Berita Terkini
Trending Tags

Embung Mengering, Warga Berbondong-bondong Berebut Ikan

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 43
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Warga berbondong-bondong menangkap ikan di Embung Titang Krajan. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan — Musim kemarau panjang membuat Embung Titang Krajan, yang oleh warga setempat lebih dikenal sebagai Embung Duwet Sewu, mengering. Kondisi tersebut justru dimanfaatkan warga sekitar untuk menangkap ikan yang selama ini hidup di embung.

Sejak air embung menyusut hingga menyisakan genangan air dan lumpur, warga berdatangan membawa berbagai peralatan sederhana untuk menangkap ikan. Mulai dari serok berukuran kecil hingga jaring digunakan untuk mengais ikan yang terjebak di bagian embung yang masih basah.

Beragam ukuran ikan berhasil ditangkap warga. Jenis ikan yang ditemukan antara lain nila dan patin. Bahkan, sejumlah warga harus bekerja sama untuk menangkap ikan patin berukuran jumbo dengan bobot mencapai 10 kilogram.

Sutrisno, salah seorang warga, mengatakan ikan berukuran besar biasanya dapat diketahui dari gelembung air yang muncul ke permukaan. Setelah mengetahui keberadaan ikan, warga kemudian mengarahkan jaring dan menariknya secara bersama-sama.

“Kalau ikannya naik, ada gelembungnya besar. Langsung disasak dari belakang, kemudian ditarik keras dan diangkat,” ujar Sutrisno.

Menurutnya, kondisi embung yang hampir sepenuhnya mengering membuat ikan lebih mudah ditemukan. Air embung tidak lagi mencukupi untuk mengalirkan saluran irigasi, sehingga ikan yang masih bertahan di dalam embung menjadi lebih mudah ditangkap.

Sutrisno menyebut hasil tangkapan warga didominasi ikan patin dan nila. Ikan yang diperoleh tidak dijual, melainkan dibagikan kepada teman dan kerabat untuk dikonsumsi bersama.

Ia mengaku senang meski harus berkotor-kotoran dan berhadapan dengan lumpur yang cukup dalam. Di sejumlah bagian embung, ketebalan lumpur disebut mencapai sekitar setengah meter.

“Buat teman-teman semua sama saudara. Yang mau merapat, diratakan semua. Dikasih teman-teman dan saudara,” katanya.

Image Not Found
Warga berhasil menangkap ikan patin berukuran lebih dari 10 kilogram. Foto : Kus-Sinergia

Mursid, warga lainnya juga mengungkapkan hal serupa. Menurutnya, kegiatan menangkap ikan di embung yang mengering merupakan hal yang biasa dilakukan masyarakat setempat ketika kemarau berlangsung cukup panjang.

Warga menyebut kondisi Embung Titang Krajan dapat mengering hampir setiap tahun ketika kemarau berlangsung panjang. Saat air habis, masyarakat sekitar memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengambil ikan yang masih tersisa.

“Airnya habis karena musim kemarau. Terus ikannya banyak, jadi sama masyarakat diambil ikannya,” ujarnya.

Ikan hasil tangkapan juga dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan lauk keluarga. Warga menggunakan serok dan bekerja secara berkelompok karena menangkap ikan berukuran besar cukup sulit jika dilakukan seorang diri.

Dalam kegiatan tersebut, warga berhasil mendapatkan ikan dengan berbagai ukuran, mulai dari sekitar dua hingga empat jari orang dewasa. Beberapa ikan patin bahkan berukuran jauh lebih besar. Salah satu hasil tangkapan yang diperoleh secara bersama-sama disebut memiliki bobot lebih dari 10 kilogram.

Bagi warga, momen tersebut menjadi kesempatan untuk memanfaatkan ikan yang tersisa sebelum embung kembali terisi saat musim hujan tiba. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kayu Limbah Disulap Jadi Kerajinan Antik Bernilai Seni Tinggi

    Kayu Limbah Disulap Jadi Kerajinan Antik Bernilai Seni Tinggi

    • calendar_month Senin, 3 Mar 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 161
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Kayu limbah yang kerap diabaikan banyak orang disulap menjadi kerajinan antik bernilai seni tinggi di tangan Heri Ismakut, warga Desa Mojomati, Kecamatan Jetis, Ponorogo. Dengan teknik ukir tradisional dan pewarnaan khas tempo dulu, karya-karya Heri tidak hanya memperkenalkan kembali seni lama yang nyaris punah, tetapi juga memiliki nilai ekonomi tinggi. […]

    Bagikan
  • Polres Magetan Tanamkan Budaya Tertib Lalu Lintas Sejak Dini Lewat Program Polisi Sahabat Anak

    Polres Magetan Tanamkan Budaya Tertib Lalu Lintas Sejak Dini Lewat Program Polisi Sahabat Anak

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 178
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Upaya membangun kesadaran tertib berlalu lintas sejak usia dini dilakukan Polres Magetan. Melalui Unit Kamsel Satlantas, program Police Goes to School dengan konsep Polisi Sahabat Anak digelar di RA Roudhotul Jannah dan TK PGRI Panekan, Kecamatan Panekan. Kegiatan edukatif itu dipimpin Kanit Kamsel Satlantas Polres Magetan, Ipda Anjas Wisudarto, bersama anggotanya. […]

    Bagikan
  • Peternak di Madiun Mulai Siapkan Ratusan Hewan Kurban Jelang Idul Adha

    Peternak di Madiun Mulai Siapkan Ratusan Hewan Kurban Jelang Idul Adha

    • calendar_month Rabu, 14 Mei 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 180
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Menjelang Hari Raya Idul Adha yang jatuh kurang dari tiga pekan lagi, para peternak di Kabupaten Madiun mulai menyiapkan ratusan hewan ternak untuk kebutuhan kurban. Sejumlah hewan kurban bahkan telah terjual sejak beberapa waktu lalu. Salah satunya adalah Muhammad Saifuddin, peternak asal Desa Banjarsari Kulon, Kecamatan Dagangan. Ia menyebut sebanyak […]

    Bagikan
  • Peristiwa Berdarah Rumah Kos di Nganjuk, 2 Orang Meninggal Dunia, 1 Kritis

    Peristiwa Berdarah Rumah Kos di Nganjuk, 2 Orang Meninggal Dunia, 1 Kritis

    • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 193
    • 0Komentar

    Sinergia | Nganjuk – Peristiwa berdarah menghebohkan warga Nganjuk, Jawa Timur. 2 wanita berinisial EN (41) dan EJ (22) penghuni rumah kost di Kelurahan Payaman Kecamatan Nganjuk ditemukan tewas. Sementara, 1 korban lain berinisial ED (18) mengalami luka-luka dan dilarikan ke RSUD Nganjuk.  AKP Supriyanto, Kasi Humas Polres Nganjuk membenarkan peristiwa tersebut. Peristiwa dugaan pembunuhan […]

    Bagikan
  • Peternak Sapi Perah Tak Merasakan Dampak PMK, Permintaan Susu Segar Meningkat

    Peternak Sapi Perah Tak Merasakan Dampak PMK, Permintaan Susu Segar Meningkat

    • calendar_month Selasa, 28 Jan 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 155
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Wabah virus Penyakit Mulut dan Kuku ( PMK) tidak begitu dirasakan dampaknya bagi peternak sapi perah di Kabupaten Madiun. Justru permintaan susu segar saat momen Imlek dan Isra’ Mi’raj meningkat dibanding hari biasanya.  Seperti yang dialami oleh kelompok peternak sapi perah Nedyo Rahayu di Desa Kresek, Kecamatan Wungu Kabupaten Madiun […]

    Bagikan
  • Jembatan Nambak–Bekare Ambrol, Dua Warga Ponorogo Luka photo_camera 3

    Jembatan Nambak–Bekare Ambrol, Dua Warga Ponorogo Luka

    • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 361
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo — Jembatan penghubung di Desa Nambak, Kecamatan Bungkal, Kabupaten Ponorogo, ambrol pada Kamis (5/2) dini hari. Ambrolnya jembatan darurat yang telah berusia lebih dari lima tahun itu mengakibatkan dua warga Desa Bekare terjatuh saat melintas dan mengalami luka, salah satunya patah tulang. Peristiwa jembatan roboh terjadi sekitar pukul 01.00 WIB di Dukuh […]

    Bagikan
expand_less