Enam Dapur Program MBG di Magetan Disuspend, Belum Miliki Sertifikat Higiene Sanitasi
- account_circle Kusnanto
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 23
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Magetan – Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Magetan kembali menjadi sorotan. Enam Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terpaksa dihentikan sementara operasionalnya setelah Badan Gizi Nasional (BGN) lantaran belum mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
Ketua Satgas MBG Magetan, Welly Kristanto, menyampaikan bahwa dari total sekitar 60 SPPG yang berjalan, enam dapur penyedia makanan harus disuspend untuk sementara. Kebijakan itu dilakukan sebagai bagian dari pengawasan standar kebersihan dan sanitasi dalam penyelenggaraan program.
Menurutnya, keberadaan SLHS merupakan syarat utama yang wajib dipenuhi semua dapur penyedia MBG agar kualitas makanan yang dibagikan kepada penerima manfaat tetap aman.
“Dari total SPPG yang beroperasi, ada enam titik yang dihentikan sementara oleh BGN karena belum mengurus sertifikasi tersebut,” ujarnya, Kamis (12/3/2026).
Enam SPPG yang terkena sanksi penghentian sementara berada di:
• Desa Bendo, Kecamatan Bendo
• Desa Candirejo, Kecamatan Magetan
• Desa Gunungan, Kecamatan Kartoharjo
• Desa Candirejo 2, Kecamatan Magetan
• Desa Grabahan, Kecamatan Karangrejo
• Desa Lembeyan Wetan, Kecamatan Lembeyan
Welly menjelaskan, persoalan ini mencuat setelah beredarnya laporan masyarakat di media massa dan media sosial terkait standar pengolahan makanan dalam program MBG. Laporan tersebut kemudian dikaji oleh pemerintah daerah sebelum diteruskan ke BGN sebagai bahan evaluasi.
“Informasi dari masyarakat itu kami tindaklanjuti karena menjadi perhatian serius. Evaluasi menyeluruh perlu dilakukan agar pelaksanaan program tetap sesuai ketentuan,” jelasnya.
Sebagai respons atas temuan ini, Pemerintah Kabupaten Magetan akan mengadakan pertemuan khusus pada Jumat mendatang. Forum tersebut akan mempertemukan seluruh pihak terkait, mulai dari mitra penyedia makanan, yayasan pengelola, hingga koordinator SPPG.
Pertemuan itu diharapkan menjadi ruang evaluasi sekaligus menyatukan komitmen semua pihak agar penyelenggaraan program MBG ke depan lebih tertib dan sesuai standar.
“Besok Jumat semua pihak akan dikumpulkan, baik mitra, yayasan, maupun koordinator SPPG. Tujuannya untuk evaluasi bersama dan menyelaraskan komitmen,” pungkas Welly.(Kus).
- Penulis: Kusnanto
- Editor: Kris/Byg







