Kamis, 15 Okt 2026
Trending Tags

Tradisi Tari Ikan Kutuk Hidupkan Warisan Mataram Kuno di Petirtaan Dewi Sri Simbatan

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Jumat, 19 Jun 2026
  • visibility 250
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Warga lestarikan warisan Mataram Kuno. (19/6/2026), Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Suara gamelan mengalun di antara rindangnya pepohonan saat puluhan warga berkumpul di kawasan Petirtaan Dewi Sri, Desa Simbatan, Kecamatan Nguntoronadi, Jumat Pahing bulan Suro. Di tengah prosesi bersih desa yang telah berlangsung turun-temurun, perhatian masyarakat tertuju pada ritual unik penarikan ikan kutuk atau ikan gabus yang hanya dapat dijumpai di situs bersejarah tersebut.

Tradisi yang diwariskan leluhur itu kembali digelar sebagai bagian dari rangkaian Bersih Desa Simbatan. Selain menjadi wujud syukur masyarakat, kegiatan tersebut juga menjadi upaya menjaga eksistensi Petirtaan Dewi Sri yang diyakini sebagai peninggalan Kerajaan Mataram Kuno sekitar abad ke-10 Masehi.

Juru pelihara Petirtaan Dewi Sri, Sumiran, mengatakan ritual bersih desa selalu dilaksanakan setiap tahun dan tidak pernah terputus meski sempat berada di masa pandemi.

“Setiap bulan Suro tepat Jumat Pahing masyarakat Simbatan wajib melaksanakan bersih desa di Petirtaan Dewi Sri. Bahkan saat pandemi pun tradisi ini tetap dilakukan meskipun dengan keterbatasan,” ujarnya, Jumat (19/6/2026).

Menurut Sumiran, salah satu prosesi yang paling ditunggu masyarakat adalah penarikan ikan kutuk dari dalam petirtaan. Ikan tersebut kemudian ditarikan dengan iringan gamelan dan waranggana dalam ritual yang telah diwariskan sejak zaman nenek moyang.

Keberadaan ikan kutuk di petirtaan juga memiliki nilai tersendiri bagi warga. Selama bertahun-tahun, masyarakat meyakini ikan tersebut sebagai bagian dari situs yang harus dihormati sehingga tidak diambil secara sembarangan.

Selain tradisi budaya, Petirtaan Dewi Sri juga menyimpan nilai sejarah penting. Situs yang dikenal masyarakat sebagai Candi Simbatan itu berada di atas sumber mata air alami yang hingga kini terus mengalir sepanjang tahun.

Sumiran menjelaskan, debit air di petirtaan bahkan sering dijadikan acuan warga untuk memantau kondisi musim kemarau maupun penghujan. Meski saat kemarau panjang, mata air di lokasi tersebut tidak pernah benar-benar kering.

Keunikan tradisi dan sejarah Petirtaan Dewi Sri menarik perhatian banyak pengunjung. Salah satunya Tasya Hasnabilla Khonitatun Hafiza yang sengaja datang untuk menyaksikan langsung prosesi bersih desa.

Image Not Found
Ritual Bersih Desa Simbatan di Magetan. Foto : Kus-Sinergia

“Yang menarik di sini adalah Tari Ikan Kutuk. Ikan yang hidup di dalam petirtaan diangkat lalu ditarikan sebagai bagian dari ritual adat. Tradisi seperti ini jarang ditemukan di tempat lain,” katanya.

Selain atraksi budaya, Tasya menilai kawasan petirtaan memiliki suasana yang nyaman dan mudah dijangkau pengunjung. Menurutnya, keberadaan situs bersejarah tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang ingin mengenal warisan budaya Magetan.

Pemerintah Kabupaten Magetan pun terus mendorong pelestarian tradisi dan situs Petirtaan Dewi Sri. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Magetan, Suwito, menegaskan bahwa tradisi bersih desa harus terus dijaga agar nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya tidak hilang ditelan zaman.

“Yang terpenting tradisi ini jangan sampai putus. Nilai-nilai yang diwariskan leluhur harus tetap diteruskan kepada generasi berikutnya,” ujarnya.

Sebagai bentuk komitmen pelestarian, Disbudpar Magetan saat ini mengusulkan tradisi Bersih Desa Petirtaan Dewi Sri menjadi Warisan Budaya Takbenda (WBTB) Indonesia. Proses verifikasi telah dilakukan oleh tim dari kementerian dan lembaga pelestarian budaya.

Menurut Suwito, pengakuan sebagai WBTB akan memperkuat perlindungan terhadap tradisi sekaligus meningkatkan perhatian pemerintah terhadap keberadaan Petirtaan Dewi Sri sebagai salah satu aset budaya penting di Magetan.

Tak hanya melestarikan tradisi, pemerintah juga berupaya menjaga keaslian situs yang di dalamnya terdapat berbagai peninggalan bersejarah, mulai dari arca, struktur bata kuno hingga artefak yang menjadi bukti keberadaan peradaban masa Mataram Kuno di wilayah Magetan.

Di tengah derasnya arus modernisasi, Petirtaan Dewi Sri Simbatan membuktikan bahwa warisan sejarah dan tradisi leluhur masih memiliki ruang hidup di tengah masyarakat. Melalui ritual Bersih Desa dan Tari Ikan Kutuk, warga Simbatan tidak hanya menjaga sebuah situs kuno, tetapi juga merawat identitas budaya yang telah bertahan selama berabad-abad. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Debit Sungai Piring Naik, Air Meluap Hingga Ke Jalan Alternatif ke Caruban

    Debit Sungai Piring Naik, Air Meluap Hingga Ke Jalan Alternatif ke Caruban

    • calendar_month Kamis, 25 Des 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 242
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Hujan deras mengguyur wilayah Kota Madiun dan sekitarnya pada Kamis (25/12/2025). Dampaknya, debit Sungai Piring di wilayah Kelurahan Pilangbango Kecamatan Kartoharjo mengalami peningkatan. Bahkan, air meluap hingga ke jalan raya yang menyebabkan arus tersendat. Personil BPBD Kota Madiun bersama DPUPR, DLH serta Dishub melakukan penanganan cepat. Luapan air sungai ke […]

    Bagikan
  • Penantian Proses Panjang, Bupati Magetan Terpilih Bakal Dilantik 23 Mei

    Penantian Proses Panjang, Bupati Magetan Terpilih Bakal Dilantik 23 Mei

    • calendar_month Rabu, 21 Mei 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 152
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Harapan masyarakat Magetan untuk segera menyaksikan pelantikan Bupati-Wakil Bupati hasil Pilkada 2024 mulai menemui titik terang. Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, memastikan bahwa pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Magetan terpilih akan dilaksanakan pada 23 Mei 2025. Hal tersebut disampaikan Khofifah saat dimintai keterangan soal perkembangan administrasi pelantikan yang hingga kini […]

    Bagikan
  • Desa Teguhan Apresiasi Atas Fasilitas Mobil Siaga, Perkuat Layanan Kesehatan

    Desa Teguhan Apresiasi Atas Fasilitas Mobil Siaga, Perkuat Layanan Kesehatan

    • calendar_month Sabtu, 19 Jul 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 191
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-457 Kabupaten Madiun, Jumat (18/07/2025), sebanyak 15 mobil siaga ambulance resmi diserahkan kepada 15 kepala desa. Prosesi penyerahan berlangsung di halaman Pendopo Ronggo Jumeno dan dipimpin langsung oleh Bupati Madiun, Hari Wuryanto. […]

    Bagikan
  • Kisruh Perceraian di Madiun Berujung Eksekusi Rumah

    Kisruh Perceraian di Madiun Berujung Eksekusi Rumah

    • calendar_month Senin, 28 Apr 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 141
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Pengadilan Agama Kabupaten Madiun mengeksekusi sebuah bangunan rumah di Desa Jiwan, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun, pada Senin (28/04/2025). Tindakan eksekusi ini merupakan buntut dari perceraian antara Edi Prastyo dan Tutik Rofiati. Eksekusi berdasarkan permohonan yang diajukan Edi Prastyo melalui perkara Nomor: 2/Pdt.Eks/2025/PA.Kab.Mn. Bangunan yang dibongkar merupakan rumah permanen satu lantai […]

    Bagikan
  • Menunggu Lampu Hijau Pusat, Pengadaan Aparatur di Magetan Masuki Tahap Penentuan

    Menunggu Lampu Hijau Pusat, Pengadaan Aparatur di Magetan Masuki Tahap Penentuan

    • calendar_month Selasa, 2 Des 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 326
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Proses pengadaan aparatur sipil negara di Kabupaten Magetan memasuki fase penting jelang akhir 2025. Ribuan peserta PPPK Paruh Waktu kini tinggal selangkah lagi menuju pengangkatan, sementara masyarakat masih bertanya-tanya soal kapan formasi CPNS 2026 akan dibuka. Berdasarkan data Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Magetan, tahun anggaran 2025 memuat […]

    Bagikan
  • Perwosi Kota Madiun Gelar Single Event Pencak Silat Solo Kreatif untuk Atlet Muda

    Perwosi Kota Madiun Gelar Single Event Pencak Silat Solo Kreatif untuk Atlet Muda

    • calendar_month Sabtu, 19 Jul 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 270
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun — Dalam upaya menjaring dan membina atlit-atlit pencak silat sejak usia dini, Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia (PERWOSI) Kota Madiun menggelar ajang Single Event Pencak Silat Solo Kreatif di GOR Tenis Kota Madiun, Sabtu (19/07/2025). Kegiatan ini menjadi ajang kompetisi bagi anak-anak pecinta silat yang terbagi dalam dua kategori usia, yaitu […]

    Bagikan
expand_less