Kamis, 5 Nov 2026
Trending Tags

Tradisi Tari Ikan Kutuk Hidupkan Warisan Mataram Kuno di Petirtaan Dewi Sri Simbatan

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Jumat, 19 Jun 2026
  • visibility 271
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Warga lestarikan warisan Mataram Kuno. (19/6/2026), Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Suara gamelan mengalun di antara rindangnya pepohonan saat puluhan warga berkumpul di kawasan Petirtaan Dewi Sri, Desa Simbatan, Kecamatan Nguntoronadi, Jumat Pahing bulan Suro. Di tengah prosesi bersih desa yang telah berlangsung turun-temurun, perhatian masyarakat tertuju pada ritual unik penarikan ikan kutuk atau ikan gabus yang hanya dapat dijumpai di situs bersejarah tersebut.

Tradisi yang diwariskan leluhur itu kembali digelar sebagai bagian dari rangkaian Bersih Desa Simbatan. Selain menjadi wujud syukur masyarakat, kegiatan tersebut juga menjadi upaya menjaga eksistensi Petirtaan Dewi Sri yang diyakini sebagai peninggalan Kerajaan Mataram Kuno sekitar abad ke-10 Masehi.

Juru pelihara Petirtaan Dewi Sri, Sumiran, mengatakan ritual bersih desa selalu dilaksanakan setiap tahun dan tidak pernah terputus meski sempat berada di masa pandemi.

“Setiap bulan Suro tepat Jumat Pahing masyarakat Simbatan wajib melaksanakan bersih desa di Petirtaan Dewi Sri. Bahkan saat pandemi pun tradisi ini tetap dilakukan meskipun dengan keterbatasan,” ujarnya, Jumat (19/6/2026).

Menurut Sumiran, salah satu prosesi yang paling ditunggu masyarakat adalah penarikan ikan kutuk dari dalam petirtaan. Ikan tersebut kemudian ditarikan dengan iringan gamelan dan waranggana dalam ritual yang telah diwariskan sejak zaman nenek moyang.

Keberadaan ikan kutuk di petirtaan juga memiliki nilai tersendiri bagi warga. Selama bertahun-tahun, masyarakat meyakini ikan tersebut sebagai bagian dari situs yang harus dihormati sehingga tidak diambil secara sembarangan.

Selain tradisi budaya, Petirtaan Dewi Sri juga menyimpan nilai sejarah penting. Situs yang dikenal masyarakat sebagai Candi Simbatan itu berada di atas sumber mata air alami yang hingga kini terus mengalir sepanjang tahun.

Sumiran menjelaskan, debit air di petirtaan bahkan sering dijadikan acuan warga untuk memantau kondisi musim kemarau maupun penghujan. Meski saat kemarau panjang, mata air di lokasi tersebut tidak pernah benar-benar kering.

Keunikan tradisi dan sejarah Petirtaan Dewi Sri menarik perhatian banyak pengunjung. Salah satunya Tasya Hasnabilla Khonitatun Hafiza yang sengaja datang untuk menyaksikan langsung prosesi bersih desa.

Image Not Found
Ritual Bersih Desa Simbatan di Magetan. Foto : Kus-Sinergia

“Yang menarik di sini adalah Tari Ikan Kutuk. Ikan yang hidup di dalam petirtaan diangkat lalu ditarikan sebagai bagian dari ritual adat. Tradisi seperti ini jarang ditemukan di tempat lain,” katanya.

Selain atraksi budaya, Tasya menilai kawasan petirtaan memiliki suasana yang nyaman dan mudah dijangkau pengunjung. Menurutnya, keberadaan situs bersejarah tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang ingin mengenal warisan budaya Magetan.

Pemerintah Kabupaten Magetan pun terus mendorong pelestarian tradisi dan situs Petirtaan Dewi Sri. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Magetan, Suwito, menegaskan bahwa tradisi bersih desa harus terus dijaga agar nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya tidak hilang ditelan zaman.

“Yang terpenting tradisi ini jangan sampai putus. Nilai-nilai yang diwariskan leluhur harus tetap diteruskan kepada generasi berikutnya,” ujarnya.

Sebagai bentuk komitmen pelestarian, Disbudpar Magetan saat ini mengusulkan tradisi Bersih Desa Petirtaan Dewi Sri menjadi Warisan Budaya Takbenda (WBTB) Indonesia. Proses verifikasi telah dilakukan oleh tim dari kementerian dan lembaga pelestarian budaya.

Menurut Suwito, pengakuan sebagai WBTB akan memperkuat perlindungan terhadap tradisi sekaligus meningkatkan perhatian pemerintah terhadap keberadaan Petirtaan Dewi Sri sebagai salah satu aset budaya penting di Magetan.

Tak hanya melestarikan tradisi, pemerintah juga berupaya menjaga keaslian situs yang di dalamnya terdapat berbagai peninggalan bersejarah, mulai dari arca, struktur bata kuno hingga artefak yang menjadi bukti keberadaan peradaban masa Mataram Kuno di wilayah Magetan.

Di tengah derasnya arus modernisasi, Petirtaan Dewi Sri Simbatan membuktikan bahwa warisan sejarah dan tradisi leluhur masih memiliki ruang hidup di tengah masyarakat. Melalui ritual Bersih Desa dan Tari Ikan Kutuk, warga Simbatan tidak hanya menjaga sebuah situs kuno, tetapi juga merawat identitas budaya yang telah bertahan selama berabad-abad. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Momen Idul Adha Jadi Berkah Bagi Perajin Tusul Sate Madiun

    Momen Idul Adha Jadi Berkah Bagi Perajin Tusul Sate Madiun

    • calendar_month Rabu, 27 Mei 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 191
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Hari Raya Idul Adha 2026, perajin tusuk sate di Kabupaten Madiun justru kebanjiran pesanan dari berbagai daerah. Permintaan tak hanya datang dari wilayah Madiun Raya, tetapi juga luar provinsi hingga luar Pulau Jawa. Lonjakan pesanan itu dirasakan Nahrowi, perajin tusuk sate asal Kelurahan Bangunsari, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun. Dalam tiga pekan […]

    Bagikan
  • Terbukti Edarkan 25 Paket Sabu, Dua Oknum Polisi di Madiun Divonis 9 Tahun Penjara

    Terbukti Edarkan 25 Paket Sabu, Dua Oknum Polisi di Madiun Divonis 9 Tahun Penjara

    • calendar_month Rabu, 3 Jun 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 317
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Dua oknum anggota kepolisian yang terjerat kasus peredaran narkotika jenis sabu-sabu di Kabupaten Madiun dijatuhi hukuman sembilan tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Kabupaten Madiun, Rabu (3/6/2026). Kedua terdakwa, Toni Hermawan dan Defi Purnawan, dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan terlibat dalam peredaran sabu seberat 5,16 gram yang dikemas dalam […]

    Bagikan
  • Cabdindik Madiun Monev Tahapan SPMB 2026, Temukan Salah Input Nilai Rapor dan Nilai TKA Belum Keluar

    Cabdindik Madiun Monev Tahapan SPMB 2026, Temukan Salah Input Nilai Rapor dan Nilai TKA Belum Keluar

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 358
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Tahapan pengambilan PIN Sistem Penerimaan Siswa Baru (SPMB) 2026 telah dilaksanakan sejak 28 Mei hingga 9 Juni mendatang. Pengambilan PIN dilakukan secara online melalui portal resmi SPMB Jatim dengan memasukkan data seperti NISN, NPSN sekolah asal, tanggal lahir, serta data Kartu Keluarga atau surat domisili. Setelah mengisi data, calon siswa […]

    Bagikan
  • Aksi Emak-emak Curi Susu di Minimarket Terekam CCTV, Satu Tertangkap, Tiga Kabur

    Aksi Emak-emak Curi Susu di Minimarket Terekam CCTV, Satu Tertangkap, Tiga Kabur

    • calendar_month Rabu, 7 Mei 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 174
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo — Aksi pencurian yang dilakukan sekelompok emak-emak di sebuah minimarket wilayah Desa Sampung, Kecamatan Sampung, Kabupaten Ponorogo, terekam kamera pengawas atau CCTV. Para pelaku yang terdiri dari tiga perempuan dan satu laki-laki itu menjalankan aksinya dengan modus terstruktur dan rapi. Mereka menyasar susu kemasan dan menyembunyikannya di balik rok pelaku perempuan. Kejadian […]

    Bagikan
  • Kandang Ayam Milik Sekdes Pragak Ludes Terbakar, 12 Ribu Ekor Terpanggang

    Kandang Ayam Milik Sekdes Pragak Ludes Terbakar, 12 Ribu Ekor Terpanggang

    • calendar_month Jumat, 4 Jul 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 175
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Warga Desa Pragak, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan digemparkan dengan kebakaran yang menimpa kandang ayam milik Yudi Agung Pranoto Sekretaris Desa Pragak. Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (04/07/2025) sekitar pukul 01.17 WIB. Kobaran api yang membubung tinggi melahap seluruh bangunan kandang beserta 12 ribu ekor ayam di dalamnya. Api diduga berasal […]

    Bagikan
  • Wakil DPRD Ngawi Tewas Usai Kecelakaan Maut di Tol Sragen

    Wakil DPRD Ngawi Tewas Usai Kecelakaan Maut di Tol Sragen

    • calendar_month Jumat, 6 Jun 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 240
    • 0Komentar

    Sinergia | Sragen – Kecelakaan tragis terjadi di ruas Tol Solo–Ngawi KM 547.900 A, tepatnya di wilayah Dukuh Gringging, Desa Banaran, Kecamatan Sambungmacan, Sragen, pada Jumat dini hari (06/06/2025) sekitar pukul 03.30 WIB. Sebuah mobil Toyota Fortuner yang ditumpangi oleh Waluyo Jati Sasono (61) Wakil Ketua DPRD Kabupaten Ngawi menabrak truk tronton yang melaju di […]

    Bagikan
expand_less