Selasa, 20 Okt 2026
Trending Tags

Dindikpora Magetan Catat Lebih dari 100 Anak Putus Sekolah pada 2025, Ini Penyebab Utamanya

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Selasa, 21 Jul 2026
  • visibility 203
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Gambar ilustrasi

Sinergia | Magetan – Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Magetan mencatat lebih dari 100 anak tidak melanjutkan pendidikan pada 2025. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah karena masih banyak anak yang belum menuntaskan program wajib belajar 13 tahun, mulai dari pendidikan anak usia dini hingga jenjang SMA.

Kepala Dindikpora Magetan, Suhardi, mengatakan mayoritas kasus anak putus sekolah dipicu oleh persoalan ekonomi keluarga. Keterbatasan biaya membuat sebagian anak memilih berhenti sekolah untuk membantu orang tua mencari nafkah. Selain itu, faktor psikologis juga menjadi penyebab cukup dominan, mulai dari rendahnya kepercayaan diri, gangguan psikis, hingga kondisi anak berkebutuhan khusus yang membutuhkan penanganan berbeda.

“Data kami sekitar 100-an anak. Yang dimaksud putus sekolah adalah anak yang tidak menuntaskan wajib belajar 13 tahun. Ada yang hanya lulus SMP lalu membantu orang tuanya bekerja, ada juga yang tidak melanjutkan SMA karena faktor psikis,” ujar Suhardi.

Dindikpora telah melakukan pemetaan terhadap penyebab anak putus sekolah sebagai dasar penyusunan program penanganan. Dari hasil pendataan tersebut, lebih dari separuh anak yang berhenti sekolah mengaku terkendala kondisi ekonomi keluarga. Sementara sisanya dipengaruhi persoalan psikologis, kondisi disabilitas, maupun faktor sosial lainnya.

Sebagai langkah penanganan, Dindikpora tidak hanya menunggu laporan dari masyarakat, tetapi juga melakukan pendekatan langsung kepada keluarga. Tim diterjunkan untuk mendatangi rumah anak-anak yang putus sekolah, terutama mereka yang berada di wilayah pinggiran Kabupaten Magetan.

Melalui kunjungan tersebut, pemerintah berupaya menggali akar persoalan sekaligus menentukan bentuk pendampingan yang paling sesuai. Anak yang terkendala biaya diarahkan mengikuti pendidikan kesetaraan melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), sementara anak dengan hambatan psikologis maupun berkebutuhan khusus mendapat layanan pendampingan dan pembelajaran secara homeschooling.

“Kami datangi rumah masing-masing untuk mencari tahu penyebabnya. Kalau faktor ekonomi, kami arahkan ke jalur afirmasi PKBM seperti Paket C bagi lulusan SMP dan biaya pendidikannya juga disubsidi. Sedangkan untuk anak yang minder, mengalami gangguan psikologis, atau berkebutuhan khusus, kami lakukan homeschooling,” jelasnya.

Suhardi menambahkan, seluruh program tersebut terus dipantau secara berkala sebagai bahan evaluasi. Pemerintah daerah akan mengukur efektivitas kebijakan yang telah dijalankan, termasuk subsidi pendidikan kesetaraan maupun layanan homeschooling. Jika dinilai belum mampu menekan angka putus sekolah secara signifikan, Dindikpora akan menyusun strategi baru yang lebih tepat sasaran.

Menurutnya, memastikan setiap anak memperoleh akses pendidikan merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, Dindikpora juga mengajak pemerintah desa, sekolah, serta masyarakat untuk aktif melaporkan anak-anak yang berpotensi putus sekolah agar dapat segera diberikan pendampingan.

“Prinsipnya anak harus tetap sekolah. Sekarang wajib belajar dimulai dari TK hingga SMA. Kami terus berkoordinasi dengan berbagai pihak di wilayah untuk mengetahui kendala yang dihadapi anak-anak, kemudian dievaluasi agar mereka bisa menuntaskan pendidikan minimal hingga SMA, bahkan kalau memungkinkan sampai jenjang diploma,” tegas Suhardi.

Melalui berbagai upaya tersebut, Pemerintah Kabupaten Magetan berharap angka putus sekolah dapat terus ditekan setiap tahunnya sehingga hak setiap anak untuk memperoleh pendidikan yang layak dapat terpenuhi sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ratusan Warga Antusias Berikan Hak Pilih di TPS PSU Magetan

    Ratusan Warga Antusias Berikan Hak Pilih di TPS PSU Magetan

    • calendar_month Sabtu, 22 Mar 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 170
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) di Kabupaten Magetan berlangsung pada Sabtu (22/3/2025) mulai pukul 07.00 WIB di empat Tempat Pemungutan Suara (TPS).   Keempat TPS diantaranya TPS 001 dan TPS 004 Desa Kinandang, Kecamatan Bendo, TPS 009 Desa Selotinatah, Kecamatan Ngariboyo, serta TPS 001 Desa Nguri, Kecamatan Lembeyan.   Seperti yang terlihat […]

    Bagikan
  • Rumah Warga Di Ponorogo Rusak Dihantam Plesengan Ambrol

    Rumah Warga Di Ponorogo Rusak Dihantam Plesengan Ambrol

    • calendar_month Selasa, 20 Mei 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 198
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Bencana longsor kembali terjadi di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Sebuah plengsengan di Desa Jurug, Kecamatan Sooko, ambrol pada Selasa (20/05/2025) dini hari dan menyebabkan kerusakan pada rumah milik warga. Sebelum kejadian, pemilik rumah telah melakukan evakuasi mandiri ke tempat yang lebih aman. Rumah milik Hariyanto (36), yang baru dibangun selama […]

    Bagikan
  • Sempat Dilaporkan Hilang, Gadis Magetan Muncul dan Beberkan Dugaan Kekerasan Seksual

    Sempat Dilaporkan Hilang, Gadis Magetan Muncul dan Beberkan Dugaan Kekerasan Seksual

    • calendar_month Kamis, 27 Nov 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 246
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Seorang gadis asal Kabupaten Magetan berinisial L (18) yang sebelumnya dilaporkan hilang pada 20 November 2025, akhirnya muncul dan memberikan klarifikasi melalui video berdurasi 3 menit 58 detik di akun media sosialnya, @leilajenn18.2.0, Rabu (26/11/2025). Dalam video tersebut, L menanggapi laporan orang hilang yang dibuat oleh DN, pria yang pernah tinggal […]

    Bagikan
  • Banjir Meluas, 4 KA Lintasi Daop 7 Madiun Batal Berangkat, 4 KA Terlambat

    Banjir Meluas, 4 KA Lintasi Daop 7 Madiun Batal Berangkat, 4 KA Terlambat

    • calendar_month Minggu, 18 Jan 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 364
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Banjir yang menggenangi jalur kereta api di wilayah Daop 1 Jakarta dan Daop 4 Semarang berdampak pada perjalanan KA di wilayah KAI Daop 7 Madiun. Akibat banjir yang makin meluas, PT KAI melakukan sejumlah pembatalan dan rekayasa perjalanan sejumlah KA jarak jauh. Daop 7 Madiun mencatat sebanyak 4 KA terpaksa […]

    Bagikan
  • Ratusan Keluarga di Madiun Dapat Listrik Gratis, Terima Bantuan Program BPBL dari Kementerian ESDM

    Ratusan Keluarga di Madiun Dapat Listrik Gratis, Terima Bantuan Program BPBL dari Kementerian ESDM

    • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 228
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Sebanyak 513 keluarga di Kabupaten Madiun, Jawa Timur, akhirnya menikmati akses listrik gratis melalui program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kamis (7/5/2026). Program pemerintah pusat ini menyasar rumah tangga kurang mampu yang belum memiliki sambungan listrik mandiri. Pemasangan dilakukan secara bertahap di sejumlah […]

    Bagikan
  • Nilai Investasi di Ponorogo Selama 2024 Tembus Rp 360 Miliar

    Nilai Investasi di Ponorogo Selama 2024 Tembus Rp 360 Miliar

    • calendar_month Jumat, 24 Jan 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 173
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab Ponorogo – Iklim investasi di Kabupaten Ponorogo menunjukkan tren pertumbuhan yang positif. Selama tahun 2024, capaian investasi melampaui target dengan nilai mencapai Rp 360 miliar. Jumlah ini naik 184 persen dibandingkan tahun 2023 yang hanya sebesar Rp 195 miliar. “Mulai banyak investor yang menanamkan modal di Ponorogo pada 2024. Tentu ini merupakan capaian […]

    Bagikan
expand_less