotan publik beberapa waktu ini, Telaga Sarangan kembali menegaskan posisinya sebagai ikon wisata Kabupaten Magetan. Sepanjang 2025, jumlah wisatawan yang datang ke destinasi andalan di lereng Gunung Lawu itu mencapai 1.094.668 orang. Angka tersebut meningkat sekitar 14 ribu pengunjung dibanding capaian 2024 yang berada di angka 1.080.666 wisatawan.
Kepala Bidang Pariwisata Disbudpar Magetan, Eka Radityo, mengungkapkan bahwa tren positif ini sekaligus mematahkan persepsi bahwa Sarangan mengalami kemunduran jumlah kunjungan. Menurutnya, data setahun penuh justru menunjukkan kondisi sebaliknya.
“Kalau kita lihat secara keseluruhan, jumlah wisatawan tahun 2025 justru lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya. Jadi anggapan bahwa kunjungan ke Sarangan menurun sebenarnya tidak tepat,” ujar Eka, Senin (5/1/2025).
Ia menjelaskan bahwa fluktuasi kunjungan wisata bukan hanya dipengaruhi daya tarik destinasi, tetapi juga faktor eksternal seperti kondisi ekonomi masyarakat, daya beli yang berubah, hingga situasi cuaca yang kurang bersahabat di beberapa bulan tertentu. Semua variabel itu juga berdampak ke banyak daerah wisata lain di Indonesia.
“Daerah besar seperti Batu, Bali, dan sebagian kawasan Jogja juga mengalami pola serupa. Jadi gambaran bahwa hanya Sarangan yang menurun itu keliru,” tambahnya.

Meski begitu, peningkatan kunjungan tetap menjadi sinyal positif bagi Magetan. Apalagi pada masa libur Natal dan tahun baru, atau terhitung 25 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, Sarangan mencatat 117.447 kunjungan. Angka itu menunjukkan tingginya ketertarikan wisatawan di momen puncak musim liburan.
Selain itu, Eka menyebut bahwa lebih dari 60 persen wisatawan yang masuk ke Magetan memilih Telaga Sarangan sebagai tujuan utama. Hal ini mengukuhkan posisi Sarangan sebagai destinasi dengan kontribusi terbesar dalam sektor pariwisata daerah. Ia juga menegaskan bahwa strategi pengembangan wisata saat ini tidak hanya berfokus pada daya tarik tunggal, melainkan pada kolaborasi antardaerah wisata. “Sekarang zamannya destinasi saling mendukung, bukan saling bersaing. Paket wisata lintas lokasi akan menjadi kekuatan baru,” pungkas Eka.(Nan/Krs).