
Sinergia | Ngawi – Jalur Ngawi–Maospati kembali menelan korban jiwa. Dalam rentang waktu kurang dari tiga jam, dua kecelakaan beruntun terjadi di Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi, Rabu (24/9/2025) malam. Dua orang meninggal dunia di lokasi, sementara tiga lainnya mengalami luka-luka dan harus dilarikan ke rumah sakit.
Peristiwa pertama terjadi sekitar pukul 19.45 WIB di Jalan Raya Ngawi–Maospati Km 6–7, tepatnya Desa Tempuran, Kecamatan Paron.
Seorang pengendara sepeda motor Honda Vario AE-3718-OL, Wahyu Pratama (22), warga Desa Ngelang, Kartoharjo, Magetan, tewas seketika setelah motornya bertabrakan dengan mobil Daihatsu Gran Max L-9809-BQ yang dikemudikan Muhamad Fakhrul (24), asal Surabaya.
Kronologi kecelakaan bermula saat Gran Max berusaha menyalip kendaraan di depannya dan mengambil jalur terlalu ke kanan. Pada saat bersamaan, Wahyu juga berusaha mendahului motor Honda CB 150R AE-2090-JAH yang dikendarai Ahmad Bagus Puji (19), berboncengan dengan Jovan Pasya Triatmoko (20). Karena jarak yang sudah dekat, tabrakan pun tak terhindarkan.
Motor Wahyu bertabrakan keras dengan Gran Max, kemudian oleng ke kiri dan menghantam motor CB 150R. Akibatnya, Wahyu meninggal dunia di lokasi. Sedangkan Ahmad Bagus dan Jovan mengalami luka babras di beberapa bagian tubuh dan langsung dibawa ke RS Widodo serta RSUD dr. Soeroto Ngawi untuk perawatan.
Kurang dari tiga jam kemudian, sekitar pukul 22.30 WIB, kecelakaan kedua terjadi di Jalan Raya Ngawi–Maospati Km 14–15, Desa Keras Wetan, Kecamatan Geneng.
Sepeda motor Honda Vario AE-4719-MU yang dikendarai Darsono (56), warga Blora, berboncengan dengan rekannya Katon (63), melaju dari arah selatan ke utara. Di depannya, sebuah truk colt diesel T-8265-TH yang dikemudikan Deden Purna Irawan (29), warga Gerih, Ngawi, hendak berbelok ke arah timur.
Karena kurang hati-hati dan tidak memperhatikan kendaraan dari belakang, truk memotong laju motor Darsono. Benturan keras pun terjadi. Katon tewas di lokasi akibat luka parah di wajah, sedangkan Darsono mengalami luka robek di kepala dan tangan namun masih sadar saat dievakuasi.
Kasatlantas Polres Ngawi, AKP Yuliana Plantika, membenarkan peristiwa tersebut. “Korban satu orang meninggal dunia di tempat, satu lainnya luka-luka. Keduanya merupakan warga Blora yang tengah melintas di jalur Ngawi–Maospati,” ujarnya.
Dua korban meninggal dunia, yakni Wahyu Pratama dan Katon, sudah dievakuasi ke RSUD dr. Soeroto Ngawi. Sementara tiga korban luka masih dalam perawatan intensif.
Seluruh kendaraan yang terlibat kini diamankan Unit Gakkum Satlantas Polres Ngawi untuk kepentingan penyelidikan. Polisi juga menahan sopir truk colt diesel untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
Kasus ini menambah catatan kelam jalur Ngawi–Maospati yang dikenal rawan kecelakaan, terutama pada malam hari ketika arus lalu lintas padat. Polisi mengimbau para pengendara, khususnya sopir kendaraan besar, agar lebih berhati-hati saat hendak menyalip maupun berbelok.
“Setiap pengendara wajib memperhatikan arus lalu lintas dari depan maupun belakang. Kelalaian sekecil apa pun bisa berakibat fatal,” tegas AKP Yuliana.
Kusnanto – Sinergia