Minggu, 11 Okt 2026
Trending Tags

DPRD Magetan Setujui KUA-PPAS Perubahan 2026, Anggaran Infrastruktur Naik Hampir Rp. 35 Miliar

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Senin, 7 Sep 2026
  • visibility 135
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Anggaran infrastruktur Magetan bertambah hampir Rp35 miliar. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – DPRD Kabupaten Magetan menyetujui dan menandatangani Kebijakan Umum Anggaran serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Perubahan APBD 2026. Dalam perubahan anggaran tersebut, sektor infrastruktur menjadi salah satu pos dengan tambahan anggaran terbesar, yakni mencapai hampir Rp35 miliar.

Ketua DPRD Magetan Riyin Nur Asiyah mengatakan, pembahasan perubahan APBD telah disesuaikan dengan rencana kerja DPRD serta kebutuhan yang dinilai mendesak. Ia menegaskan, tambahan anggaran untuk infrastruktur jauh lebih besar dibandingkan anggaran pengadaan kendaraan operasional bagi kecamatan yang sebelumnya sempat menjadi sorotan publik.

“Untuk infrastruktur di perubahan ini, penambahan anggarannya Rp34 miliar sekian, hampir Rp35 miliar. Mayoritas untuk jalan,” ujar Riyin.

Menurutnya, tambahan anggaran sekitar Rp6,7 miliar untuk sarana transportasi dan operasional kecamatan hanya sekitar lima persen dari total tambahan anggaran infrastruktur. Riyin menjelaskan, kendaraan tersebut bukan diperuntukkan khusus bagi camat, melainkan sebagai sarana operasional kecamatan dalam mendukung pelayanan dan kegiatan pemerintahan di tingkat desa.

Kebutuhan kendaraan dinilai semakin mendesak karena sebagian besar kendaraan operasional kecamatan telah berusia sekitar 18 hingga 20 tahun. Kondisinya disebut banyak yang sudah tidak layak digunakan.

“Mobil di kecamatan itu yang menggunakan bukan hanya camat. Dipakai untuk akomodasi kegiatan di kecamatan. Yang lama sudah 18 tahun, 20 tahun, rata-rata sudah tidak layak dipakai,” katanya.

Kendaraan operasional tersebut juga diproyeksikan mendukung berbagai agenda pemerintahan desa yang akan berlangsung dalam waktu dekat, termasuk penataan dan pembentukan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) secara serentak serta persiapan pelaksanaan pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak. Riyin menilai mobilitas aparatur kecamatan ke desa-desa akan meningkat sehingga dukungan sarana transportasi menjadi bagian dari kebutuhan operasional pemerintahan.

Riyin juga meluruskan informasi mengenai sejumlah tambahan anggaran yang sebelumnya ramai diperbincangkan. Ia menegaskan, DPRD tidak serta-merta menyetujui seluruh usulan awal eksekutif, melainkan melakukan penyesuaian setelah proses verifikasi.

Image Not Found
DPRD Magetan menyetujui KUA-PPAS Perubahan APBD 2026. Foto : Kus-Sinergia

Untuk sarana dan prasarana sekolah, misalnya, usulan awal yang disebut mencapai sekitar Rp90 miliar kemudian dipangkas menjadi sekitar Rp28 miliar. Dari jumlah tersebut, terdapat sekitar Rp1 miliar yang diarahkan untuk penanganan sarana pendidikan yang kondisinya sangat memprihatinkan. Sementara itu, tambahan anggaran untuk DPRD yang sebelumnya diajukan sekitar Rp3,1 miliar akhirnya disepakati sekitar Rp1,1 miliar. 

Riyin mengatakan, tambahan tersebut berkaitan dengan kebutuhan DPRD dalam menyesuaikan berbagai perubahan regulasi dan kebijakan pemerintah pusat.

“Urgensinya karena banyak aturan yang berubah. Kalau tidak kita ikuti, kita justru berisiko karena tidak mengikuti aturan pusat. Kami harus menyesuaikan dengan kebijakan yang terus berubah,” jelasnya.

Ia mencontohkan adanya agenda koordinasi dengan pemerintah provinsi dan organisasi perangkat daerah terkait sebagai bagian dari tindak lanjut perubahan regulasi. Namun, ia menyebut rincian penggunaan anggaran tersebut masih akan diperiksa dan disesuaikan lebih lanjut.

“Ini baru rumahnya. Setelah ini rinciannya akan dicek lagi, untuk apa saja. Saya juga sudah koordinasi dengan Sekretaris DPRD terkait detail-detailnya,” ujarnya.

Riyin memastikan seluruh fraksi di DPRD Magetan menyetujui kesepakatan KUA-PPAS Perubahan APBD 2026. Persetujuan tersebut ditandai dengan penandatanganan oleh unsur pimpinan DPRD dan seluruh fraksi. Menurutnya, pembagian anggaran dalam perubahan APBD tetap diupayakan berimbang dengan mempertimbangkan kebutuhan mendasar masyarakat, termasuk infrastruktur, pendidikan dan kesehatan.

Terkait pengadaan videotron yang juga menjadi sorotan, Riyin meminta masyarakat melihat rencana tersebut secara proporsional. Ia menilai keberadaan videotron dapat menjadi bagian dari upaya meningkatkan citra dan kualitas tampilan Kabupaten Magetan. Riyin membandingkan kondisi Magetan dengan daerah sekitar seperti Kabupaten Madiun dan Ngawi yang dinilainya telah memiliki sejumlah videotron.

“Magetan sudah layak untuk upgrade seperti kabupaten sebelah. Madiun ada berapa titik, Ngawi ada berapa titik. Kita mau satu saja sudah ramai seperti ini,” katanya.

Ia menegaskan, nilai pengadaan telah disesuaikan dengan Standar Satuan Harga (SSH) dan dalam proses pembahasan nilainya juga mengalami penyesuaian. Riyin memastikan pembahasan anggaran belum sepenuhnya selesai karena masih terdapat tahapan lanjutan. DPRD, kata dia, akan terus melakukan pengawasan agar setiap anggaran yang telah disepakati digunakan sesuai peruntukannya.

“Kita harus bijak dalam segala hal. Setelah ini masih ada tahapan dan rapat-rapat lanjutan. Pengawasan dan semuanya akan kita maksimalkan,” pungkasnya. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pasar Hewan Parang Bakal Direlokasi, Terdampak Pengembangan Sirkuit Parang

    Pasar Hewan Parang Bakal Direlokasi, Terdampak Pengembangan Sirkuit Parang

    • calendar_month Selasa, 3 Jun 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 154
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Pemerintah Kabupaten Magetan terus mengkaji rencana relokasi Pasar Hewan Parang yang saat ini berada di sisi area Sirkuit Parang. Wakil Bupati Magetan, Suyatni Priasmoro, bersama dinas terkait, melakukan peninjauan lapangan pada Selasa (03/06/2025) untuk menentukan lokasi baru yang paling tepat dan strategis. “Kenapa perlu dipindah? Karena lokasinya saat ini berada […]

    Bagikan
  • DPRD Magetan Soroti Pernikahan Dini, 68 Remaja Ajukan Dispensasi Nikah Sepanjang 2025

    DPRD Magetan Soroti Pernikahan Dini, 68 Remaja Ajukan Dispensasi Nikah Sepanjang 2025

    • calendar_month Selasa, 22 Sep 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 100
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Persoalan pernikahan dini menjadi salah satu sorotan Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) dalam rapat paripurna DPRD Kabupaten Magetan dengan agenda penyampaian pandangan umum fraksi terhadap Raperda Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026, Senin (21/9/2026). Fraksi PAN mengungkapkan, sepanjang 2025 terdapat 68 remaja di bawah umur di Kabupaten Magetan yang mengajukan dispensasi nikah […]

    Bagikan
  • Ibu Bayi di Jembatan Ring Road Ditemukan, Pemkot Madiun Pastikan Pendampingan Psikiater

    Ibu Bayi di Jembatan Ring Road Ditemukan, Pemkot Madiun Pastikan Pendampingan Psikiater

    • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 241
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun — Ibu dari bayi laki-laki yang sebelumnya ditemukan menangis di Jembatan Ring Road akhirnya berhasil ditemukan pada Jumat (15/5/2026) malam. Pemerintah Kota Madiun melalui Kelurahan Patihan memastikan sang ibu telah kembali ke keluarganya dan akan mendapatkan pendampingan psikologis serta psikiater. Sebelumnya, warga digemparkan dengan penemuan bayi laki-laki di kawasan Jembatan Ring […]

    Bagikan
  • Diguyur Hujan Terus Menerus, Warga Terdampak Tanah Retak di Madiun Pilih Mengungsi ke Tenda Darurat 

    Diguyur Hujan Terus Menerus, Warga Terdampak Tanah Retak di Madiun Pilih Mengungsi ke Tenda Darurat 

    • calendar_month Senin, 3 Nov 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 223
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun — Retakan tanah di Desa Mendak, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, semakin mengkhawatirkan. Sedikitnya delapan rumah warga mengalami kerusakan dengan lebar retakan mencapai 10 hingga 15 sentimeter. Retakan tanah sepanjang sekitar 500 meter itu membentang di Dusun Morosowo dan Mendak membentuk pola menyerupai huruf U. Kondisi tersebut diperparah oleh hujan […]

    Bagikan
  • Sekolah Rakyat Siap Beroperasi Juli Mendatang, Tampung 100 Siswa dari Keluarga Miskin

    Sekolah Rakyat Siap Beroperasi Juli Mendatang, Tampung 100 Siswa dari Keluarga Miskin

    • calendar_month Jumat, 2 Mei 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 197
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial (Sekjen Kemensos) Robben Rico meninjau gedung yang akan digunakan sebagai lokasi sementara Sekolah Rakyat di Ponorogo pada Kamis (01/05/2025) sore. Gedung tersebut terletak di kawasan Sentra Industri Kecil Menengah (IKM) di Jalan Trunojoyo. Robben menyampaikan keyakinannya bahwa Sekolah Rakyat dapat mulai beroperasi penuh pada bulan Juli […]

    Bagikan
  • Polemik Dugaan Penggelapan Uang Nasabah Koperasi MSI Magetan

    Polemik Dugaan Penggelapan Uang Nasabah Koperasi MSI Magetan

    • calendar_month Sabtu, 26 Apr 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 180
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Dalam beberapa hari terakhir, Kabupaten Magetan dihebohkan dengan dugaan penipuan dan penggelapan uang nasabah Koperasi Mitra Sejahtera Indonesia (MSI) yang berkantor Desa Driyorejo, Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Magetan. Bahkan, beredar video di media sosial, puluhan emak-emak yang menjadi nasabah koperasi membawa paksa Ketua Koperasi (MSI), Wawan Wandoyo (50) ke kantor Polsek Nguntoronadi […]

    Bagikan
expand_less